RSS

Monthly Archives: July 2021

Tanabata

★Dilema Cinta LDR★

Seperti pernah saya tulis, ada peringatan sekku 節句 di Jepang 1-1, 3-3, 5-5, 7-7 dan 9-9. Kali ini saya akan menulis peringatan sekku yang 7- 7 atau tanggal 7 Juli. Memang bukan hari libur, tapi ramai deh di Jepang. Tanggal 7 bulan Juli adalah peringatan Tanabata dengan Festival Tanabata 七夕祭り di mana-mana.

Dan mungkin kalau ada teman-teman yang punya anak TK, bisa melihat ranting-ranting Sasa 笹 atau bambu yang digantungkan kertas-kertas tanzaku 短冊bertuliskan permohonan anak-anak. Tentu saja tidak hanya di sekolah, di mal atau tempat umum lainnya banyak pula yang memasang ranting sasa (bambu) dan menyediakan kertas permohonan untuk dipasang.

Kebiasaan merayakan Tanabata ini memang aslinya dari Cina, yang diperkenalkan di Jepang waktu pemerintahan kaisar wanita Koken pada jaman Nara/Heian. Tapi baru berkembang di seluruh lapisan masyarakat pada Zaman Edo/Tokugawa. Kebetulan waktunya berdekatan dengan Obon yang waktu itu dirayakan sekitar tanggal 15 Juli (sampai sekarang masih ada yang merayakan Obon di bulan Juli). Sehingga perayaan Tanabata di Jepang banyak berubah daripada tanabata aslinya. Tapi kemudian Obon dirayakan bulan Agustus, sehingga pada tanggal bulan Juli memang didominasi perayaan Tanabata. Tapi kalau mau melihat Festival Tanabata yang terkenal di Sendai, mereka mengadakannya justru di bulan Agustus.

Asal usul perayaan Tanabata di Jepang berasal dari Legenda Tanabata yaitu kisah cinta Orihime dengan Hikoboshi. Orihime adalah putri Raja Langit (Tentei) yang pandai menenun. Dikatakan Orihime ini adalah bintang Vega yang merupakan bintang tercerah dalam rasi bintang Lyra. Raja Langit sangat suka tenunan Orihime, sehingga Orihime kerjanya hanya menenun saja. Orihime sedih karena kalau dia hanya menenun saja, bagaimana bisa mendapat jodoh. Nah, sang bapak kemudian mengatur pertemuan dengan Hikoboshi yang merupakan penggembala sapi di seberang Amanogawa (Galaksi Bima Sakti). Hikoboshi ini dianggap sebagai Bintang Altair yang berada di rasi bintang Aquila. Begitu Orihime bertemu Hikoboshi, mereka jatuh cinta dan menikah. Tapi karena itu, Orihime tidak lagi menenun, dan Hikob tidak lagi menggembala (maklum lah pak… kan masih pengantin baru 😃).

Raja Langit kemudian sangat marah dan keduanya dipaksa berpisah. Orihime dan Hikoboshi tinggal dipisahkan sungai Amanogawa (galaksi Bima Sakti) dan hanya diizinkan bertemu setahun sekali di malam hari ke-7 bulan ke-7. Tetapi ternyata meskipun mereka diizinkan bertemu, mereka tidak bisa menyeberangi sungai Amanogawa karena tidak ada jembatan yang menghubungi. Sekawanan burung kasasagi terbang menghampiri Hikoboshi dan Orihime yang sedang bersedih dan berbaris membentuk jembatan yang melintasi sungai Amanogawa supaya Hikoboshi dan Orihime bisa menyeberang dan bertemu. Tapi kalau kebetulan hujan turun, burung-burung itu tidak bisa datang dan membantu mereka menyeberang sungai sehingga harus menunggu setahun lagi ☹ .

