RSS

Author Archives: Imelda

About Imelda

Seorang tanpa suku bangsa yang tetap mencintai Indonesia meskipun tinggal di Tokyo. Dosen bahasa Indonesia, penerjemah, editor/proof reader, narator.

Hari Laut 海の日

Tanggal 18 Senin besok tanggal merah! Tanggal 18 Juli adalah hari LAUT di Jepang. Tanggalnya berbeda-beda setiap tahunnya, karena sejak ada sistem Happy Monday (2003), pemerintah kemudian menetapkan Hari Laut jatuh pada hari Senin minggu ke 3.

Saya mengikuti perkembangan hari Laut, sejak pertama kali ditetapkan yaitu tanggal 20 Juli (dulu selalu 20 Juli) tahun 1996 (ditetapkannya tahun 1995, dan berlaku mulai tahun berikutnya). Ada banyak memori tentang Hari Laut, karena waktu itu saya kuliah di Yokohama. Bagi saya Hari Laut memang pantas dirayakan di Yokohama. Dan yang pasti Hari Laut yang tanggal 20 Juli itu berarti semester ganjil di universitas selesai (pada umumnya), dan mulai liburan musim panas. Tapi karena sekarang dipindah menjadi hari Senin, berarti harus tunggu sampai Jumatnya deh.

Kenapa tanggal 20 Juli itu Hari Laut? Sebetulnya latar belakang sejarahnya dari kapal Meiji Maru (明治丸) yang mendarat di Yokohama tanggal 20 Juli 1876. Kapal ini membawa Kaisar Meiji setelah melakukan kunjungan ke utara Jepang. Kapal Meiji Maru sendiri dipesan langsung dari Inggris untuk dipakai khusus membawa Kaisar melawat mercu suar di Jepang.  Setelah itu kapal Meiji Maru menjadi kapal pelatih yang ditambatkan di Universitas Tokyo Marine di kampus Echujima.

Nah yang menjadi pertanyaan sekarang, kenapa kapal-kapal Jepang semua bernama xx Maru. Pasti di bagian belakang namanya ada Maru 丸nya。Padahal sejak kapan kapal itu ada yang bulat ya? 😃 (丸 artinya bulat)

Rupanya Maru itu dulu awalnya dari MARO 麿, sebuah nama kesayangan yang sering dipakai untuk nama laki-laki, jaman Nara. Sekarang sih biasanya nama laki-laki (yang sudah tua) Taro atau Jiro. Kemudian nama Maro ini juga dipakai untuk anjing, kucing atau bahkan untuk pedang kesayangan. Lama-lama pengucapan berubah menjadi Maru dan Kanjinya berubah menjadi lebih mudah 丸。Akhirnya pada Jaman Meiji, peraturan perkapalan mewajibkan penggunaan Maru pada penamaan kapal-kapal.

Kalau mau melihat interior dalamnya kapal Jepang silakan berkunjung ke Yamashita Koen di Yokohama. Di situ tertambat Hikawamaru sebuah kapal pos, dan bisa masuk dengan membayar 300 yen. Selain itu di dekat Landmark Tower ada pula kapal layar Nipponmaru yang melengkapi Museum Bahari yang berada di dekatnya. Untuk memasuki Kapal Nipponmaru bisa membeli karcis masuk seharga 600 yen (kapal dan museum) atau 400 yen (kapal atau museum saja). Bisa lihat keterangannya di  https://www.nippon-maru.or.jp/english/ Saya ingat kapal Nipponmaru ini pernah berlabuh di Jakarta saat saya masih kuliah bahasa Jepang, dan kami diundang menaiki kapal ini untuk bertemu pelajar dari Asean yang sedang berlatih di kapal tersebut.

5 Mei 2013, anak-anak ikut “membantu” membentangkan layar
Kalau layar terbuka semua, penampakannya seperti ini. Keren, ya.

Kalau sempat pergi ke Nipponmaru di Yokohama ini, sebelum masuk tanyakan apakah ada Sohan Tenpan総帆展帆(そうはんてんぱん)atau pembukaan layar. Ada waktu-waktu tertentu mereka mengadakan pertunjukan cara membuka seluruh layar kapal, yang makan waktu 1 jam. Untuk anak-anak dulu dipinjamkan seragam kapten kapal, sehingga bisa berfoto dan bergaya dengan baju pelaut itu!

Yang pasti kalau berswafoto di kapal-kapal ini harap berhati-hati jangan sampai me-MARU-kan ya 😃 (baca: memalukan 😀 )

 
Leave a comment

Posted by on July 17, 2022 in Uncategorized

 

Hari Beras 100 karung

Bahasa Jepangnya “Kome Hyappyou 米百俵”. Samar-samar aku mengingat  sebuah cerita sejarah yang melatarbelakangi slogan “100 karung beras” ini. Peristiwa ini terjadi di domain (=藩 han = daerah yang dikepalai seorang Hanshu, semacam “raja kecil”)  Nagaoka, di prefektur Niigata sekitar tahun 1860-an. Saat itu daerah ini kalah perang Boshin, dan mengalami kelaparan. Melihat kondisi ini, “tetangga”nya domain Mineyama, mengirimkan 100 karung beras, dengan tujuan menyelamatkan daerah Nagaoka dari kelaparan. TETAPI, seorang petinggi daerah Nagaoka yang bernama Kobayashi Torasaburo malahan menyuruh menjual beras itu dan hasil penjualan diperuntukkan membangun sekolah.

Katanya: “Seratus karung beras itu jika dimakan akan habis dalam sekejap, tapi jika dijadikan sekolah (pendidikan) kita akan menuai hasilnya kelak, 10.000 atau 100.000 karung.” 「百俵の米も、食えばたちまちなくなるが、教育にあてれば明日の一万、百万俵となる」

Tentu saja keputusan itu dikecam oleh petinggi yang lain, namun keputusan itu tetap dijalankan dan didirikan Kokkan Gakkou 国漢学校yang menjadi cikal bakal SD Sakanoue, yang masih ada sampai sekarang. Dan semangat Kome Hyappyou ini disentil lagi oleh mantan PM Jun-ichiro Koizumi, dengan menekankan pentingnya berpikir jauh ke depan.

