RSS

Hari FILM

Tanggal 1 Desember adalah Hari FILM, 映画の日 えいがのひ。 Sejarahnya bisa ditelusuri sampai pada tahun 1896 (Meiji 29), yaitu diputarnya film pertama kali di Jepang, tepatnya di Kobe. Sebenarnya dilaksanakan dari tanggal 25 sampai 29 November, tapi kemudian untuk dipilih tanggal 1 Desember saja (Orang Jepang itu emang kadang aneh ya? Cari angka cantik melulu hehehe). Dan film pada saat itu juga bukan film yang diputar dan ditonton banyak orang seperti sekarang, tapi masih berupa Kinetoscope yang diciptakan oleh Thomas Edison. Diputar pakai engkol, dan orang melihat gambar yang bergerak dengan cara diintip. Dan karena Cuma satu orang satu yang bisa lihat, bisa dibayangkan “kacaunya”.  Kalau pernah ke Museum Ghibli, ada juga tuh (kalau tidak salah ingat ya :D). Konon sampai sekarang setiap tanggal 1 ada diskon untuk menonton film, alasannya karena tanggal 1 Desember itu. (Lain dengan Ladies Day yang setiap Rabu ya :D)

Tiga bulan setelah pelaksanaan di Kobe, di Osaka diputarlah film yang seperti sekarang, yaitu dipantulkan ke layar dan dilihat banyak orang. Alat Cinematographe ini dibuat oleh Lumiere Brothers dan juga ditayangkan di Kyoto. Karena itu Kobe-Osaka-Kyoto dianggap sebagai awal mula Perfilman di Jepang. Tapi film yang diputar adalah film luar Jepang.

Film Jepang pertama dibuat oleh Asano Shiro pada tahun 1897. Judulnya “Kereta Kuda Nihonbashi”. Setelah itu dia membuat film-film pendek yang kemudian diputar di Kabukiza di Ginza. Saat itu filmnya masih film bisu, jadi ada pembaca cerita yang bercerita langsung waktu film diputar. Dan katanya filmnya hampir semua cerita horor :D. Kebayang ngga sih?  Kemudian lambat laun dibuatlah film yang lebih panjang, dan bioskop pertama dibangun tahun 1903 di Asakusa. Seperti sudah diketahui, kecenderungan film Jepang memang berpusat pada anime dan film sejarah seperti Tujuh Samurainya Kurasawa Akira.

Peringatan pertama Hari Film itu diselenggarakan tahun 1956 secara besar-besaran. Sejak itu diadakan berbagai festival dan kontes untuk artis/aktor dan insan film.

Berikut adalah istilah untuk perfilman

Eiga joei (kai) 映画上映(会)  pemutaran film

Eigasai 映画祭                 Festival Film     

Eiga kansho 映画鑑賞      Menonton film

Eigakan 映画館                Bioskop

Eiga Kantoku 映画監督 Sutradara film

Haiyu 俳優  aktor film

Joyu 女優 artis film

Seiyu 声優 artis pengisi suara (sekarang di KBBI sudah dimuat seiyu sebagai entri baru) Dulu saya pernah ingin belajar jadi pengisi suara ini.

Tulisan ini pernah dimuat dalam pojok Bahasa dan Budaya Jepang di FB Grup “Wanita Indonesia Berkarya di Jepang”

Penerimaan pemasukan dari penjualan tiket disebut Kogyo shunyu 興行収入(こうぎょうしゅうにゅう)dan selama sejarah yang menempati nomor satu untuk pemasukan adalah film sen to chihiro no kami kakushi 千と千尋の神隠し (Sprited Away). (Waktu mencari arti Kogyo shunyu dalam bahasa Inggris keluar box office. Jadi penasaran kenapa sih disebut box office. Ternyata hanya karena loket penjualan tiket itu seperti kotak (box) 😀 )

Film Sprited Away juga yang menempati peringkat pertama untuk penonton terbanyak.

