RSS

Monthly Archives: February 2021

にゃーにゃーにゃー Hari Kucing

Kalau teman-teman perhatikan mungkin sudah tahu ya bahwa hari ini tanggal 22 Februari adalah Hari Kucing. Pas hari ini berderet angka 2 kan? 22-2 ni-ni-ni dan ini dibaca sebagai nya-nya-nya. にゃーにゃーにゃー. Memang sih bisanya orang Jepang saja dengan membaca 2 sebagai nya- (maksa juga yah 😃) . Dan nya-nya itu adalah suara kucing, merupakan onomatope (penggambaran suara) yang kalau dalam bahasa Indonesia adalah Meong, atau Miaw untuk bahasa Inggris.

Cukup banyak orang Jepang yang memelihara kucing sebagai hewan piaraan mereka. Jumlah kucing yang dipelihara pada tahun 2020 adalah 9.644.000 ekor. (964万4千頭ekor dalam bahasa Jepang 頭=とう atau arti harafiahnya kepala)Kalau dibandingkan dengan anjing, memang kucing lebih banyak. Anjing yang dipelihara sebanyak 8.489.000 ekor (848万9千頭).

Tapi kalau melihat sebuah survei seberapa banyak orang memelihara binatang dari seluruh dunia, yang terbanyak adalah Argentina, Meksiko 80% dan Brazil 75% penduduknya memelihara binatang. Ketiganya di Amerika Selatan, dna diketahui juga bahwa negara Asia sedikit yang memelihara binatang. Jepang termasuk 3 negara Asia yang terendah yaitu hanya 37%. Dan lucunya kalau melihat jenis binatang yang dipelihara 17% adalah anjing 犬 14% kucing 猫 9% ikan 魚 dan 2% burung鳥. Perlu diingat waktu menghitung hewan piaraan kalau anjing dan kucing itu dengan 頭 to, maka untuk ikan adalah 一尾 び bi dan untuk burung  一羽 わ wa. Sebutan yang berbeda untuk binatang itu benar-benar menyusahkan kita yang belajar bahasa Jepang ya 😃

Kalau ada Hari Kucing pada tanggal 22 Februari, apakah ada Hari Anjing? Tentu ada, yaitu tanggal 1 November. Kalau ditulis kan 1-11 dan dibaca wan wan wan, yang merupakan bunyi anjing di Jepang (ngga galak seperti di Indonesia ya 😃). Lalu apakah ada Hari Ikan? ADA! Yaitu tanggal 10 Oktober 10-10… Kenapa tanggal ini? Karena 10-10 dibaca toto. Ikan = toto? Ternyata toto adalah bahasa anak-anak 幼児語 ようじご yojigo untuk ikan!Lalu ada hari Burung? 鳥の日? Ada, tanggal 28 setiap bulan (menurut Paman Kentucky hihih). Tapi itu NIWATORI にわとり。Kalau untuk binatang piaraan biasanya インコinko (Parkit) atau オウム omu (Kakatua), dan diperingati setiap tanggal 15 Juni. Ini juga penjelasannya hanya berdasarkan bunyi saja.

Teman-teman pelihara apa? Saya punya kame 亀 kura-kura yang saya pelihara (tepatnya anakku yang MAU pelihara, dan mamanya yang KASIH makan 😃). Dan iseng saya cari, ternyata ada loh hari Kura-kura yaitu tanggal 23 Mei hehehe.

Tulisan ini dibuat untuk pojok Bahasa dan Budaya Jepang di FB Grup “Wanita Indonesia Berkarya di Jepang”

#wibjnihongo#wibjbudayajepang#にゃーにゃーにゃー#222#HariKucing

 
Leave a comment

Posted by on February 23, 2021 in Uncategorized

 

母語 or 母国語

Saya rasa teman-teman sudah pernah mendengar kata 母国語 ぼこくご Bokokugo, ya? Kalau ditanya oleh orang Jepang, 「母国語は何ですか」Bahasa aslinya apa? Pasti akan teman-teman jawab 「インドネシア語」Bahasa Indonesia. Itu benar, tapi sebetulnya ada lagi satu istilah yaitu 母語 ぼご Bogo, atau kalau diterjemahkan menjadi bahasa ibu, mother tongue. Lah, jadi bokokugo dan bogo itu sama?