Yang membuat saya termenung hari ini adalah kenyataan bahwa di Jepang TIDAK ADA hari pendidikan seperti di Indonesia. Tetapi, tentu bukan berarti Jepang tidak menganggap pendidikan itu penting. Dan aku sadari bahwa dari hari olahraga (Oktober) dan hari kebudayaan (3 November) lah juga tercermin pendidikan Jepang yang sesungguhnya. SEMUA berawal dari kelompok kecil. Kerjasama dan persatuan. Maju bersama demi masa depan!

Satu lagi yang membuat saya ingat pada “100 karung beras” ini adalah sebuah buku yang dikarang Yamamoto Yuzo, seorang pengarang sastra anak-anak dan penulis skrip drama (screen play) yang terkenal. Buku “Kome Hyappyou” juga merupakan buku skrip drama. Saya melihat buku ini di museum Yamamoto Yuzo yang berada di Kichijouji, tidak jauh dari gereja saya dulu.

Museum ini merupakan bekas rumah kediaman Yamamoto Yuzo. Dari foto-foto yang ada, terlihat banyak anak-anak yang mengunjungi rumah itu dan membaca buku-buku cerita anak-anak di perpustakaan rumah itu. Ada pula foto waktu Yamamoto Yuzo berdiri berbicara di depan anak-anak itu di teras rumah. Rumahnya asri dan memang merupakan bangunan eropa.

Ada beberapa karyanya yang terkenal, tapi belum ada yang pernah kubaca. Tapi suami saya menyarankan untuk membaca kompilasinya mengenai sastra dunia yang dia terjemahkan. Hmmm kalau sastra dunia mending saya baca dalam bahasa Inggris dong hehehe.

Hari ini 15 Juni adalah peringatan Kome Hyappyo米百俵 karena sekolah Kokkan Gakkou itu diresmikan pada hari ini tahun 1870.

 
Leave a comment

Posted by on June 15, 2022 in Uncategorized

 

春彼岸

Horreee…. libur lagi 😃… tapi dingiiiiin ya 😃

Apa teman-teman sudah tahu hari ini hari libur apa?

Dalam bahasa Jepangnya 春分の日 Shunbun no hi, dari kanjinya terlihat kanji HARU yang artinya musim semi. Tadi pagi waktu saya buka FB ada tulisan “welcome spring”, dan memang secara nyata kita bisa merasakan musim semi semakin mendekat, meskipun Shunbun itu sebetulnya bukan AWAL musim semi. Awal musim semi disebut RISSHUN 立春 yaitu 1 hari sesudah Setsubun. Tepatnya Shunbun ini berada di jam 9 pada kalender tahunan 24 bagian musim. Sering dikatakan bahwa pada Shunbun no hi ini panjang malam dan siangnya sama, meskipun sebetulnya kalau diteliti lebih lanjut, siangnya sedikit lebih panjang dari malam. Shunbun no hi ini dalam bahasa Inggris disebut dengan Equinox Day.

Sebetulnya Equinox ada dua, yaitu pada musim semi Shunbun no hi 春分の日 dan pada musim gugur Shubun no hi 秋分の日. Tanggalnya tidak pasti tapi berkisar tanggal 20 atau 21 Maret dan 22 atau 23 September, ditetapkan oleh 国立天文台 (Badan Observasi Astronomi Nasional Jepang) pada awal Februari tahun sebelumnya. Nah, hari Shunbun no hi ini menjadi hari libur nasional itu sebetulnya baru-baru saja, yaitu mulai 1948 (Showa 23) yang ditetapkan dalam dengan UU hari libur Jepang (祝日法) dengan tujuan “berterima kasih kepada alam dan mencintai makhluk hidup”.

Shunbun no Hi sering disebut dengan HIGAN 彼岸, istilah dari agama Buddha. Terutama yang sering kita dengar adalah peribahasa berbunyi “Atsusa Samusamo Higan made”  暑さ寒さも彼岸まで, terutama dalam pembicaraan mengenai cuaca. Panaspun Dinginpun (hanya) sampai Higan. Memang biasanya setelah Higan, dinginnya musim dingin dan panasnya musim panas akan berkurang. (Semoga hari ini menjadi puncak dingin terakhir ya… brrrrr)

Nah, kalau setsubun kita melempar kedelai (bukan keledai ya… kegedean 😃) , waktu Higan, orang Jepang merayakan dengan apa? Higan 彼岸, seperti yang saya tulis di atas adalah istilah dalam agama Buddha. Kanji Higan sendiri baru ditempelkan sesudahnya, tapi kata Higan sering diartikan sebagai “dunia lain atau surga”. Jadi dalam agama Buddha Higan dianggap sebagai masa/waktu untuk mendoakan arwah mereka yang sudah meninggal. Dikatakan waktu, karena jika Higan itu adalah Shunbun no Hi (hari ini tanggal 21 Maret 2022), sebetulnya masa mendoakan itu dimulai sejak 3 hari sebelumnya (18 Maret, disebut Higan-iri) sampai 3 hari sesudahnya (disebut Higan-ake).

Pada waktu ini, keluarga Jepang akan お墓参り ohakamairi “nyekar” mengunjungi makam keluarga, dan mendoakan leluhurnya. Biasanya makam keluarga itu berada dalam kompleks kuil. Begitu datang, ambil ember kayu dan cidukannya, mengisi air dan mulai membasuhi batu nisan. Tidak perlu lagi membersihkan makam dari rumput seperti di Indonesia, karena biasanya sudah bersih. Setelah memberikan air pada batu nisan, menghias makam dengan bunga (biasanya menaruh di jambangan yang ada di kiri-kanan nisan) dan memasang お香 okou (dupa), keluarga akan mengatupkan kedua tangan untuk berdoa.

Selain pergi ke makam, sebetulnya orang Jepang juga mempunyai altar leluhur di rumah masing-masing. Di situ diletakkan sesaji berupa kue manis berbentuk seruni (banyak dijual set kue atau buah khusus untuk Higan), atau Botamochi 牡丹餅 atau kadang juga disebut ohagi お萩. Botamochi dan Ohagi sama bentuk dan rasanya, hanya penamaannya saja yang berbeda. Botamochi untuk Higan musim semi, dan Ohagi untuk Higan musim gugur. Botamochi ini sejenis mochi yang ditutupi dengan tumbukan kacang merah (bisa kasar atau halus). Jadi kalau biasanya pasta kacang merahnya di dalam mochi, untuk Botamochi itu di luar. Rasanya? Enak dan manis 😃 seperti makan nasi ketan 😃

Sebagai penutup tulisan hari ini, saya ingin memperkenalkan satu peribahasa 諺Kotowaza yang memakai kata BOTAMOCHI, yaitu 棚から牡丹餅 (Tana kara botamochi)yang artinya, mendapatkan keuntungan yang tidak terduga-duga. Kalau di peribahasa Indonesianya: “Bagai mendapat durian runtuh”.

Hayoooo…. teman-teman pilih botamochi atau durian? 😃😃😃

Sepertinya kalau benar-benar kejatuhan durian pasti sakit ya? Saya pilih botamochi saja deh, empuk dan enak… apalagi kalau jatuhnya langsung di mulut hehehe.

 
Leave a comment

Posted by on March 21, 2022 in Uncategorized

 

DAGASHI だがし

Dagashi ditulis dalam kanji adalah  駄菓子. Apa itu sebenarnya Dagashi? Kebanyakan dari kita tahu bahwa ada unsur kata KASHI 菓子 yang berarti kue/snack. Lalu DA 駄 ya apa dong? MUDA 無駄 (boros/tidak berguna)?hehehe Kalau MUDA nya bahasa Indonesia itu BENAR sekali, karena yang makan DAGASHI itu biasanya masih muda, atau anak-anak. DAGASHI memang terkenal di antara anak-anak karena harganya murah. Biasanya sekitar 5 sampai 100 yen.

Padahal kalau membuka kamus, ada banyak pengertian DAGASHI, misalnya “Kue yang terbuat dari udang, gandum, awa (Jawawut), hie (sejenis jawawut), kacang dll yang harganya murah”. Nah yang memenuhi kriteria ini sebetulnya namanya Kyododagashi 郷土駄菓子. Ada yang namanya Sendaidagashi, Aizudagashi, Himejidagashi dll. Kalau ingin tahu seperti apa, bisa googling, tapi cukup banyak jenisnya, dan saya lihat itu seperti karinto (kue yang dibalut gula) atau FU (麩菓子snack ringan seperti makan kapas :D) . Kue ini disebut juga dengan zatsugashi karena dibuat dari bahan murah dan gulanya juga murah, bukan gula putih yang lebih mahal.

Lalu ada definisi kedua yaitu 一文菓子(いちもんがし) alias KUE MURAH, satu sekeping (uang). Ya 5 yen, 10 yen, 50 yen atau beberapa keping dari logam-logam itu. Murah atau tidak, bergizi atau tidak, tidak menjadi masalah. Siapa saja yang memakannya akan merasa senang. Apalagi anak-anak masih membutuhkan kalori tambahan, jadi memang dagashi itu menarik.

Dagashi ini mulai populer pada zaman Edo, sebagai kudapan masyarakat. Kalau bangsawan tentu makannya lebih mahal yang memakai bahan lebih mahal seperti beras dan gula (mochi dll). Kemudian setiap zaman memberikan warna dalam variasi kue-kue dagashi ini, bahkan akhirnya segala macam remahan ramen kering, jeli panjang, dan permen karet juga masuk ke dalam kategori dagashi. Kue-kue murah ini dijual di toko khusus bernama Dagashi-ya. Ciri khas kue ini jika di daerah perkotaan, hanya dibuka sesudah sekolah selesai sampai pada bel sore berbunyi. Coba perhatikan apakah di daerah teman-teman masih ada toko seperti rumahan begitu. Waktu saya tinggal di Nerima, ada toko dagashi seperti itu, dan saya juga pernah diajak anak mengunjunginya. Saya ikut merasakan senangnya anak-anak melihat begitu banyak macam kue yang murah. Di situ juga anak-anak bisa belajar berhitung, loh. Apakah cukup uang sakunya jika membeli beberapa kue.

Namun memang dagashiya itu semakin berkurang. Sekarang beberapa dagashi sudah masuk konbini atau di supermarket di pojok khusus yang biasanya ditaruh di rak paling bawah sehingga anak kecil bisa meraihnya. Saya ingat sekali anak saya membeli permen karet dengan gambar Felix the Cat seharga 10 yen di konbini. Jika buka bungkusnya dan mendapat tulisan あたり, kemudian bisa menukarnya dengan permen karet satu lagi.

Foto dari Amazon

Atau jika ibu-ibunya mau memberikan dagashi kepada anak-anak, sekarang bisa membeli satu kotak dagashi campur 駄菓子盛り合わせ (Dagashi moriawase) dengan harga dan isi bervariasi. Saya juga pernah membeli untuk pesta anak-anak. Praktis (便利Benri) sekali.

Mengapa saya tiba-tiba menulis tentang Dagashi, karena saya membaca bahwa hari ini tanggal 12 Maret adalah hari Dagashi だがしの日 (tidak ditulis dengan kanji supaya anak-anak bisa baca). Memang skala kecil, karena ditetapkan oleh sebuah organisasi yang bernama “DAGASHIで世界を笑顔にする会“ secara harfiah artinya “Perkumpulan untuk membuat dunia tersenyum dengan Dagashi” pada tahun 2015. Perkumpulan ini adalah perkumpulan produsen dan mereka yang berhubungan dengan dagashi.

Kenapa dipilih tanggal 12 Maret? Karena hari ini merupakan hari meninggalnya 田道間守(たじまもり) Dajima Mori yang menjadi Dewa Kue di kuil Nakashima Jinja di Hyogo.

Kalau kamu suka Dagashi yang mana?

Kalau saya suka yang namanya Morokko Yoguruモロッコヨーグル, seperti krim manis-manis segar gitu. Kadang pengen cari sih 😀

Morokko Yoguru
 
Leave a comment

Posted by on March 12, 2022 in Uncategorized

 

Risshun 立春

Ada yang lihat upacara pembukaan olimpiade musim dingin di Beijing kemarin malam tgl 4 Februari 2022? Waktu ada kembang api, tertulislah 立春 SPRING. Memang kemarin itu  adalah Risshun 立春yang merupakan awal musim semi, meskipun tidak berarti udara akan memanas….. masih lama. Kebayang tidak announcer kemairn mengatakan bahwa suhu di tempat pertandingan sampai minus 20 derajat. Meskipun memang di Jepang hari hangat akan mulai sering. Tapi yang bisa disadari, jika sebelumnya pukul 4 atau 5 sore sudah gelap, sekarang waktu gelap akan mundur.

Semua memang menantikan datangnya musim semi. Setelah merayakan setsubun tgl 3 Februarinya, waktu yang ditunggu adalah 春分の日 shunbun no hi atau 春彼岸 haru higan pada tanggal 21 Maret. Nah kalau sudah higan biasanya sudah mulai hangat deh.

Sumber: https://www.jalan.net/news/article/518773/

Perhitungan semacam ini disebut  Nijuusekki 二十節気 (24 posisi matahari). Dalam kalender lunisolar Asia Timur, satu tahun dibagi menjadi 24 posisi matahari berdasarkan pembagian ekliptika (lintasan yang dilalui matahari seperti terlihat dari bumi) menjadi 24 bagian dengan jarak bujur 15°satu sama lainnya.  Dalam pembagian satu tahun menjadi 4 musim, setiap musim dibagi menjadi 6 posisi matahari yang masing-masing lamanya 15 hari.  Setiap posisi matahari diberi nama yang melambangkan fenomena alam dan musim. Sistem ini berasal dari Cina dan juga digunakan di Korea, Jepang, dan Vietnam (memakai kanji).

BujurTerjemahanIstilah JepangTanggal +/ 1 hariKeterangan
315°Awal Musim Semi立春
risshun
Feb 4
330°Air hujan雨水
usui
Feb 19Lebih banyak hujan daripada salju
345°Bangunnya serangga啓蟄
keichitsu
Mar 6Secara harafiah berarti bangunnya serangga yang tidur.
Equinox musim semi春分
shunbun
Mar 21Pusat musim semi. Panjangnya malam dan siang sama.
15°Bersih dan terang清明
seimei
Apr 5
30°Hujan gandum穀雨
kokuu
Apr 20Hujan membantu gandum tumbuh
45°Awal musim panas立夏
rikka
May 6
60°Gandum penuh小満
shōman
May 21Gandum menjadi gemuk
75°Jenggot gandum芒種
bōshu
Jun 6
90°Titik balik matahari pada musim panas夏至
geshi
Jun 21 solstice
105°Sedikit panas小暑
shōsho
Jul 7
120°Banyak panas大暑
taisho
Jul 23
135°Awal musim gugur立秋
risshū
Aug 8
150°Sisa panas処暑
shosho
Aug 23
165°Embun putih白露
hakuro
Sep 8Kandungan air membuat embun putih
180°Equinox musim gugur秋分
shūbun
Sep 23Panjangnya siang dan malam sama
195°Embun dingin寒露
kanro
Oct 8
210°Turunnya embun es霜降
sōkō
Oct 23
225°Awal musim dingin立冬
rittō
Nov 7
240°Sedikit salju小雪
shōsetsu
Nov 22
255°Banyak salju大雪
taisetsu
Dec 7
270°Titik balik matahari pada musim dingin冬至
tōji
Dec 22Solstice (sejatinya musim dingin dimulai tgl ini)
285°Sedikit dingin小寒
shōkan
Jan 6
300°Banyak dingin大寒
daikan
Jan 20

Sumber wikipedia

Jadi kalau menurut solar term ini Musim di Jepang seharusnya:

Musim semi : dari Risshun  立春 4 Feb sampai 5 Mei

Musim Panas : dari Rikka 立夏 6 Mei sampai 7 Agustus)

Musim Gugur : dari Risshu  立秋  8 Agustus sampai 6 November

Musim Dingin : dari Ritto  立冬  7 November sampai 3 Februari

Tapi jika mengikuti astrologi barat maka:

Musim Semi : dari 21 Maret sampai 21 Juni
Musim Panas : dari 22 Juni sampai 22 September
Musim Gugur : dari 23 September sampai 21 Desember
Musim Dingin : dari 22 Desember sampai 20 Maret

Warga Jepang sangat menyesuaikan kehidupannya dengan musim. Jadi memasuki musim semi, mereka akan mencari bahan makanan yang 旬 shun, sesuai musim. Pada musim semi, mereka akan makan ikan Shirouo (ikan transparan seperti teri), atau torafugu yang banyak ditangkap pada musim semi.