#wibjnihongo #wibjbudayajepang

#eiga  #film  #映画の日

 
Leave a comment

Posted by on December 2, 2020 in Uncategorized

 

集中 vs 夢中 Antara Shūchū dan Muchū

“Mbak, Anak saya kecanduan gadget! Duh kalau dia sudah main gadget, bisa lupa sekelilingnya. Dia 夢中になっている muchū ni natteiru“(kecanduan/kerajingan)

“Heran deh, dia bisa konsentrasi main gadget, tapi kalau disuruh belajar… 集中できない shūchūdekinai”(tidak bisa konsentrasi)

Dalam kalimat pertama muchū tidak bisa digantikan dengan shūchū, begitu pula kalimat kedua. Padahal sekilas sama ya?

Muchū adalah kondisi tidak adanya kesadaran terhadap dunia luar selain yang dilakukan saat itu. Sedangkan shūchū kesadaran itu dicurahkan untuk satu hal yang sedang dikerjakan saat itu (waktunya lebih pendek dari muchū). Kelihatannya sama, tapi sebetulnya tidak. Muchū itu dapat dilaksanakan dengan tidak sadar, karena suka, atau memang hendak dilakukan. Sedangkan shūchū dilaksanakan secara sadar, untuk sesuatu yang tidak disukai atau tidak ingin dilakukan. Jadi untuk melakukan sesuatu yang tidak disuka memang diperlukan shūchū itu. Dengan syarat “berusaha 努力doryoku , bersungguh-sungguh 一所懸命 isshokenmei atau 頑張るgambaru dan perlu untuk menahan diri 我慢 gaman”. Jadi shūchū itu 条件付きjokentsuki、bersyarat, sedangkan muchū itu tidak bersyarat. Untuk melakukan yang kita sukai kan tidak perlu syarat-syarat di atas ya?

Tulisan ini pernah dimuat dalam pojok Bahasa dan Budaya Jepang di FB Grup “Wanita Indonesia Berkarya di Jepang”

Anak sulung saya sekarang sedang shūchū untuk belajar ujian masuk universitas. Tapi Dia muchu baca buku-buku filsafat yang sebetulnya belum tentu keluar dalam soal-soal ujian masuk. Dia suka saja membaca buku-buku itu.

Jadi bisa coba pakai shūchū dan/atau muchū?

Saya perlu shūchū 20 menit untuk menulis tulisan ini. Tapi saya tidak sedang muchū pada apa-apa atau siapa-siapa 😀

#wibjnihongo #wibjbudayajepang

#集中 #夢中 #konsentrasi #kerajingan #kecanduan

 
Leave a comment

Posted by on November 17, 2020 in Uncategorized

 

Teire 手入れ

Kemarin saya pergi ke tempat rehabili/pijat saya dan mengadu bahwa bahu saya sakit. Lalu senseinya mengatakan, “Tidak apa, nanti kalau sudah saya teire, pasti sembuh.

Teire 手入れ、kanjinya sih kanji tangan dan masuk. Te wo ireru 手を入れる?Masukkan tangan? Bukan!Ini artinya maintanance atau perawatan.

Hada no teire 肌の手入れ perawatan kulit

Niwano teire 庭の手入れ perawatan kebun

Kutsu / bag no teire 靴 バッグの手入れ perawatan sepatu/tas

Untung saya secara rutin pergi ke sensei pijat, jadi bisa minta dipijat kalau ada bagian badan yang sakit. Tapi pernah 手遅れ ておくれ teokure terlambat pergi ke tempat pijat (kelamaan libur) jadi kena 五十肩 ごじゅうかた gojukata atau frozen shoulder bagian kiri. Saya tidak ada 手がかり tegakari petunjuk atau tanda-tanda kok bisa sakit begitu.  Katanya sih karena saya terlalu banyak pakai, atau mengangkat beban tidak seimbang. Yah, itu sih sudah pasti, karena di Jepang sini kan saya tidak punya 手伝いさん てつだいさん tetsudai-san pembantu (sekarang disebut 家政婦  かせいふ kaseifu orang yang membantu pekerjaan rumah).