Untuk negara Jepang memang sama. Mereka mengenal satu bahasa saja, yaitu bahasa Jepang sebagai bahasa ibunya. 母語dan 母国語nya sama. Tapi untuk negara Indonesia, bagi orang Jawa, bahasa ibunya adalah bahasa Jawa. Bahasa Indonesia adalah bahasa resmi negara, 公用語 こうようご Kouyougo yang tentu berbeda dari bahasa Jawa, tapi dipakai untuk segala keperluan formal. Karena itu sudah menjadi pengetahuan umum bahwa orang Indonesia itu sebenarnya bilingual, bahkan mungkin trilingual.

Kembali ke topik, saya menulis tentang bahasa ibu karena sebetulnya hari ini tanggal 21 Februari adalah Hari Bahasa Ibu Internasional. PBB menetapkan tanggal ini sebagai Hari Bahasa Ibu Internasional sebagai pengakuan terhadap Hari Gerakan Bahasa yang dirayakan di Bangladesh. Resolusi bahasa ini disarankan oleh Rafiqul Islam, seorang Bangli yang tinggal di Vancouver, Kanada. Ia menulis surat kepada Kofi Annan pada tanggal 9 Januari 1998, yang meminta PBB untuk mengambil langkah untuk menyelamatkan bahasa dunia dari kepunahan dengan mendeklarasikan Hari Bahasa Ibu Internasional (International Mother Language Day). Akhirnya dipilihlah tanggal 21 Februari sebagai Hari Bahasa Ibu Internasional karena pada tanggal tersebut, Bangladesh mengalami pembunuhan mahasiswa dalam demo memperjuangkan bahasa Bangli di Dhaka pada tahun 1952.

Ada sekitar 7 miliar orang di bumi dan ada sekitar 7000 bahasa, Tapi hanya 23 bahasa yang digunakan oleh lebih dari setengah populasi dunia. Bahasa yang paling banyak digunakan oleh individu adalah bahasa China. Bahasa yang paling banyak digunakan oleh negara adalah bahasa Arab dan Spanyol. Negara yang paling banyak bahasanya: Papua New Guinea diikuti oleh Indonesia. Bahasa yang paling luas penyebarannya secara geografis adalah Inggris dan Spanyol.

Yang menarik waktu saya mencari angka-angka pastinya, berdasarkan tulisan tahun 2005 dan 2015, urutan jumlah penutur bahasa Jawa berada di urutan 12 dan 11. Tapi waktu melihat daftar terbaru tahun 2020, tidak lagi tertulis bahasa Jawa tetapi bahasa Indonesia di urutan nomor 10! Saya tidak sempat mencari lembaga survey mana yang melakukan penghitungan, tapi dari situ saja, saya sempat berpikir memang ada kemungkinan bahasa Jawa akan hilang, jika anak-anak tidak diajari oleh orang tuanya.

Sebagai informasi jumlah bahasa daerah di Indonesia ada 718 bahasa (data dari Badan Bahasa). Diketahui pula bahwa dari tahun 2011-2019 saja, ada 11 bahasa daerah yang sudah punah, yaitu 9 bahasa dari Maluku dan 2 dari Papua. Isu bahasa ibu ini menjadi penting ketika bahasa-bahasa lokal di dunia mulai banyak yang punah. UNESCO memperkirakan sekitar 3.000 bahasa lokal akan punah di akhir abad ini. Hanya separuh dari jumlah bahasa yang dituturkan oleh penduduk dunia saat ini yang masih akan eksis pada tahun 2100 nanti.

Apa bahasa ibu teman-teman?