Tapi…. musim semi berarti banyak serbuk (kafun) pinus beterbangan, dan ini menyebabkan alergi. Jadi kontradiksi sekali, ingin cepat musim semi supaya hangat, tapi ingin jangan musim semi karena kafun 😀

 
Leave a comment

Posted by on February 5, 2022 in Uncategorized

 

Setsubun 節分

Oni wa soto, ehomaki wa kuchi 😀

Hari ini tanggal 3 Februari adalah hari Setsubun 節分. Biasanya jika kita katakan Setsubun orang akan berkata “Oh Oni wa soto” itu ya? Yang lempar kacang kedelai itu ya? Yang bulan Februari ya? Padahal sebetulnya Setsubun itu ada 4 kali dalam setahun. Karena setsubun sebetulnya berarti Kisetsu wo wakeru 季節を分ける, membagi musim. Dan musim dalam setahun itu kan ada empat 春夏秋冬, jadi selayaknya Setsubun juga ada 4. Tapi memang yang terkenal adalah Setsubun menjelang musim semi, sehari sebelum 立春 risshun.

Awalnya memang kebiasaan dari China yang dipakai oleh Kaisar Monmu (736) sebagai upacara mengusir ONI (saya terjemahkan setan saja ya? yang dalam hal ini penyakit karena pergantian musim) di kalangan istana, dan mulai menyebar di masyarakat biasa pada jaman Muromachi (1338-1573). Dahulu ada kebiasaan untuk mengusir ONI ini dengan menaruh HIIRAGIIWASHI柊鰯, yaitu hiasan dari kepala ikan Iwashi yang ditusuk dengan daun Hiiragi (daun yang bersudut tajam). Bau kepala ikan dan sudut tajam daun dipercaya bisa mengusir ONI. Tapi itu dulu!

Sekarang tinggal dua kebiasaan yang dilakukan, yaitu

1. Melempar kacang kedelai ke arah luar. Diharapkan dengan lemparan kedelai ini sang setan (ONI) akan lari dan membawa pergi kesialan dan penyakit bersamanya. Sambil melempar kedelai ke arah luar rumah biasanya kita akan berkata, “Oni wa soto, fuku wa uchi (Setan pergilah, keberuntungan/kebahagiaan datanglah)”. Anak-anak biasanya akan memakai topeng Oni, dan melemparkan kedelainya. Anak-anak juga akan mengambil kacang kedelai (selain yang dilempar) sesuai umurnya untuk dimakan. Jadi kalau umur 9 tahun, mengambil 9 butir kacang untuk dimakan. Dengan makan kacang kedelai ini, diharapkan badan menjadi kuat dan tetap sehat serta tidak terkena masuk angin, penyakit yang umum di musim dingin.

Yang lucunya, saya membaca bahwa di daerah Hokkaido, Jepang utara dan Kyushu selatan, yang dilempar adalah kacang tanah. Alasannya, kacang tanah yang masih berkulit itu sesudah dilempar dapat lebih mudah dikumpulkan dan dimakan (emak tidak mau rugi 😃). Iya sih, kalau mau mengumpulkan kacang kedelai yang sudah dilempar sulit juga dan kotor kan. Biasanya ibu-ibu akhirnya mengumpulkan pakai sapu saja, kemudian langsung dibuang ke tong sampah.

Kadang-kadang di sekolah akan muncul orang berkostum ONI, biru Ao-Oni dan merah Aka-Oni, datang dan menggoda anak-anak. Kemudian anak-anak akan melemparkan kacang ke arah ONI itu. Di penitipan anak atau TK biasanya banyak anak yang takut dan menangis. (wajar ya 😃)

2. Makan sushi gulung malu-malu. Loh kok malu-malu? Sebetulnya sih bukan malu tapi maru. Tapi bagi orang Jepang kan pengucapan “malu” dan “maru” itu sama, jadi ya saya katakan saja malu-malu 😃Maru itu adalah bulat. Terus terang saya pernah bingung melihat nama toko di Shibuya yang hanya bertuliskan OIOI kok dibaca Marui. Ternyata O nya itu Maru = bulat dan I nya ya dibaca i. Memang membaca tulisan di Jepang kadang perlu putar otak untuk bisa mengerti artinya, meskipun kita sudah bisa bahasa Jepang.

Tapi dengan adanya kata maru yang berarti bulat itu juga, bisa membuat orang Jepang yang belajar bahasa Indonesia cepat hafal kata “malu”. Biasanya saya mengajarkan “Maru hadaka de Malu hazukashii” (Telanjang BULAT jadi Malu). Biasanya sih tokcer tuh untuk menghafal kata malu.

OK, kembali ke topik, jadi pada peringatan SETSUBUN ini ada kebiasaan untuk makan sushi bulat-bulat, sushi yang berbentuk gulung, yang memang juga “bulat padat” berisi 7 macam “lauk”. Namanya “Marukaburi” まるかぶり atau “Ehomaki” 恵方まき. Dan ternyata waktu saya mencari informasi, eho berarti lucky direction, arah mujur. Mewakili 7 dewa, yang disebut Shichifukujin七福神, 7 macam “lauk” diisi dalam nasi sushi untuk kemudian dilinting.

Tujuh jenis lauk itu adalah kanpyo (sejenis mentimun yang dikeringkan), ketimun, jamur, rumput laut, unagi (belut) dan abon denpun, telur dadar, atau yang lainnya. Bahkan pasti ada yang pernah lihat di TV ada yang membuat ehomaki berbalut emas senilai 50.000 yen saja! (Mau dong mentahnya hehehe)

Nah, kalau membeli ehomaki di toko, biasanya akan diberikan kertas berisi cara makan sushi gulung ini. Di situ biasanya tertulis arah mujur tahun tersebut (setiap tahun beda), dan untuk tahun 2022 adalah 北北西微北 (hoku hoku seibihoku)  mudahnya arah utara sedikit ke barat,deh. Jadi sambil menghadap ke arah ini kita makan bulat-bulat sampai habis satu batang sushi gulung ini (jangan satu suapan ya… nanti keselek 😃) . Dan sembari makan membatinkan keinginan untuk tahun ini. Misalnya supaya lulus ujian, dapat pacar, sehat dll.

