RSS

Category Archives: Uncategorized

川の流れのように

misora

Hari ini 80  tahun yang lalu, seorang penyanyi legenda Jepang lahir. Tidak ada orang Jepang yang tidak mengenal namanya: Misora Hibari. Sayang hidupnya hanya sampai usia 52 tahun, tapi lagu-lagunya selalu dikenang masyarakat Jepang. Misora Hibari yang bernama asli: Kato Kazue pun mendapat gelar “Pahlawan Nasional” Jepang dari PM Jepang pada tahun kematiannya 1989. Salah satu lagunya yang kusuka (karena liriknya) dan pernah kunyanyikan dalam lomba karaoke untuk mahasiswa asing adalah : Kawa no nagare no youni. Kalau diterjemahkan menjadi Bagaikan Aliran Sungai

Liriknya seperti ini: (diterjemahkan oleh Imelda)

Tanpa disadari, kita berjalan terus

melewati jalan yang kecil dan panjang ini

Jika kita menoleh ke belakang

terlihatlah di kejauhan kampung halaman kita.

jalan yang berlubang-lubang

jalan yang berkelok-kelok

yang tidak terdapat dalam peta

Begitulah juga hidup

Ah, bagaikan aliran sungai

perlahan-lahan melewati berapa masa

Ah, bagaikan aliran sungai

tanpa henti hingga senja menghias angkasa

Hidup itu bagai perjalanan

jalan yang tak ada henti

didampingi kekasih hati

mencari mimpi bersama

dalam jalan berlumpur

yang dibasahi hujan

entah kapan pasti akan cerah kembali

Ahhh, bagaikan aliran sungai yang tenang

kita serahkan badan ini

Ahhh, bagaikan aliran sungai

berlalu terus sepanjang musim

menanti salju mencair

Ahhh, bagaikan aliran sungai yang tenang

kita serahkan badan ini

Ahhh, bagaikan aliran sungai

sampai kapanpun

sambil mendengarkan gemercik penuh damai

************

Konon model sungai yang digambarkan dalam lagu ini adalah East River di New York, karena penulis lirik lagu, Akimoto Yasushi pernah tinggal di New York.

 
Leave a comment

Posted by on May 29, 2017 in Uncategorized

 

大大吉 = Untung Sekali Banget deh :D

Biasanya kalau kita membeli kertas ramalan omikuji おみくじ di kuil Jepang ada tulisan Kichi 吉、shokichi 小吉、chuukichi 中吉 dan daikichi 大吉. Kichi artinya `untung` , jadi ada untung (biasa), untung kecil (sedikit), untung sedang dan untung sekali. Ini yang biasa aku temukan, jika ada orang sekitarku beli omikuji . Dan sebetulnya ada juga yang malang atau kyou 凶 dengan tingkatan yang sama dengan `untung` di atas. Semestinya ada lagi tingkatan yang lebih detil, tapi cukup yang sering saja.

Kertas itu selain bertuliskan peruntungan orang yang menariknya, juga bertuliskan detil mengenai arah yang harus dihindari (feng sui), atau akan kehilangan barang apa, mengenai asmara dan pernikahan, pelajaran, pekerjaan, penyakit, dan lain-lain. Tahun lalu anakku tidak boleh melakukan perjalanan ke utara (katanya) 😀 Tentu saja semuanya ditulis dalam bahasa Jepang (aku belum pernah ketemu omikuji bahasa Inggris, nanti kalau ada ya….)

Bagi yang percaya akan ramalan ini, jika hasilnya jelek, bisa melipat dan mengikatnya pada pohon atau tempat yang disediakan sehingga konon pohon ini yang akan “menggantikan” untuk menderita. Jika mendapat ramalan yang bagus, terserah boleh diikat ke pohon juga, supaya berlipat ganda atau dibawa pulang.

omikuji

Omikuji yang diikat di kuil Kiyomizu, Kyoto

Omikuji sendiri kalau dilihat sejarahnya dimulai pada jaman Kamakura (1185 -1333) yang dipakai sebagai ramalan pengunjung yang datang ke kuil. Kalau dilihat dari pembentukan kata mempunyai inti kata KUJI (undian) yang diberi awalan MI (menyatakan kesucian). Jadi sebetulnya cukup mengatakan mikuji saja, tapi karena mikuji dianggap satu kata, kemudian diberi tambahan lagi o di depannya.

Nah, kenapa aku menuliskan Daidaikichi 大大吉 sebagai judul, karena di TV pernah dibahas apakah ada ramalan yang mengeluarkan SANGAT UNTUNG SEKALI. Ternyata memang ada kuil yang menyediakan ramalan hebat seperti itu dengan kemungkinan keluarnya 0.00004% atau satu dari 2,5 juta!

Ah… tapi itu semua kan hanya ramalan!

