RSS

老衰死 Mati Tua

14 Mar

Tadi waktu menonton berita di TV, disebutkan bahwa ada seorang terkenal (saya lupa siapa dan profesi apa) yang meninggal karena tua. 老衰死 Rousui-shi. Mati karena tua. Lalu Kai bertanya, “Mati karena tua, matinya bagaimana ya? Kok bisa mati?”

Lalu aku jelaskan, “Ya mati karena tua itu, karena badannya tidak berfungsi lagi. Makanpun tidak bisa dicerna lagi. Fungsi organ tubuhnya menurun drastis, Oma Poel seperti itu. Dia tidak sakit, tapi karena lambungnya tidak berfungsi menjadi lemah. Diinfus juga cairan infusnya tidak bisa diserap tubuh lagi. Seperti kabel listrik, awalnya sedikit yang terputus, lama-lama terbakar lalu mati”

Selain istilah Rousui-shi memang ada banyak macam istilah “mati” di Jepang, yang memang agak sulit diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia/Inggris. Yang paling populer di kalangan karyawan adalah Karoushi 過労死、mati karena penyakit atau mendadak, tapi akibat terlalu lama/banyak bekerja, di bawah tekanan atau kurangnya waktu istirahat. Sepuluh tahun terakhir (2014) didapat data bahwa jumlah kematian akibat terlalu banyak bekerja (overworked) itu sudah mencapai 10 kali lipat. Pada tahun 2013 saja tercatat 196 orang.

Istilah yang paling umum adalah Byoushi 病死 mati karena sakit. 安楽死 Anraku-shi, mati karena eutanasia bagi pasien yang sudah tidak tertolong, atau hidupnya ditopang oleh mesin saja. Secara hukum Jepang masih belum mengakui eutanasia ini.

Dalam kecelakaan atau musiah ada istilah 即死 sokushi. mati di tempat. Chisokushi 窒息死 mati kehabisan oksigen atau sulit bernapas. Biasanya disebut dalam kecelakaan tabrakan kereta api, dalam kondisi ketiban dan sulit bernapas. Toushi 凍死 mati membeku, Asshi 圧死 mati karena tekanan misalnya ketiban rumah. (ada pula istilah shitajiki 下敷き tapi ini belum tentu meninggal. Senshi 戦死 adalah mati di medan perang. 煙死 Enshi mati karena menghirup asap. Ada pula istilah Ihenshi 異変死 yaitu mati yang belum diketahui karena apa (dokter belum bisa menegaskan penyebab kematiannya) sehingga sering disbeut juga di televisi.

不死になるため、必死に生きるしかない。 supaya “abadi” harus “giat berusaha”

Advertisements
 
Leave a comment

Posted by on March 14, 2015 in Uncategorized

 

Tags: , ,

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: