RSS

Monthly Archives: November 2021

Si Chigo san

Selamatan Shichigosan 753 七五三祝い. Bukan nama orang yang bernama Shichigo loh, tapi ini adalah peringatan yang jatuh pada tanggal 15 November setiap tahunnya terutama untuk keluarga yang punya anak-anak, baik anak lelaki maupun anak perempuan.

Sesuai dengan namanya, shichi 七 = 7, go 五 =5, dan san 三 =3. Pada hari ini mereka yang mempunyai anak perempuan berusia 3 dan 7 tahun, serta anak lelaki berusia 5 tahun (di beberapa tempat ada juga yang merayakan untuk anak lelaki berusia 3 tahun), merayakan “kesehatan” dan perkembangan anak-anak mereka dengan berdoa di Jinja atau Kuil (dan sekarang juga banyak yang merayakannya di gereja Jepang). Dan pada usia-usia inilah anak-anak ini pertama kali memakai baju tradisional Jepang, kimono 着物untuk anak perempuan dan hakama 袴 untuk anak laki-laki.

Kebiasaan ini ternyata baru dimulai pada jaman Tokugawa Tsunayoshi 徳川綱吉tanggal 15 November 1681, untuk mendoakan kesehatan anaknya Tokumatsu 徳松. Kemudian menyebar dari Edo 江戸 ke seluruh negara. Secara mudahnya, kebiasaan shichigosan ini terjadi karena dulu anak-anak berusia dibawah 7 tahun itu banyak yang sakit dan tidak bisa hidup terus. Jadi bagi yang sudah melewati tahun ke 3, ke 5 dan ke 7, orang tua kemudian mengucapkan syukur kepada dewa-dewa atas pertolongan telah melindungi anak-anaknya. Diharapkan setelah usia 7 tahun, anaknya akan tumbuh sehat terus sampai nanti upacara berikutnya pada usia 20 tahun, yaitu hari dewasa Seijin no hi 成人の日, waktu anak-anak itu dinyatakan sebagai orang dewasa.

Kenapa diperingati tanggal 15 November? ya selain dari tanggalnya Tokugawa mendoakan anaknya, juga karena menurut penanggalan kuno, pas tanggal 15 November itu Oni 鬼 (Demon) tidak ngider-ngider cari mangsa 😃, jadi kecuali pernikahan, semua selamatan bisa diadakan pada tanggal tersebut. Baru tahu bahwa ada juga waktu si Oni itu dikerangkeng ya? 😀 Pasti berkat jasa si Momotaro 😃

Tapi yang lucu ada juga yang mengatakan bahwa ditetapkan tanggal 15 itu karena 7 + 5 + 3 jadi 15 😃 Iya juga siiiih! Dasar orang Jepang, bisa aja ya 😃 Nah waktu 753 ini, keluarga membawa anaknya ke kuil dan mendoakan mereka. Tapi cukup banyak yang HANYA berfoto bersama di Photo Studio (termasuk saya untuk dua anak laki-laki). Kalau mau berfoto di Photo Studio yang terkenal harus reserve jauh-jauh hari. Cukup mahal, karena biasanya baju mereka pinjamkan juga (biasanya lengkap dengan make up segala). Belum lagi kalau pergi bersama kakek-nenek…siap-siap saja diambil foto banyak dan “dirayu” untuk membeli semua. Sepertinya semua Photo Studio (semua bisnis sih!) tahu pasti Kakek-nenek ini akan merogoh kocek terdalam DEMI cucunya 😃

Selain berpakaian kimono, anak-anak ini akan membawa kantong persegi dengan gambar burung bangau 鶴 つる atau kura-kura 亀 かめ berisi permen bulat merah-putih bertuliskan kanji 寿 ことぶき. Namanya Chitoseame 千歳飴 chotose itu dari kanji 1000千 dan usia 歳 さい, permen untuk 1000 tahun, dengan maksud anaknya dapat panjang umur. Konon permen itu berdiameter 1,5 cm dan panjangnya sampai 1 meter. Dulu semestinya dirayakan pada usia 7,5,dan 3 ini menurut kazoe doshi数え年, jadi dikurang 1 tahun (karena begitu lahir sudah berusia 1 tahun). Jadi semestinya dirayakan pada waktu anak berusia 6,4 dan 2. Tapi sekarang sudah tidak terlalu ketat sehingga bisa menurut kazoedoshi atau mannenrei満年齢 yang sesuai dengan usia sebenarnya. Sekarang pun tidak perlu pergi ke kuil khusus pada tanggal 15 November, tapi bisa kapan saja mulai bulan Oktober sampai November, memilih hari Sabtu/Minggu yang memungkinkan seluruh keluarga berkumpul bersama.

Sekian tahun yang lalu
 
Leave a comment

Posted by on November 13, 2021 in Uncategorized

 

Ritto 立冬: Awal Musim Dingin

Selamat memasuki musim dingin! Ya mulai hari ini 7 November 2021, sampai dengan tanggal 4 Februari nanti, kita berhak mengatakan kita sedang menjalani musim dingin di Jepang. Menurut kalender, hari ini adalah RITTÕ 立冬 りっとう. Tanda-tandanya air mulai membeku dan tanah mengeras. Pagi dan malam mulai mendingin. Kemudian 4 Februari ini disebut 立春 risshunりっしゅん.

Hari susu coklat panas!

Dan rupanya ada beberapa hari peringatan yang ditetapkan untuk tanggal ini. Ingatkan waktu setsubun bulan Februari kita makan sushi gulung 巻きずし Makizushi?Rupanya hari ini juga mestinya makan itu. Padahal saya tadi ke restoran sushi, tidak tahu bahwa harus makan makizushi. Sayang terlewat deh.