Susah memang kalau LDR ya …..Sebelum menutup tulisan, saya prediksi ada yang bertanya : “Pada perayaan Tanabata, ada makanan khususnya tidak?” Saya juga penasaran karena selama ini belum tahu, sehingga saya cari info. Biasanya yang saya tahu ada beberapa Wagashi 和菓子(kue Jepang) yang berhiaskan bintang, atau memakai warna biru yang melambangkan Amanogawa. Tapi ternyata ada makanan khusus yang dimakan pada tanabata yaitu Sōmen 素麵 sejenis mie yang putih tipis. Somen itu bisa dibayangkan seperti aliran sungai Amanogawa kan? Dan ternyata juga tanggal 7 Juli ditetapkan menjadi Hari Somen 😃 (bisnis lagi deh 😃 )Lalu selain somen ternyata ada juga kuenya, yaitu kue yang bernama Sakubei 索餅, kalau lihat fotonya seperti kue kepang manis.

Konon kue ini dulu disajikan sebagai hidangan pada tanggal 7 Juli untuk memperingati anak Kaisar Cina yang meninggal karena sakit pada hari itu. Sebagai tambahan tanggal 7 Juli juga merupakan Hari Yukata, sehingga banyak wanita memakai yukata menghadiri Festival Tanabata. Memang cocok ya.

Bagaimana? Sudah persiapkan wishlist untuk Tanabata? Mesti diingat bahwa wishlist pada Tanabata bukan berupa barang ya, soalnya Tanabatasama ini bukan Sinterklas 😃.

Beberapa tahun lalu saya pernah mencatat sebuah survey ranking wishlist orang Jepang waktu Tanabata yang terbanyak adalah :

1. Supaya semua anggota keluarga tetap sehat
2. Bisa melewati kehidupan yang gembira setiap hari
3. Menang lotere
4. Supaya kehidupan suami-istri awet dan berbahagia
5. Semoga Jepang dan seluruh dunia bisa hidup damai
6. Supaya bisa melakukan pekerjaan dan pelajaran
7. Supaya kondisi ekonomi dunia pulih
8. Supaya gaji naik
9. Supaya dietnya berhasil
10. Supaya tidak terjadi gempa atau bencana lainnya
11. Supaya bisa menemukan pacar yang cocok
12. Supaya bisa tetap menjaga persahabatan dengan teman-teman yang sekarang
13. Supaya bisa memiliki ………. (barang) idaman
14. Supaya bonus gaji bisa naik
15. Supaya bisa sehat dan kuat sehingga dapat bekerja keras
16. Supaya bisa menikah
17. Supaya bisa makan yang enak-enak
18. Supaya tetap awet dengan pacar yang sekarang
19. Supaya lulus ujian
20. Supaya cintaku pada yang bertepuk sebelah tangan bisa terbalaskan.

Aku SEMUA kecuali 3, 11, 16, 18, dan 20 (sudah menikah soalnya hehehe, gawat deh kalau cari lagi yang baru 😃 ).

Soal wishlist sebetulnya ini berasal dari kebiasaan yang berbeda dengan cerita orihime, tapi terjadi pada tgl yang sama. Jadi dulu pada tgl 7 Juli, di Cina ada festival Kikkoden yang merupakan waktu untuk para wanita memohon diberikan kepandaian menenun dan kerajinan lain, juga untuk pria supaya bisa menulis kaligrafi dengan baik. Jadi di sekolah terakoya, mereka menuliskan dengan kaligrafi di kertas yang kemudian digantung. Kemudian kebiasaan menulis keinginan ini diadaptasi dengan menggantungkan permohonan yang ditulis di kertas di pohon Sasa (bambu), karena konon bambu sering dipakai dalam agama Shinto karena bambu itu kuat dan tidak mudah diterbangkan angin.