Bahasa ibunya ibuku sih bahasa Belanda, tapi bahasa ibu saya sendiri bahasa Indonesia 😃 Saya masih bisa mengerti bahasa Manado dan bahasa Jawa, karena ibu saya bisa juga kedua bahasa ini. Saya sedang belajar bahasa Makassar. Terus terang, saya iri kepada mereka yang mempunyai bahasa ibu bahasa daerah. Jaga jangan sampai punah ya.

Tulisan ini dibuat untuk pojok Bahasa dan Budaya Jepang di FB Grup “Wanita Indonesia Berkarya di Jepang”

sumber: wikipedia, mext.go.jp, badan bahasa

 
Leave a comment

Posted by on February 22, 2021 in Uncategorized

 

Cokelat Giri-giri

Happy Valentine yaaaaa!

Di seluruh dunia hanya di Jepang saja yang mempunyai kebiasaan memberikan cokelat pada hari Valentine. Di luar negeri (Eropa – Amerika) siapa saja, tidak terbatas pria maupun wanita, bisa memberikan sesuatu kepada teman/kekasihnya.

Kadang saya juga risih kalau menerima ucapan Happy Valentine dari teman (sejenis) bertuliskan “Be My Valentine”, pikirku eits kok “jadilah pacarku?” Padahal mungkin artinya “maukah kamu menjadi sahabat karibku”.

Anyway, saya tidak akan menulis tentang apa itu Valentine lagi, tapi tentang kebiasaan memberikan cokelat di Jepang, yang konon terpengaruh dari luar negeri juga.

Awalnya perusahaan cokelat Cadbury pada tahun 1868 membuat cokelat dengan bungkus berbentuk hati untuk diberikan sebagai hadiah pada hari Valentine. Konon cokelat ini sampai juga di Jepang, tapi tidak begitu diterima. Baru kemudian tahun 1936, perusahaan Morosoft memperkenalkan lagi “kebiasaan” memberikan cokelat, terutama di kalangan wanita usia belasan saat itu. Setelah itu mulailah perusahaan cokelat/sweets lain ikut memulai kebiasaan hari Valentine yang diapresiasikan sebagai “hari bagi wanita memberikan cokelat kepada pria”. Baru tahun 1970-an menyebar di kalangan siswa (SD sampai SMA) untuk saling memberikan cokelat, dan tahun 1980-an menyebar juga di kalangan ibu rumah tangga. Jadi, cokelat valentine di Jepang ini memang merupakan dampak komersialisasi moment-moment tertentu.

Nah, kemudian perusahaan Ishimuramanseido memulai kebiasaan “menjawab” cokelat valentine ini pada tanggal 14 Maret 1977 dengan Marshmallow! Marshmallow, permen, biskuit…. kemudian sekarang menjadi lingerie, atau perhiasan. Karena bahan dasar pembuatan marshmallow dan permen ini adalah gula, dan gula itu putih, jadilah dinamakan White Day.

Kembali lagi pada coklat Valentine, pasti teman-teman yang sudah lama di Jepang, pernah mendengar Giri Choko 義理チョコ. Istilah ini berkembang sejak cokelat bukan lagi menjadi Honmei Choko本命チョコ,yaitu cokelat sebagai pernyataan cinta, tapi cokelat yang diberikan hanya karena “giri”. Nah! GIRI itu apa? Sulit dijelaskan dengan satu kata karena artinya juga bisa berubah sesuai dengan kalimatnya. Tapi definisi Giri yang umum adalah: moral untuk berhubungan dalam masyarakat. Etika yang sewajarnya dilakukan dalam kehidupan. Sesuatu yang wajib dilakukan dalam berhubungan dengan manusia atau masyarakat. Wajib itu belum berarti “dari hati” loh! … karena itu dulu banyak orang yang tidak mau memberikan sesuatu kepada orang lain karena takut orang yang mereka berikan mempunyai “giri” yaitu harus membalas budi si pemberi. Sulit juga menerangkan kata giri ini yang mendasari kehidupan orang Jepang.Tapi mungkin dengan ilustrasi Giri Choko itu, bisa mengerti pemakaian kata giri ya.