Ada lagi yang menetapkan bahwa tanggal ini adalah hari Yutampo 湯たんぽ. Tahu kan yutampo? Itu adalah alat pemanas sederhana yang berupa jerigen gepeng 😃 Kita harus memasukkan air panas ke dalamnya, untuk kemudian memasukkan yutampo itu dalam futon kita. Kaki bisa hangat, loh. Sebaiknya setiap rumah punya yutampo untuk persiapan jika terjadi gempa bumi dan listrik/gas tidak nyala. Paling tidak bisa menghangatkan badan dengan bantuan yutampo dan selimut. Saya juga punya, dan kadang saya pakai untuk penghangat kaki kalau sedang bekerja.

Lalu kalau lihat gambar yang saya buat, bisa tahu kan satu lagi peringatan yang jatuh pada hari ini, yaitu Hari KOKOA ココアの日, ya susu coklat. Ditetapkan oleh perusahaan pembuat cocoa bubuk, Morinaga seika, untuk mengingatkan bahwa paling enak (dan menghangatkan badan) jika minum cocoa panas pada musim dingin, lo.

Hari peringatan lainnya? Hari Nabe dan sake panas, juga hari tonkatsu (Babi goreng). 😃 Wah makanan semua nih. Memang sih, peringatan-peringatan seperti yutampo dan cocoa itu bisa-bisanya perusahaan saja untuk memopulerkan produknya. Bagaimana apakah teman-teman suka minum cocoa panas? Saya kalau tidak bisa tidur karena lapar kadang-kadang minum cocoa, lo.

 
Leave a comment

Posted by on November 8, 2021 in Uncategorized

 

Hari Budaya

Hari Budaya (Jepang)

Tanggal 3 November setiap tahun diperingati sebagai Hari Budaya/Kebudayaan di Jepang, dan merupakan hari libur nasional. Bunka no hi 文化の日, meskipun hari libur, biasanya di universitas (mahasiswanya) justru sibuk dengan penyelenggaraan festival universitas 大学祭 だいがくさい, atau bahkan masuk kuliah jika Hari Budaya itu tidak jatuh pada hari Sabtu/ Minggu.

Mengapa tanggal 3 November ditentukan sebagai Hari Budaya? Hari ini merupakan salah satu hari libur dari 15 hari libur di Jepang yang ditetapkan pada tahun 1948. Karena dalam UUD Jepang dikatakan bahwa Jepang menjunjung kebebasan, perdamaian dan kebudayaan. Dan biasanya pada hari ini di istana Kaisar diadakan penyerahan Bintang Kebudayaan 文化勲章, diadakan juga acara-acara kebudayaan, bahkan ada beberapa museum menggratiskan tiket masuk.

Bicara mengenai Bintang Kebudayaan, 文化勲章, penghargaan tertinggi dalam bidang Kebudayaan, dan memang yang terpilih adalah orang-orang Jepang yang dinilai berhasil memajukan budaya Jepang. Ada beberapa orang Jepang yang menolak pemberian Bintang tersebut dengan alasan yang sangat merendah. Salah satunya seorang artis drama, Sugimura Yoko 杉村春子menolak dengan alasan, terlalu berat untuknya, dan merasa tidak pantas menjadi wakil dari seniman-seniman yang telah meninggal di masa perang. Kakko ii 格好いい!

Selain dari Bintang Kebudayaan, berdekatan dengan Hari Budaya ini, biasanya pemerintah memberikan penghargaan kunsho untuk orang-orang sipil yang berjasa pada negara. Penghargaan Musim Gugur 秋勲章 あきくんしょう diberikan pada musim gugur, sekitar tanggal 3-7 November dan Penghargaan Musim Semi 春勲章 はるくんしょう pada musim semi sekitar Golden Week.

Untuk penghargaan ini pernah juga orang Indonesia menerimanya. Misalnya untuk tahun 2017, penghargaan diberikan kepada Kamaruddin Abdullah (Darma Persada春勲章) dan Dr. Oloan Pardomuan Siahaan (Darma Persada 秋勲章) oleh Duta Besar Jepang untuk Indonesia.

Tetapi sebenarnya Hari Budaya ini merupakan hari ulang tahun kaisar Meiji 明治天皇 (3 November 1852-30 Juli 1912), bernama asli Mutsuhito, yang merupakan kaisar Jepang ke 122. Sehingga ada pula gerakan yang ingin mengganti nama hari libur ini ke Hari Meiji. Dan ada satu hal yang baru aku ketahui di wikipedia Jepang adalah bahwa Hari Budaya ini BIASANYA cerah.

Pertanyaannya? Kapan Indonesia mempunyai Hari Budaya? Hari Seni? Konon sudah ada yang mengusulkan tgl 23 April yang adalah hari wafatnya Raden Saleh, atau 15 Mei hari kelahiran Affandi sebagai Hari Seni Rupa, tapi tetap menjadi wacana saja. Padahal di dunia ada Hari Seni Internasional pada 15 April, yang diambil dari tanggal dan bulan kelahiran seniman Leonardo da Vinci. Sepertinya sulit sekali Indonesia menetapkan Hari Seni/Budayanya, jika pemerintah belum merasa pentingnya memelihara budaya Indonesia. Hari Bahasa Indonesia pun belum ada, tetapi ada BULAN BAHASA INDONESIA yaitu bulan Oktober setiap tahunnya. Sebulan euy…. Lama dong deh sih 😃

Budaya Jepang apa yang kamu suka?

Saya suka Shokubunka 食文化 a.k.a kuliner yang paling enak hehehe. Soalnya 恥の文化 Budaya Malu itu ada positifnya dan ada negatifnya juga sih…

 
1 Comment

Posted by on November 2, 2021 in Uncategorized