Disamping itu tgl yang sama, miko (wanita Shinto) biasanya menenun tanabata (kain putih) yang dipersembahkan kepada dewa agar panen berhasil. Jadi kebiiasaan menulis wishlist di Tanzaku itu merupakan campuran dari festival yang berbeda-beda, kemudian menjadi budaya tanabata di Jepang (kebiasaan menulis tanzaku tidak ada di Cina/Korea)Orihime dan Hikoboshi sendiri tidak pernah menulis wishlist sih (yang menulis wishlist ya kita-kita yang berdoa semoga tidak menjadi seperti Orihime an Hikoboshi kan? 😃)

Legenda tanabata bukan hanya milik daerah tertentu tapi seluruh Jepang, meskipun ada kebiasaan daerah tertentu yang diselipkan, sehingga terlihat ada perbedaan pada hiasan-hiasan tanabata di setiap daerah. Perlu diketahui, dalam lagu tanabata sama (yang dinyanyikan pada tanabata festival) terdapat lirik tanzaku (wishlist) lima warna. Warna itu biru (melambangkan daun), merah(melambangan api), kuning (melambangkan tanah), putih (emas/uang) dan hitam (air). Jadi memakai warna unsur yang diperlukan manusia untuk hidup. Lima warna ini di Jepang memang dipakai dalam berbagai kegiatan agama.

 
Leave a comment

Posted by on July 7, 2021 in Uncategorized

 

MUDAN 無断 むだん

Beberapa waktu lalu saya menyelenggarakan semacam seminar bahasa Indonesia. Tidak besar memang, menurut pendaftaran hanya ada 26 orang saja. Nah, seperti sudah saya perkirakan, pasti ada yang tidak muncul pada hari H. Benar saja, ada 4 orang yang tidak hadir. Ini berarti 15% peserta tidak hadir. Dan angka ini besar lo. Hanya ada satu orang yang menghubungi saya meminta maaf karena dia tidak bisa hadir. Yang lainnya? Tidak ada kabar berita. Dan waktu saya lihat namanya, ada satu orang yang SELALU tidak hadir padahal sudah mendaftar. Saya heran pada orang-orang yang tidak bertanggung jawab seperti itu. Mungkin lain kali perlu masuk black list saja, mencontoh grup FB saya : WIBJ yang memberlakukan “penalti” bagi orang yang tidak hadir dalam workshop WIBJ tanpa pemberitahuan sebelumnya.

Tidak hadir tanpa pemberitahuan dalam bahasa Jepangnya disebut MUDAN 無断 むだん mudan kesseki 無断欠席 むだんけっせき. 無断 mudan itu tanpa izin, kesseki itu tidak hadir dan lawan katanya shusseki 出席 しゅっせき yang berarti hadir. Kalau di kantor ada istilah mudan kekkin 無断欠勤 むだんけっきん。 Kekkin itu artinya tidak masuk (kantor), jadi mudan kekkin itu tidak masuk kantor tanpa pemberitahuan. Hati-hati kalau di kantor, tidak hadir tanpa izin bisa dipecat, lo.

Pemakaian mudan yang lain adalah mudan chuusha 無断駐車 むだんちゅうしゃ, parkir tanpa izin atau parkir sembarangan. Nah kalau ini siap-siap saja membayar ¥5.000 ~¥15.000 (katanya bahkan ada tempat yang ¥50.000 hihihi)

Karena mudan 無断 berarti tanpa izin, cukup banyak kata yang bisa dipadukan, misalnya:

Mudan gaihaku 無断外泊 むだんがいはくmenginap di tempat lain tanpa izin, biasanya dilakukan oleh pasien rawat inap, yang “pulang” tanpa izin.

Mudan shiyo 無断使用 むだんしようpemakaian tanpa izin

Mudan hanbai 無断販売 むだんはんばいpenjualan tanpa izin

Mudan satsuei 無断撮影 むだんさつえい pemotretan tanpa izin

Mudan gaishutsu 無断外出 むだんがいしゅつ pergi tanpa izin

Mudan tokan 無断投函 むだんとうかん memasukkan selebaran tanpa izin ke dalam mail box. Ini sering ditulis di mail box di apartemen. Karena sering selebaran (terutama untuk adult) dimasukkan ke dalam mail box. Ada yang terang-terangan menulis “karena ada anak-anak mohon tidak memasukkan selebaran ke dalam mail box ini”.