Untuk Honmei choko si perempuan yang memberikan cokelat kepada laki-laki untuk menyatakan “cinta” nya. Dan nanti tanggal 14 Maret – White Day – giliran si laki-laki memberikan sesuatu sebagai balasan kepada si perempuan, sebagai arti menerima cintanya. TAPIIIII Mungkin kalau kasih kepada satu cowok saja, malu dan takut ketahuan, jadi semua cowok diberikan saja cokelat, dengan harga yang berbeda (lebih murah). Nah GIRI CHOKO deh. Coklat “terpaksa” atau coklat pamrih hehehe.

Katanya kalau harganya di atas 1500 yen itu berarti itu lambang cinta sejati hahaha. Lalu cowo sekantor yang menerima giri choko, jadi TERPAKSA mengembalikan pada White Day. Utang (budi), balas (budi), utang lagi, balas lagi….

Kapan berhentinya ya? Hehehe

Nah, saya itu kadang suka lupa menyiapkan cokelat-cokelat pada hari valentine. Selalu beli GIRI-GIRI yaitu pada tanggal 14 Februari malam! Giri-giri itu artinya MEPET. Jadi cokelatku bukan coklat pamrih atau terpaksa tapi cokelat mepet! Kalau keterlaluan ya belinya tanggal 15 supaya dapat korting deh 😃. Nah ini jadi cokelat “kedaluwarsa” deh 😃

Tulisan ini pernah dimuat dalam pojok Bahasa dan Budaya Jepang di FB Grup “Wanita Indonesia Berkarya di Jepang”

Jadi sekarang teman-teman sudah tahu ya penggunaan kata Giri dan giri-giri. Lalu sebagai penutup, saya mau memperkenalkan lagi “istilah” khusus di hari valentine ini, yaitu : Tomo-choco 友チョコ cokelat yang diberikan sesama teman (biasanya antar wanita), Gyaku-choco 逆チョコ coklat yang diberikan oleh pria sebagai pernyataan cinta kepada wanita, My-choco マイチョコ cokelat beli sendiri untuk dikonsumsi sendiri (seriiiing hahahaha), dan yang terakhir FAMI-choco ファミチョコ cokelat untuk keluarga (ini saya setuju! 😃) Eh iya, ketinggalan satu lagi ITA-choco 板チョコ alias cokelat batangan, yang murah meriah. Kalau ini tidak usah tunggu VALENTINE ya 😉

#wibjnihongo#wibjbudayajepang

 
Leave a comment

Posted by on February 14, 2021 in Uncategorized

 

Hari (nya) Pendirian Negara

Hari ini 11 Februari libur, saikoudesune 最高ですね. Hari peringatan apa lagi?

Bahasa Inggrisnya National Foundation Day, dan bahasa Jepangnya Kenkoku kinen no hi 建国記念の日. Kenkoku 建国 = Berdirinya negara, Kinen 記念= peringatan. Dan untuk cepatnya banyak yang mengatakan : Kenkoku Kinenbi, padahal SALAH.Salahnya? Ya, karena sebetulnya di antara Kinen dan Hi itu ada NO の、Hari (nya) pendirian Jepang. Itu berarti bahwa tanggal ini 11 Februari BUKAN nya tanggal berdirinya Jepang, TAPI tanggal yang ditetapkan menjadi hari berdirinya Jepang.