Makanya saya juga sebetulnya tidak suka membawa 手荷物 てにもつtenimotsu tentengannya berupa 手提げ袋 てさげぶくろ tesagebukuro tas jinjing. Paling enak memang bawa ransel sehingga bebannya merata. Eh, tapi yang paling enak sih 手ぶら てぶら tebura, alias tidak bawa apa-apa sih 😀 Kalau tidak bawa apa-apa itu kan enak semisal mau foto pemandangan bisa langsung jepret pakai dua tangan, tanpa harus takut ada 手ブレ tebure nya (hasil potret goyang atau tidak fokus karena tangan tidak stabil). Kalau mau pegang 手すりtesuri (pegangan di dinding/tangga) juga tidak ragu mau sebelah kanan atau kiri bisa dua-duanya.

Setelah sensei selesai memijat saya, dia memberikan 手ぬぐい tenugui semacam handuk Jepang yang terbuat dari katun dan cepat menyerap keringat untuk dibawa pulang.

Nah, teman-teman ada 10 kata di atas yang memakai kata te 手 tangan. Semoga bisa menambah perbendaharaan kata bahasa Jepang teman-teman ya. Tentu masih banyak kata dengan te yang ingin saya tulis, tapi sulit untuk dijadikan satu. Nanti lain kali ya….

Tulisan ini pernah dimuat dalam pojok Bahasa dan Budaya Jepang di FB Grup “Wanita Indonesia Berkarya di Jepang”

#wibjnihongo #wibjbudayajepang

#手入れ #perawatan

 
Leave a comment

Posted by on November 13, 2020 in Uncategorized

 

Kala Ibu Dora menyetir :D

Kenal sama Ibu Dora? Saya ada satu teman memang yang bernama Ibu Dora. Atau paling ada yang kenal sama Dora the explorer. Tapi saya memang nakal, karena aku bermain dengan kata-kata karena saya sebetulnya mau menulis tentang si DORA IBU.  Doraibu adalah bahasa japlish (japanese english) dari [drive] yang artinya mengemudi. Tapi kalau di Jepang, kalau kita mengatakan DORAIBU, sudah pasti bermakna “bepergian dengan mobil ke suatu tempat (wisata) untuk santai”. Tidak mungkin kita memakai kata doraibu untuk menyetir biasa, karena sudah ada kata khusus yang mengacu pada kata menyetir yaitu unten suru 運転する。

Akan tetapi dalam pemakaian si doraibu ini, ternyata ada juga penyingkatan. Pemakai bahasa Jepang juga sama dengan orang Indonesia, ada yang suka menyingkat-nyingkat. Yang nyengir ya paling orang asing yang sedang belajar bahasa Jepang. Karena semakin tidak mengerti saja apa yang sedang diomongkan.

Saya sendiri baru tahu satu penyingkatan ‘dora’ dari adik saya. Kalau kita mendengar  SAN DORA サンドラ, pertama pasti kita akan ingat seorang teman yang bernama SANDRA dong…. mana kita tahu bahwa itu adalah singkatan dari Sande Doraiba サンデードライバー (kalau diinggriskan menjadi Sunday Driver). Yaitu orang-orang yang hanya menyetir pada hari Sunday/Minggu. Atau week end deh. Karena sehari-harinya bepergian ke kantor/tempat kerja atau belanja dengan kereta/sepeda. Kesempatan menyetir hanya ada di hari Sabtu/Minggu. Orang-orang ini di sebut SAN DORA deh.

Saya sebelum itu memang tahu ada istilah pepa doraiba ペーパードライバー (paper driver) yaitu orang-orang yang mempunyai SIM tapi tidak pernah atau jarang sekali menyetir. SIM jadi penghuni dompet saja. Sayangnya pepa doraiba ini tidak ada singkatannya, tidak seperti si San Dora :D.