Kamu percaya ramalan?  Aku hanya percaya ramalan yang baik-baik saja 😀

 
Leave a comment

Posted by on February 27, 2016 in Uncategorized

 

座右の銘 = MOTTO

Beberapa hari yang lalu anak sulungku berkata, “Aku harus menulis 座右の銘 zayuunomei untuk tugas bahasa Jepang 国語” …dan aku bertanya apa itu Zayuunomei? Karena aku belum pernah dengar. Lalu dia jelaskan begini,” tulisan yang ditaruh di sebelah kanan, tulisan yang penting!” hmmm aku belum bisa mengerti. Dan setelah cari di kamus, rupanya bahasa Inggrisnya MOTTO. Kalimat yang menjadi panduan, yang berisi nasehat untuk diri sendiri.

Nah, kalau motto atau meigen 名言 aku tahu, dan memang aku sering pakai sebagai bahan pelajaran di kelas menengah. Kalau aku sendiri yang menjadi mottoku :”You can if you think you can”, waktu kulihat Riku punya motto agak sulit. Intinya: Jika kamu tidak menghormati dirimu sendiri, tidak ada artinya kamu berusaha (dalam segala hal)….susyah yah 😀

Kebetulan hari ini tgl 26 Februari persis peringatan kudeta di Jepang yang terjadi tahun 1936. Dan untuk memperingatinya, dalam acara Historia di NHK beberapa hari lalu ditayangkan peristiwa penculikan PM Jepang waktu itu. Nah PM Okada itu berhasil dilarikan, dan peristiwa kudeta itu selesai dalam 3 hari meskipun untuk itu timbul korban 5 orang untuk melindungi PM. PM Okada itu  mempunyai Zayuunomei yang ditulisnya sendiri dalam Kanji berbunyi :「 栄枯論ずるに足らず」 yang artinya:(人からあれこれ言われても言い訳や手柄を語る必要はない自分の真心は天のみが知っている)”Tidak perlu menjelaskan apa-apa atau menyebutkan alasan apa-apa kepada orang lain, biarlah hanya TUHAN (di sini dipakai kata TEN yang berarti “langit”) yang tahu”. Sebuah motto yang bagus untuk dipakai sebagai pedoman hidup ya.

Hari ini belajar lagi satu kata/frase bahasa Jepang :座右の銘

 

 

 
Leave a comment

Posted by on February 26, 2016 in Uncategorized

 

Bubur 7 Rumput 七草粥

Hari ini di Jepang dinamakan Jinjitsu 人日, yang setelah aku cari berasal dari Cina. Konon tanggal 1 Januari itu harinya ayam/burung, tanggal 2 harinya anjing, tanggal 3 harinya inoshishi atau babi hutan (babi), tanggal 4 harinya domba, tanggal 5 harinya sapi, tanggal 6 harinya kuda. Jadi pada tanggal yang dimaksud tidak boleh membunuh binatang-binatang ini.

Kemudian pada tanggal 7 adalah harinya manusia. Tentu saja tidak boleh membunuh manusia kan…tidak tergantung tanggal. Tapi yang dimaksud pada tanggal 7 tidak boleh menjatuhkan hukuman pada penjahat (waaah enak bener ya penjahatnya hehehe)

Tapi ada juga kebiasaan dari Jaman Heian (794-1185) untuk makan 7 jenis tanaman yang dimasukkan kedalam bubur yang disebut  Nanakusagayu. Bubur 7 sayur yang sehat  ini dianggap bisa memperbaiki pencernaan setelah makan macam-macam yang enak (dan kolesterol tinggi) seperti osechi di masa pergantian tahun.

7rumput_zpss7ptkzie

Hari ini juga kuku dipotong pertama kali di awal tahun, setelah merendamnya di air rendaman sayur untuk bubur. Bubur itu konon juga dapat mencegah penyakit yang akan datang pada tahun yang baru ini.

DeMiyashita pernah coba Nanakusagayu asli, rasanya agak pahit, sehingga kami lebih mengganti Nanakusagayu dengan Bubur Manado (Tinutuan) + ikan asin dan sambal.

manado_zpsh6emhihk

Bubur tinutuan (bubu manado) kami tgl 7 Januari 2016

 
Leave a comment

Posted by on January 7, 2016 in Uncategorized

 

Sifat Seperti Membelah Bambu

Hasil menonton Sazae san hari ini 😀 mendengar sebuah pepatah “竹を割ったようなTake wo wattayouna” 性格seikaku. Harafiahnya sifat “Seperti Membelah Bambu”. Dalam anime itu terlihat si Sazae senang mendengar “pujian” itu. Berhubung aku baru kali ini dengar, langsung googling deh. Apa artinya?