Kebiasaan makan Ehomaki ini termasuk kebiasaan yang baru timbul, sekitar jaman Tokugawa – Meiji dan bisnis memang berperan dalam penyebaran kebiasaan ini, dengan mengatakan : “Kalau makan ehomaki satu tanpa berhenti maka penyakit menjauh dan keberuntungan mendekat, tapi kalau berhenti di tengah-tengah berarti melepaskan keberuntungan”.

Tapi zaman modern sekarang bahkan sudah banyak yang mulai mengganti kebiasaan makan ehomaki dengan bolu gulung, pokoknya bulat digulung-gulung deh. Mungkin kita bisa kenalkan lemper, arem-arem atau gogos sebagai pengganti ehomaki ya? 😃

Bagaimana? Sudah siap dengan kacang kedelai dan ehomaki?Jangan lupa siapkan sapu juga ya 😃.

 
Leave a comment

Posted by on February 3, 2022 in Uncategorized

 

Winter Solstice

Bahasa Jepangnya Touji 冬至 .Tanggal 22 Desember 2021 menurut penanggalan Jepang adalah TOUJI冬至, bahasa Inggrisnya Winter Solstice. Tadi saya lihat teman saya mengatakan di Singapore (Etnis China) merayakan Dōngzhì Festival dan menikmati mochi seperti wedang ronde (jadi pengen deh).

Memang Winter Solstice ini sepertinya dirayakan meriah di Asia Timur ya? Pemikirannya bahwa pada hari ini memang matahari (siang) akan terpendek, tapi berarti mulai hari ini juga matahari semakin panjang, kan? Jadi dianggap sebagai hari kelahiran alam (matahari), sehingga dari zaman dahulu sudah dirayakan besar-besaran.

Nah, kalau Jepang?Jepang hanya mengetahui bahwa “pada hari ini siangnya terpendek dalam setahun” karena posisi matahari di bumi belahan utara berada pada derajat merendah ke arah selatan. (Kalau di gambar berada di sekitar jam 2). Dan mulai Touji ini, berarti kita sudah memasuki FUYU HONBAN冬本番, the real winter! (Siap-siap makin dingin ya 😃 ).

Di Jepang tidak ada perayaan khusus, tapi ada kebiasaan orang Jepang untuk makan labu/waluh pada hari Touji ini, dan berendam air panas dengan Yuzu 柚子 (sejenis jeruk).Tetapi sebetulnya alasan makan labu kuning/waluh itu karena nama labu dalam bahasa Jepang adalah KABOCHA yang di tulis dengan kanjinya 南瓜 atau bisa dibaca dengan なんきんNANKIN, jadi berakhiran huruf N ん. Dipercaya bahwa pada Touji ini baik atau mengundang keberuntungan jika makanan sesuatu yang berakhiran huruf N ん. Alasannya, ん adalah huruf terakhir dalam deretan huruf Jepang. Ini juga ditarik kesamaannya dengan matahari yang mendekati akhir (terpendek), seakan mengucapkan “otsukaresama” kepada matahari. Sehingga menutup tahun dengan matahari terpendek ini, dikaitkan dengan huruf ん. Filosofi orang Jepang yang dalam ya. Berterima kasih pada matahari yang selama ini sudah menerangi kita.

Jadi, sebetulnya boleh dong makan にんじんninjin (wortel), れんこん renkon, だいこんdaikon, ぎんなんginnan, きんかんkinkan, かんてんkanten (agar-agar) danうんどんundon (udon). Bisa dilihat kebanyakan pakai 2 ん kan, jadi lebih bagus lagi deh (y) . Tambah bagus lagi kalau untuk kita, orang Indonesia jika makan RAWON らわぉんdan RENDAN れんだん! Hahaha yeay… orang Indonesia memang selalu beruntung! (saya akan semakin beruntung kalau ada yang kirim rendang nih)

Lanjut dengan cerita si labu yang bernama なんきん Nankin. Banyak orang mengetahui bahwa labu adalah masakan musim dingin, tapi sebenarnya labu itu sebetulnya sayuran musim panas loh. Dibawa dari selatan 南, sehingga namanya pun menjadi 南瓜, uri (timun) selatan. Tapi meskipun sayuran musim panas, labu bisa tahan lama disimpan. Selain filosofi tahan lama, kabocha mengandung vitamin A dan B- karotin, sehingga menyehatkan tubuh. Tubuh yang sehat diperlukan dalam menghadapi suhu yang terus menurun kan? Apalagi pada hari Touji juga dipercaya bahwa matahari sudah mencapai titik terendah itu berarti juga kondisinya lemah. Sambil menunggu matahari baru, perlu untuk menjaga kesehatan. Untuk menghangatkan badan, kita juga diharapkan berendam di air panas yang ditaruh buah Yuzu ゆず湯. Konon Yuzu 柚子 mengandung Vitamin C dan asam citrat yang dapat memperlancar peredaran darah dan mencegah masuk angin. Masukkan 1-2 buah Yuzu dalam bak mandi begitu saja, atau kalau mau lebih tercium harumnya Yuzu, bisa memotong Yuzu menjadi dua dan masukkan ke bak. Tapi memang kulit nya akan mengotori air dalam bak dan menyusahkan waktu membersihkan. Saran saya untuk memudahkan membersihkan bak nantinya, masukkan potongan Yuzu ke dalam saringan sampah dapur atau bekas net buah dan ikat. Setelah selesai tinggal buang saja … poi ポイ―!

Selamat makan wedang ronde, rawon dan rendang ya 😃 …dan semoga teman-teman tetap sehat dalam “bebersih besar-besaran a.k.a. oosoji 大掃除” , menyambut Natal bagi yang beragama kristen, dan menutup tahun 2021.