Nah, ada satu lagi kata yang singkatannya menjadi DORA, dan sepertinya saya sekarang sedang kerajingan nih. Yaitu ASA DORA 朝ドラ. Kali ini DORA nya merupakan singkatan dari DORAMA (drama). Asa dora adalah drama pagi hari, dari NHK, yang sekarang sedang diputar berjudul Scarlet. (Cerita tentang seorang pembuat keramik wanita). Saya sekarang termasuk kelompok ibu-ibu penikmat asadora deh 😀 (ngaku hehehe). Kebetulan dalam seminggu, hanya satu hari saja saya harus berangkat sebelum pukul 8. Tapi 5 hari yang lainnya bisa berangkat sesudah pukul 8:30, jadi bisa menonton drama pagi NHK yang dimulai dari pukul 8:00 sampai 8:15.

Tulisan ini pernah dimuat dalam pojok Bahasa dan Budaya Jepang di FB Grup “Wanita Indonesia Berkarya di Jepang”

Yang pasti saya tidak bisa masuk kelompok Ibu-ibu penggemar Hiru dora 昼ドラ、drama siang hari, yang konon seperti sinetron di Indonesia :D.

Teman-teman bagaimana? Masuk kategori Asa dora, atau hiru dora? Atau SAN DORA? Hehehe

Baiklah saya mau dora-dora eh dara-dara (bersantai) dulu ya, meskipun saya bukan DARA manis, karena statusnya sudah bunda manis 😀 😀 😀

#wibjnihongo #wibjbudayajepang

#ドライブ #どら #サンドラ #朝ドラ

 
Leave a comment

Posted by on November 6, 2020 in Uncategorized

 

YUKARI 

Tulisan bulan Mei 2019

Bagaimana teman-teman sudah mengikuti upacara “turun tahta” Kaisar Akihito, Kaisar Heisei meskipun beliau belum meninggal. Upacara turun tahta sendiri baru diadakan lagi dengan tatacara yang baru setelah 202 tahun tidak diadakan. Sebutan mantan Tenno sekarang, mudah untuk diingat yaitu Joko Akihito 上皇明仁、sama deh dengan nama presiden kita yang sekarang pakai Joko juga (tapi bacanya mesti JouKou ya o nya dipanjangi) 😀

Soal upacara pergantian abad baru menjadi REIWA, tidak akan saya ulas di sini. Saya justru akan mengulas soal YUKARI. Loh, bagaimana sih Imelda itu, nama Permaisuri Jepang kan MASAKO bukan Yukari.

Ya, sebetulnya saya jadi ingin membahas soal Yukari, karena waktu menonton upacara-upacara di TV sejak kemarin (BTW saya baru pasang TV kemarin loh, selama ini TV masih di kardus sejak pindahan rumah bulan Desember. Hebat ya hampir 4 bulan tanpa TV 😀 Gara-gara suami ingin menonton acara penobatan Kaisar baru makanya TV nya dipasang…. Besok aku umpetin lagi deh hihihi).

Tulisan ini pernah dimuat dalam pojok Bahasa dan Budaya Jepang di FB Grup “Wanita Indonesia Berkarya di Jepang”

OK balik lagi ke Yukari. Kalau ibu-ibu biasanya tahu Yukari yang merupakan bubuk daun shiso dan garam untuk dicampurkan ke nasi waktu membuat nasi kepal onigiri. Rasanya khas dan sederhana. Tapi Yukari sebetulnya juga bisa berarti warna ungu. Selain itu pasti teman-teman juga punya teman atau tahu dengan wanita-wanita yang bernama Yukari ya.

Kata Yukari yang ingin saya jelaskan di sini keluar dalam wawancara di TV. Ada wawancara dengan teman-teman lama Tenno Naruhito dan Kogosama Masako, dan teman-teman lama ini disebut dengan YUKARI NO HITO ゆかりの人. Atau ada liputan tentang Senzoku, Meguro yang merupakan tempat tinggal Masako san sebelum dia menikah. Senzoku itu disebut dengan YUKARI NO BASHO ゆかりの場所. Jadi Yukari di sini merujuk pada tempat, atau barang atau orang yang mempunyai hubungan dengan subyek. Mungkin dalam bahasa Indonesia tidak ada kata khusus untuk menggambarkan “hubungan” ini.