Katanya kalau menurut penghitungan kalender sekarang, pada tanggal 11 Februari tahun 660 SM, Kaisar pertama Jepang Kaisar Jinmu 神武天皇 naik Tahta (即位の礼). Ini tercatat dalam Nihonshoki 日本書紀 buku sejarah Jepang resmi yang berasal dari zaman Nara (710-794) yang merupakan buku sejarah Jepang yang tertua dan Kojiki 古事記 tahun 712. Sebagai informasi Kaisar Akihito yang sekarang adalah kaisar yang ke 125. Tanggal 11 Februari ditetapkan sebagai Kenkoku Kinen no hi ini pada 1873 dan disebut sebagai Kigensetsu 紀元節 きげんせつ dan sempat dihentikan pada tahun 1948 oleh GHQ (General Headquarter = Amerika karena Jepang kalah perang). Dan baru kemudian diberlakukan kembali sebagai hari libur pada tahun 1966.

Pada saat dulu, Kigensetsu ini merupakan salah satu peringatan penting dari 4 peringatan di Jepang (tgl 1 Januari, 11 Februari, 29 April dan 3 November). Peringatan Kenkoku kinen no hi ini biasanya dirayakan di Jinja (Kuil Shinto) dan juga dengan parade di sekitar Omotesando. Yang pasti setiap badan pemerintah akan memasang bendera Hinomaru hari ini (dan pada setiap hari libur nasional).

Ada satu informasi yang saya lihat pada acara televisi beberapa waktu yang lalu, yaitu ada 3 jenis pusaka kaisar yang terus dijaga turun temurun. Tidak ada satu orang pun yang tahu isi sesungguhnya, tapi kotak pusaka itu ada dan dirawat terus. Ketiga jenis pusaka itu adalah pedang tsurugi 天叢雲剣 (あまのむらくものつるぎ), bandul pusaka magatama 八尺瓊勾玉 (やさかにのまがたま) cermin kagami 八咫鏡 (やたのかがみ).

No photo description available.
3 pusaka hasil rekaan (karena belum pernah ada yang melihatnya)

Tulisan ini pernah dimuat dalam pojok Bahasa dan Budaya Jepang di FB Grup “Wanita Indonesia Berkarya di Jepang”

Nah, yang menarik pada tahun 1966 pernah diadakan survey kepada 10.000 lelaki dan wanita di seluruh negeri mengenai apakah hari peringatan ini lebih baik diubah, atau tetap tanggal 11 Februari. Dari 8700 jawaban yang sah, diketahui bahwa 47,4% masih mengakui lebih baik tetap tanggal 11 Februari yang merupakan perhitungan dari sejarah. Dibandingkan dengan memindahkannya pada tanggal 3 Mei yang merupakan hari UUD Jepang (hanya 10,4%) atau 15 Agustus (2,1%) yang merupakan hari “kekalahan” Jepang. (Tentu saja sih … rasanya tidak ada yang mau memperingati tanggal itu dengan meriah ya 😦 ). Tapi yang jawab “Apa saja deh (Don’t care) ada 12,1%. Ditambah 7,5% yang menjawab “Tidak tahu”. Jumlah 19,6% cukup besar untuk menunjukkan bahwa masyarakat Jepang tidak begitu peduli tentang sejarah atau latar belakang hari libur itu. Yang penting libur ya 😀

#wibjnihongo #wibbudayajepang #建国記念の日 #HariPendirianNegaraJepang #11Februari

 
Leave a comment

Posted by on February 11, 2021 in Uncategorized

 

Simbol pos 〒 

Saya rasa teman-teman sudah pernah pakai jasa pengiriman lewat pos ya? Waktu menulis alamat di amplop pasti menulis di kotak-kotak 3 angka dan 4 angka. Atau kalau di amplop tidak tercetak kotak-kotak untuk kode pos itu, kita akan menulis sendiri dengan diawali tanda 〒 baru kode pos ya. Kalau mengetik pada computer biasanya saya tulis ゆうびん saja sudah akan keluar tanda 〒 sehingga bisa pilih itu. Saya rasa belum ada yang tahu bahwa tanggal 8 Februari ini adalah hari peringatan tanda pos ini. 郵便マークの日。

