RSS

Monthly Archives: December 2014

冬至 Touji

Hari ini tanggal 22 Desember adalah Touji 冬至 di Jepang, yaitu hari yang siangnya yang paling pendek dalam satu tahun. Konon harus makan kabocha (labu) dan mandi dengan jeruk Yuzu. Dan untukku labu paling cocok dimasak jadi bubur tinutuan (bubur manado).

Kenapa harus makan labu? Ya sebetulnya dulu dianjurkan makan sesuatu yang berawalan TO (sesuai dengan Touji). Dan labu bahasa Jepangnya Kabocha, tapi juga disebur Tounasu, Tougarashi (cabe), Doujou (belut), Tonjiru (sup miso babi) atau Toriniku (ayam), dan yang masih tersisa sampai sekarang adalah kebiasaan makan labu. Ya memang untuk menambah vitamin saja sih dalam menghadapi musim dingin.

tinutuan

Kebiasaan mandi (berendam) dalam air panas yang diberi jeruk Yuzu, berkembang waktu jaman Edo, 1838. Karena dulu banyak pemandian umum. Dan memang jeruk jenis yuzu banyak dipanen pada musim dingin. Harumnya jeruk Yuzu juga memberikan kesegaran sehingga badan bisa tahan menghadapi malam yang dingin (orang Jepang berendam di malam hari sebelum tidur).

Ternyata menurut temanku, Dr. Susy Ong, “Konon di eropa, hari ini dirayakan karena setelah hari ini, siang menjadi semakin panjang dan malam semakin pendek, sampai geshi 夏至, hari di mana siang paling panjang dan malam paling pendek. setelah agama kristen diperkenalkan ke eropa, perayaan touji 冬至diubah namanya jadi perayaan natal. demikian pula perayaan datangnya musim semi diubah menjadi hari Paskah. Kalau di Cina, disebut Dongzhie Festival  makan onde, bentuk bulat, menandakan bahwa tahun ini telah berlalu tanpa kesulitan 円満に終りました。”

Dan aku juga baca di wikipedia, bahwa hari Winter Solstice ini merupakan awal horoskop Capricorn.

 
2 Comments

Posted by on December 23, 2014 in Uncategorized

 

Aruki Sumaho

Kata bahasa Jepang yang sering dipakai akhir-akhir ini. 歩きスマホ Aruki = berjalan, sumaho merupakan singkatan dari sumato hon (Smartphone), jadi artinya berjalan sambil menggunakan smartphone.

Kegiatan menggunakan smartphone sambil berjalan tentu berbahaya! Sering kita baca sendiri di media, bahwa ada ibu yang tidak tahu bahwa anaknya tenggelam dalam ember karena dia muchu 夢中 khusuk memakai smartphone. Atau kecelakaan sepeda atau mobil yang disebabkan pengendaranya memakai smartphone. Saya sendiri selalu berhenti dan menepi dulu jika memang perlu memakai smartphone jika sedang berjalan. Waktu menyetir? tentu tidak menyentuh smartphone sama sekali.

Ada kejadian lucu yang terjadi jumat lalu di kampus. Ada satu mahasiswi yang bermain smartphone waktu memasuki lift, dan dia berdiri tepat di depan pintu. Jadi setiap pintu membuka dia keluar dulu supaya orang yang di belakangnya bisa keluar. Tapi, dia teruuuuus melihat ke smartphonenya! Menyebalkan karena sering harus menahan pintu menunggu dia masuk dulu lagi. Pada lantai 5 (tujuan lantai 8) si mahasiswi ini terlambat menaiki lift, dan seorang dosen yang berdiri di depan tombol pun TIDAK mau menekan tombol tunggu, sehingga si mahasiswi tidak bisa naik lift itu. Aku yang melihat kejadian itu pun berteriak dalam hati…RASAIIIIIIN hahaha (dan FYI, ternyata kata rasain ini tidak ada loh bahasa Jepangnya :D)

 
Leave a comment

Posted by on December 1, 2014 in Uncategorized