Memang kalau mencari sinonim dari Yukari, akan keluar kata seperti KAKAWARI 関わり、 当社とかかわりのある人間 orang yang berhubungan dengan perusahaan kami

Atau KAKARIAI かかりあい 、 暴力団とかかりあいになりたくない Tidak mau berhubungan dengan gangster

Bisa juga kata EN 縁   音楽には縁がない Tidak ada hubungan (bakat) dengan music

Dan kalau mencari kata “hubungan” tentu teman-teman sudah tahu kata “Kankei” 関係 かんけい dan “Kizuna”絆 きずな。

Semua memang mirip tapi ada bedanya sedikit-sedikit. Yukari menggambarkan hubungan yang lebih dalam dari sekedar kankei, atau kakawari, tapi tidak sekuat En atau kizuna. Memang untuk mengetahui perbedaan masing-masing kata lebih baik kita pelajari dan pahami dengan contoh kalimat saja.

横浜は私たち夫婦のゆかりの場所

Yokohama wa watashitachi fufuno yukari no basho

Yokohama merupakan tempat “bersejarah” bagi kami (suami-istri).

Syarini と Reinoとゆかりの人  😀

Syarini to Reino to yukari no hito

Teman-teman lama Syarini dan Reino 😀

Dan yang paling sering dikatakan dalam bahasa Jepang :

縁もゆかりもない en mo yukari mo nai

Sama sekali tidak ada hubungan

Dengan kata lain jaman sekarang SIAPA ELU? 😀

Jadi, yukari no basho teman-teman di mana ya? Kalau saya di Gakugei daigaku eki karena 7 tahun sejak pertama datang ke Jepang tinggal di sana.

#wibjnihongo #wibjbudayajepang

#ゆかり #令和

 
Leave a comment

Posted by on October 15, 2020 in Uncategorized

 

大雨 Ooame

Tadi tiba-tiba di daerah saya turun hujan lebat yang disertai guntur dan kilat. 大雨 おおあめ Ooame= Hujan lebat (banget).

Kalau ada Oo 大 (dibaca dai atau oo) berarti ada yang kecil dong ya? Tentu saja ada Kosame 小雨 こさめ (tidak dibaca koame, ada penjelasannya secara linguistik)artinya hujan kecil? Rintik-rintik?

Nah kalau rintik-rintik berarti masih bisa tidak pakai payung (kalau dekat) jadi lebih kecil dari kosame ya? Biasanya saya katakan para-para futteimasu パラパラ降っています tapi kalau lebih kecil lagi, misalnya seperti baru mau mulai hujan, baru setetes dua tetes, saya katakan potsu potsu futeimasu ぽつぽつ降っています。

Ada juga istilah 土砂降り どしゃぶり doshaburi, hujan lebat yang meskipun kita pakai payung pun pasti akan basah kuyup. Kalau lihat kanjinya bisa ketahuan bahwa 土砂 itu kanji tanah dan pasir, ya dosha nya sama dengan doshakuzure 土砂崩れ yang artinya tanah longsor. Apa bedanya dengan Ooame? Kalau Ooame itu lebih melihat volume hujan dalam waktu tertentu sedangkan doshaburi itu lebih melihat pada kondisi hujan saat bagaikan tanah dan pasir bercampur turun (susah melihat ke depan).

Kadang waktu sore hari pada musim panas turun hujan mendadak. Namanya 夕立、夕立ち ゆうだち yudachi.  Banyak orang yang tidak menyangka akan hujan sehingga tidak membawa payung, jadi kehujanan deh. Ingat sekali saya pernah terjebak hujan mendadak ini waktu sedang berjalan dan tidak ada tempat untuk berteduh. Terpaksa jalan terus dan kuyup deh seperti tikus kecemplung got :D… Eh kesialan belum berhenti di situ saja, waktu jalan karena saya pakai sepatu sandal, talinya putus sehingga harus jalan menyeret-nyeret. Kasian ya 😀

Saya rasa teman-teman pernah juga mengalami ada hujan lokal. Semisal naik mobil bisa terlihat tuh garis bagian yang hujan dan tidak hujan a.k.a hujan lokal. Ini saya sering tanya apa namanya dan ketemu! Namanya 片時雨 かたしぐれ katashigure. Jarang dipakai sih memang.