Pos di Jepang dimulai sebagai “perusahaan” sejak tanggal 6 Juli 1871, dan sampai dengan tahun 1877 perusahaan ini belum memiliki simbol. Sekitar tahun 1877 baru dipakai tanda seperti bendera Jepang dan diberi dua garis horisontal. Sepuluh tahun sesudahnya yaitu pada tanggal 8 Februari 1887 barulah dibentuk badan pemerintah yang mengurusi pos dan telekomunikasi dengan nama 逓信省 ていしんしょう Teishinsho. Dan saat itu ditentukan bahwa lambangnya adalah T, yang menurut sumber tertentu dikatakan itu adalah diambil dari huruf pertama Teishinsho, sehingga menjadi T. Nah, setelah ditetapkan, baru ketahuan bahwa sebetulnya tidak bisa memakai tanda itu, karena pos internasional di beberapa negara memakai simbol T untuk menunjukkan kurangnya biaya pengiriman (perangko kurang). Sehingga tanggal 14 Februari, beberapa hari sesudahnya ditambahkanlah satu garis di atasnya menjadi lambang yang sekarang 〒. Tapi sebetulnya kalau dipikir Teishinsho jika ditulis dengan katakana テイシンショウ dan huruf katakana テ mirip dengan 〒, bukan?

Dan perlu diketahui bahwa tanda simbol pos 〒 ini khusus untuk di Jepang saja. Setiap negara mempunyai simbolnya masing-masing.

Tulisan ini pernah dimuat dalam pojok Bahasa dan Budaya Jepang di FB Grup “Wanita Indonesia Berkarya di Jepang”

Berbicara mengenai kigo 記号, Jepang mengajarkan simbol peta kepada murid-murid kelas 3-4 SD. Misalnya 文 adalah tanda sekolah, 卍 untuk kuil Buddha, ♨ untuk onsen, ◎ kantor pemda, X koban (pos polisi) dan lain-lain. Saya sambil menulis ini mengingat-ingat kembali, apakah Indonesia memiliki tanda simbol peta ya? Saya sih karena pernah ikut pramuka, tahu tanda peta pita, tetapi yang tidak ikut pramuka?

Simbol-simbol memang mempermudah penanda sesuatu yang singkat. Simbol WC perempuan dengan memakai rok berwarna merah, sedangkan WC lelaki berwarna biru, mungkin hanya ada di Jepang saja, tetapi sangat membantu ya? Kalau di Indonesia kan macam-macam simbol WCnya. Saya pernah hampir salah masuk WC (saya lupa di mana, Indonesia atau negara lain) karena ternyata memakai warna yang terbalik dengan di Jepang :v

Pengalaman saya lagi yang lain adalah waktu memeriksa test. Jika benar saya akan memakai tanda betul/ponten seperti huruf r itu, dan ditanya oleh mahasiswa, “Sensei, ini apa?”.
Lalu saya jelaskan bahwa guru-guru di Indonesia memakai tanda ponten seperti itu, yang sebetulnya berasal dari Belanda, yaitu tanda krul (goedkeuringskrul) atau tanda persetujuan. Awalnya itu adalah huruf G (goed=bagus atau gezind= sudah dilihat) yang kemudian berubah bentuk karena ditulis cepat-cepat. Karena penjelasannya panjang, sejak itu saya memberi tanda bulat (○) saja atau 💮 hanamaru seperti bunga jika tulisannya bagus sekali. Tanda segitiga △ jika kurang. Mengikuti cara guru Jepang menilai deh. Padahal rasanya lebih puas jika memberikan tanda betulnya Indonesia loh hehehe.

Nah loh, tadinya mau tulis hanya tentang 〒 kok jadi ditutup dengan tanda ponten ya? 😃
Yang pasti di mana-mana simbol cinta adalah…… ❤, tidak bakal salah.

#wibjnihongo#wibjbudayajepang
#郵便 #〒 #記号#マーク#今日は何の日#hariinihariapa See Less

 
1 Comment

Posted by on February 10, 2021 in Uncategorized