“Kalau kita memotong bambu, begitu bagian atas kena pisau, maka akan terbelah lurus sampai bawah. Menunjukkan orang yang mempunyai sifat yang lurus juga, jujur, tidak bisa berbuat jahat. Waktu membelah bambu juga bagian dalamnya kosong, menunjukkan tidak ada ‘kotoran’ dalam perutnya (tidak ada maksud buruk yang disembunyikan) ”

Jadi memang sepantasnya kalau senang dikatakan seperti itu ya.

OK deh….

(BTW : Pernahkah ingin tahu apa sih singkatan OK itu? hehehe

Ternyata slangnya dari All Correct = Oll Korrect ~~~)

 

** Blog ini sekarang aku khususkan untuk tulisan pendek mengenai kata, frase atau hal-hal yang menjadi pertanyaan bagiku. Semacam catatan untuk diriku sendiri**

 
Leave a comment

Posted by on November 22, 2015 in Uncategorized

 

Koukagaku Smog

Tadi sore aku mendapat email dari SD nya Kai yang bertajuk : 光化学スモッグ ( Koukagaku Smog) . Katanya kelurahan kami mengeluarkan peringatan ini, sehingga anak-anak SD kelas 5-6 yang seharusnya ada kelas renang dibatalkan dan disuruh pulang. Juga tambahannya anak-anak sedapat mungkin tidak bermain di luar rumah.

Langsung aku cari apa sih sebetulnya Koukagaku Smog itu. Ternyata bahasa Inggrisnya Photochemical Smog yaitu sebuah fenomena yang terjadi di langit yang terlihat berkabut, kusam akibat terjadinya campuran udara dengan bahan kimia yang mungkin keluar dari pabrik, mobil dsb. Semacam polusi udara sesaat.

Gejala ini banyak terjadi di musim panas, umumnya dari bulan Mei sampai September, meskipun kadang ada juga kasus pada bulan April dan Oktober. Biasanya terjadi pada siang hari, antara pukul 10 sampai pukul 5 sore. Suhu udara biasanya melebihi 25 derajat dan waktu  cuaca cerah. Kalau hujan tidak akan terjadi.Selain itu kondisi udara tidak berangin.

Akibat yang mungkin timbul adalah sakit mata, tenggorokan, kulit memerah, kesemutan di tangan dan kaki, sakit kepala dan muntah. Obatnya? Hanya mandi dan berada di tempat sejuk. Karena itu untuk SD dan SMP biasanya pelajaran olahraga akan dibatalkan.

sumber : https://ja.wikipedia.org/wiki/%E5%85%89%E5%8C%96%E5%AD%A6%E3%82%B9%E3%83%A2%E3%83%83%E3%82%B0

 
Leave a comment

Posted by on July 27, 2015 in Uncategorized

 

Parfait or Sundae

Ternyata hari ini tanggal 28 Juni, di Jepang merupakan hari PARFAIT. Tahu parfait kan? Itu sejenis dessert yang disajikan di restoran-restoran. Dalam gelas tinggi, kadang berisi es krim yang diberi buah-buahan dan/ atau coklat serta whipping cream.

Tapi yang mengherankan, kenapa justru tanggal 28 Juni ini ditentukan sebagai hari Parfait? Ternyata awal mulanya ditetapkan tanggal 28 Juni, karena pada tahun 1950 terjadi permainan baseball yang “perfect” untuk pertama kali.

Loh lalu apa hubungannya dengan Parfait. Ya, nama jenis dessert berasal dair kata “Parfait” yang berarti sempurna. Jadi dianggap dessert ini “sempurna” karena menaruh bermacam sweets dalam satu gelas, tanpa perlu mencampurnya, tapi terasa “sempurna” sebagai pencuci mulut.

Parfait mulai populer di Jepang sejak awal jaman Meiji (1867) dan sebetulnya merupakan tiruan dari Verrine yaitu penganan dari perancis bisa berupa entree, main dish atau dessert, asalkan ditaruh dalam gelas sehingga kita bisa melihat isinya apa. Tapi di Jepang Parfait itu sudah pasti hanya pencuci mulut.

Nah, masalahnya apa bedanya Parfait dan Sundae? Sebetulnya hanya dari asal katanya saja, parfait dari bahasa Perancis sedangkan Sundae dari bahasa Inggris. Dan kalau mau dicari sejarah kata “sundae” lagi ternyata dari kata sunday, yaitu sebuah dessert yang dijual pada hari Minggu. Karena pada hari Minggu (hari sabath) dilarang menjual Lemon Soda, jadi sebagai penggantinya dijuallah jenis dessert “Sundae” ini. Kalau dulunya hanya dijual hari Minggu, kemudian berkembang dijual setiap hari.

sumber dari sini

 
Leave a comment

Posted by on June 28, 2015 in Uncategorized