Tulisan ini pernah dimuat di FB Grup “Wanita Indonesia Berkarya di Jepang” dengan sedikit perubahan.

 
Leave a comment

Posted by on December 21, 2021 in Uncategorized

 

Si Chigo san

Selamatan Shichigosan 753 七五三祝い. Bukan nama orang yang bernama Shichigo loh, tapi ini adalah peringatan yang jatuh pada tanggal 15 November setiap tahunnya terutama untuk keluarga yang punya anak-anak, baik anak lelaki maupun anak perempuan.

Sesuai dengan namanya, shichi 七 = 7, go 五 =5, dan san 三 =3. Pada hari ini mereka yang mempunyai anak perempuan berusia 3 dan 7 tahun, serta anak lelaki berusia 5 tahun (di beberapa tempat ada juga yang merayakan untuk anak lelaki berusia 3 tahun), merayakan “kesehatan” dan perkembangan anak-anak mereka dengan berdoa di Jinja atau Kuil (dan sekarang juga banyak yang merayakannya di gereja Jepang). Dan pada usia-usia inilah anak-anak ini pertama kali memakai baju tradisional Jepang, kimono 着物untuk anak perempuan dan hakama 袴 untuk anak laki-laki.

Kebiasaan ini ternyata baru dimulai pada jaman Tokugawa Tsunayoshi 徳川綱吉tanggal 15 November 1681, untuk mendoakan kesehatan anaknya Tokumatsu 徳松. Kemudian menyebar dari Edo 江戸 ke seluruh negara. Secara mudahnya, kebiasaan shichigosan ini terjadi karena dulu anak-anak berusia dibawah 7 tahun itu banyak yang sakit dan tidak bisa hidup terus. Jadi bagi yang sudah melewati tahun ke 3, ke 5 dan ke 7, orang tua kemudian mengucapkan syukur kepada dewa-dewa atas pertolongan telah melindungi anak-anaknya. Diharapkan setelah usia 7 tahun, anaknya akan tumbuh sehat terus sampai nanti upacara berikutnya pada usia 20 tahun, yaitu hari dewasa Seijin no hi 成人の日, waktu anak-anak itu dinyatakan sebagai orang dewasa.

Kenapa diperingati tanggal 15 November? ya selain dari tanggalnya Tokugawa mendoakan anaknya, juga karena menurut penanggalan kuno, pas tanggal 15 November itu Oni 鬼 (Demon) tidak ngider-ngider cari mangsa 😃, jadi kecuali pernikahan, semua selamatan bisa diadakan pada tanggal tersebut. Baru tahu bahwa ada juga waktu si Oni itu dikerangkeng ya? 😀 Pasti berkat jasa si Momotaro 😃

Tapi yang lucu ada juga yang mengatakan bahwa ditetapkan tanggal 15 itu karena 7 + 5 + 3 jadi 15 😃 Iya juga siiiih! Dasar orang Jepang, bisa aja ya 😃 Nah waktu 753 ini, keluarga membawa anaknya ke kuil dan mendoakan mereka. Tapi cukup banyak yang HANYA berfoto bersama di Photo Studio (termasuk saya untuk dua anak laki-laki). Kalau mau berfoto di Photo Studio yang terkenal harus reserve jauh-jauh hari. Cukup mahal, karena biasanya baju mereka pinjamkan juga (biasanya lengkap dengan make up segala). Belum lagi kalau pergi bersama kakek-nenek…siap-siap saja diambil foto banyak dan “dirayu” untuk membeli semua. Sepertinya semua Photo Studio (semua bisnis sih!) tahu pasti Kakek-nenek ini akan merogoh kocek terdalam DEMI cucunya 😃

Selain berpakaian kimono, anak-anak ini akan membawa kantong persegi dengan gambar burung bangau 鶴 つる atau kura-kura 亀 かめ berisi permen bulat merah-putih bertuliskan kanji 寿 ことぶき. Namanya Chitoseame 千歳飴 chotose itu dari kanji 1000千 dan usia 歳 さい, permen untuk 1000 tahun, dengan maksud anaknya dapat panjang umur. Konon permen itu berdiameter 1,5 cm dan panjangnya sampai 1 meter. Dulu semestinya dirayakan pada usia 7,5,dan 3 ini menurut kazoe doshi数え年, jadi dikurang 1 tahun (karena begitu lahir sudah berusia 1 tahun). Jadi semestinya dirayakan pada waktu anak berusia 6,4 dan 2. Tapi sekarang sudah tidak terlalu ketat sehingga bisa menurut kazoedoshi atau mannenrei満年齢 yang sesuai dengan usia sebenarnya. Sekarang pun tidak perlu pergi ke kuil khusus pada tanggal 15 November, tapi bisa kapan saja mulai bulan Oktober sampai November, memilih hari Sabtu/Minggu yang memungkinkan seluruh keluarga berkumpul bersama.

Sekian tahun yang lalu
 
Leave a comment

Posted by on November 13, 2021 in Uncategorized

 

Ritto 立冬: Awal Musim Dingin

Selamat memasuki musim dingin! Ya mulai hari ini 7 November 2021, sampai dengan tanggal 4 Februari nanti, kita berhak mengatakan kita sedang menjalani musim dingin di Jepang. Menurut kalender, hari ini adalah RITTÕ 立冬 りっとう. Tanda-tandanya air mulai membeku dan tanah mengeras. Pagi dan malam mulai mendingin. Kemudian 4 Februari ini disebut 立春 risshunりっしゅん.

Hari susu coklat panas!

Dan rupanya ada beberapa hari peringatan yang ditetapkan untuk tanggal ini. Ingatkan waktu setsubun bulan Februari kita makan sushi gulung 巻きずし Makizushi?Rupanya hari ini juga mestinya makan itu. Padahal saya tadi ke restoran sushi, tidak tahu bahwa harus makan makizushi. Sayang terlewat deh.