Mudan cancel無断キャンセル cancel tanpa memberitahukan. Ini saya baca waktu saya membuat janji untuk vaksin.

Mudan keisai 無断掲載 むだんけいさいpemuatan di majalah/surat kabar tanpa izin

Mudan Shinnyu 無断侵入 むだんしんにゅうmasuk (lingkungan/wilayah) tanpa izin

Nah, yang terakhir yang perlu saya tulis di sini adalah mudan tensai. Mudan tensai 無断転載 むだんてんさい artinya mengopi tanpa izin. Jadi misalnya membagikan tulisan orang di tempatnya sendiri tanpa meminta izin, itu namanya mudan tensai. WIBJ sendiri sudah menetapkan bahwa kalau mau share tulisan seseorang di WIBJ di statusnya sendiri maka harus menuliskan nama penulis dan sumber berita di bagian atas dan bawah. Karena orang Indonesia sering meneruskan tulisan dan mengganti/menghapus nama penulisnya seakan-akan itu tulisannya sendiri.

Ini semua adalah etika dalam hidup bermasyarakat. Kita yang hidup di masyarakat Jepang harus menjaga manner kita sebagai orang asing. Kalau tidak jadi ikut, HARUS memberitahukan sebelumnya. Kalau tidak bisa sebelumnya karena mendadak/genting, harap memberitahukan segera setelah bisa. Ini menyangkut kepercayaan, lo.

Tulisan ini pernah dimuat di FB Grup “Wanita Indonesia Berkarya di Jepang”

 
2 Comments

Posted by on July 5, 2021 in Uncategorized

 

Hari Soft Cream

Kemarin tanggal 3 Juli rupanya adalah hari Soft cream, karena pada tanggal 3 Juli tahun 1951 di Taman Meiji Jinggu diadakan karnaval oleh tentara Sekutu. Nah pada saat itulah dijual soft cream pertama kali di Jepang.

Pernah penasaran tidak? Apa bedanya soft cream dan ice cream? Ice cream itu suhunya di bawah -18 derajat C sedangkan soft cream antara -7 sampai -5 derajat. Karena itu soft cream lebih lembut rasanya, kan? Konon perbedaan suhu itu juga mempengaruhi. Kenapa suhunya beda? Jadi kalau ice cream itu dibuat dipabrik dan untuk sampai ke pelanggan, hari melalui perjalanan panjang. Karena itu perlu suhu yang lebih rendah. Sedangkan soft cream dibuat langsung di depan pelanggan, jadi tidak perlu suhu begitu rendah.

Ternyata tidak selalu hari-hari panas itu menyebabkan soft cream banyak terjual, loh. Konon kalau suhu hari itu terlalu panas, malahan yang laku adalah soft cream rasa ramune, karena rasanya lebih segar. Waktu kecil dulu, saya selalu ingat dibelikan soft cream di apotik Melawai, Kebayoran Baru. Rasanya bisa pilih vanila, coklat atau mix. Saya selalu pilih yang mix. Dan menurut saya rasa soft cream di situ yang paling enak (y). Sayangnya cuma bertahan beberapa tahun saja, mungkin sewa mesinnya mahal, ya?

Sekarang sih, saya sering ingin coba soft cream rasa yang aneh-aneh. Misalnya rasa natto, rasa gyutan (lidah sapi), rasa lavender, atau rasa kecap asin (shoyu). Cuma ingin tahu saja sih 😃

Dan ternyata setelah saya periksa lagi Soft cream itu adalah JAPLISH. Seharusnya bahasa Inggrisnya Soft serve ice cream, kemudian disingkat jadi soft cream 😃

Tulisan ini pernah dimuat di FB Grup “Wanita Indonesia Berkarya di Jepang”

 
Leave a comment

Posted by on July 4, 2021 in Uncategorized