Ada lagi yang menetapkan bahwa tanggal ini adalah hari Yutampo 湯たんぽ. Tahu kan yutampo? Itu adalah alat pemanas sederhana yang berupa jerigen gepeng 😃 Kita harus memasukkan air panas ke dalamnya, untuk kemudian memasukkan yutampo itu dalam futon kita. Kaki bisa hangat, loh. Sebaiknya setiap rumah punya yutampo untuk persiapan jika terjadi gempa bumi dan listrik/gas tidak nyala. Paling tidak bisa menghangatkan badan dengan bantuan yutampo dan selimut. Saya juga punya, dan kadang saya pakai untuk penghangat kaki kalau sedang bekerja.

Lalu kalau lihat gambar yang saya buat, bisa tahu kan satu lagi peringatan yang jatuh pada hari ini, yaitu Hari KOKOA ココアの日, ya susu coklat. Ditetapkan oleh perusahaan pembuat cocoa bubuk, Morinaga seika, untuk mengingatkan bahwa paling enak (dan menghangatkan badan) jika minum cocoa panas pada musim dingin, lo.

Hari peringatan lainnya? Hari Nabe dan sake panas, juga hari tonkatsu (Babi goreng). 😃 Wah makanan semua nih. Memang sih, peringatan-peringatan seperti yutampo dan cocoa itu bisa-bisanya perusahaan saja untuk memopulerkan produknya. Bagaimana apakah teman-teman suka minum cocoa panas? Saya kalau tidak bisa tidur karena lapar kadang-kadang minum cocoa, lo.

 
Leave a comment

Posted by on November 8, 2021 in Uncategorized

 

Hari Budaya

Hari Budaya (Jepang)

Tanggal 3 November setiap tahun diperingati sebagai Hari Budaya/Kebudayaan di Jepang, dan merupakan hari libur nasional. Bunka no hi 文化の日, meskipun hari libur, biasanya di universitas (mahasiswanya) justru sibuk dengan penyelenggaraan festival universitas 大学祭 だいがくさい, atau bahkan masuk kuliah jika Hari Budaya itu tidak jatuh pada hari Sabtu/ Minggu.

Mengapa tanggal 3 November ditentukan sebagai Hari Budaya? Hari ini merupakan salah satu hari libur dari 15 hari libur di Jepang yang ditetapkan pada tahun 1948. Karena dalam UUD Jepang dikatakan bahwa Jepang menjunjung kebebasan, perdamaian dan kebudayaan. Dan biasanya pada hari ini di istana Kaisar diadakan penyerahan Bintang Kebudayaan 文化勲章, diadakan juga acara-acara kebudayaan, bahkan ada beberapa museum menggratiskan tiket masuk.

Bicara mengenai Bintang Kebudayaan, 文化勲章, penghargaan tertinggi dalam bidang Kebudayaan, dan memang yang terpilih adalah orang-orang Jepang yang dinilai berhasil memajukan budaya Jepang. Ada beberapa orang Jepang yang menolak pemberian Bintang tersebut dengan alasan yang sangat merendah. Salah satunya seorang artis drama, Sugimura Yoko 杉村春子menolak dengan alasan, terlalu berat untuknya, dan merasa tidak pantas menjadi wakil dari seniman-seniman yang telah meninggal di masa perang. Kakko ii 格好いい!

Selain dari Bintang Kebudayaan, berdekatan dengan Hari Budaya ini, biasanya pemerintah memberikan penghargaan kunsho untuk orang-orang sipil yang berjasa pada negara. Penghargaan Musim Gugur 秋勲章 あきくんしょう diberikan pada musim gugur, sekitar tanggal 3-7 November dan Penghargaan Musim Semi 春勲章 はるくんしょう pada musim semi sekitar Golden Week.

Untuk penghargaan ini pernah juga orang Indonesia menerimanya. Misalnya untuk tahun 2017, penghargaan diberikan kepada Kamaruddin Abdullah (Darma Persada春勲章) dan Dr. Oloan Pardomuan Siahaan (Darma Persada 秋勲章) oleh Duta Besar Jepang untuk Indonesia.

Tetapi sebenarnya Hari Budaya ini merupakan hari ulang tahun kaisar Meiji 明治天皇 (3 November 1852-30 Juli 1912), bernama asli Mutsuhito, yang merupakan kaisar Jepang ke 122. Sehingga ada pula gerakan yang ingin mengganti nama hari libur ini ke Hari Meiji. Dan ada satu hal yang baru aku ketahui di wikipedia Jepang adalah bahwa Hari Budaya ini BIASANYA cerah.

Pertanyaannya? Kapan Indonesia mempunyai Hari Budaya? Hari Seni? Konon sudah ada yang mengusulkan tgl 23 April yang adalah hari wafatnya Raden Saleh, atau 15 Mei hari kelahiran Affandi sebagai Hari Seni Rupa, tapi tetap menjadi wacana saja. Padahal di dunia ada Hari Seni Internasional pada 15 April, yang diambil dari tanggal dan bulan kelahiran seniman Leonardo da Vinci. Sepertinya sulit sekali Indonesia menetapkan Hari Seni/Budayanya, jika pemerintah belum merasa pentingnya memelihara budaya Indonesia. Hari Bahasa Indonesia pun belum ada, tetapi ada BULAN BAHASA INDONESIA yaitu bulan Oktober setiap tahunnya. Sebulan euy…. Lama dong deh sih 😃

Budaya Jepang apa yang kamu suka?

Saya suka Shokubunka 食文化 a.k.a kuliner yang paling enak hehehe. Soalnya 恥の文化 Budaya Malu itu ada positifnya dan ada negatifnya juga sih…

 
1 Comment

Posted by on November 2, 2021 in Uncategorized