Nah kalau di Indonesia, kita kan sering tuh hujan lebat tapi tidak lama berhenti. Kita sih karena sudah tahu, biasanya tunggu saja sampai hujan berhenti. Na, orang Jepang menamakan hujan seperti itu denganゲリラ豪雨 げりらごうう gerira goou Gerira itu dari gerilya, ya sistem penyerangan serdadu Indonesia yang maju serang, mundur ke hutan, maju lagi serang lagi, mundur lagi. Dalam bahasa Jepang gerilya itu gerira. Tapi ada juga yang namanya 通り雨 とおりあめ tooriame, hujan lewat. Bedanya kalau gerira ame itu hujan lebat, sedangkan tooriame itu biasa saja. Oh ya saya ingat dulu ada hujan tengah bolong, jadi cuaca cerah tiba-tiba hujan, dan ternyata di Jepang itu istilahnya 天気雨 てんきあめ hujan (sesaat) saat cerah. Tapi ada juga istilahdi prakiraan cuaca yaitu にわか雨 niwakaame yang katanya mendadak hujan tapi mendadak berhenti juga, tapi tidak deras, tidak seperti gerira goou.

Tulisan ini pernah dimuat dalam pojok Bahasa dan Budaya Jepang di FB Grup “Wanita Indonesia Berkarya di Jepang”

Sebetulnya istilah hujan di Jepang itu ada banyaaaak sekali! Dibedakan dari jumlah volume hujannya, waktunya panjang atau pendek, bahkan musimnya juga. Musim hujan di Jepang dinamakan梅雨 つゆ yaitu peralihan dari musim semi ke musim panas (sekitar bulan Juni-Juli). Daftar kata-kata tentang hujannya bisa jadi satu buku sendiri (hiperbola sekali deh hehehe). Tapi ada yang saya mau tulis untuk dimengerti kita yang tinggal di Jepang, yaitu 春雨 はるさめ harusame. Loh itu kan soun? Memang sama karena harusame itu artinya hujan musim semi. Tapi soun juga panjang-panjang putih mirip dengan hujan pada waktu musim semi, sehingga soun dinamakan harusame. Lalu ada 桜雨 さくらあめ sakuraame, yaitu hujan yang turun pada waktu sakura berbunga. Biasanya jarang sehingga orang Jepang perlu membuat nama khusus sakuraame. Dan terakhir 霧雨 きりさめ kirisame, kiri = embun jadi hujannya halus sekali bagaikan embun.

Saya rasa sekian dulu tulisan saya mengenai hujan. Tapi sebagai penutup saya ingin bertanya: “Apakah teman-teman waktu menjemur pakaian di luar. Terik nih, tiba-tiba hujan dan pakaian yang di jemuran basah semua. Cuci lagi, atau dibiarkan begitu saja?”.

Kalau saya pasti cuci lagi. Dan ternyata saya membaca memang seharusnya cuci lagi. Menurut si attack (pasti karena promosi produk sih 😀 ) air hujan itu mengandung kotoran dan zat kimia yang ada dalam udara. Jadi air hujan itu tidak bersih sehingga sebaiknya dicuci. Gitchuuu.

Pasang teruteru bozu ah.. (kalau badai teruterubozu tidak mempan sih 😀 )

#wibjnihongo #wibjbudayajepang

#雨 #雨の種類 #hujan #jenis-jenishujan

 
Leave a comment

Posted by on October 11, 2020 in Uncategorized

 

おつとめ品 Barang DISKON

Ibu-ibu mana sih yang tidak suka diskon? Seperti yang saya tulis di posting kemarin tentang omake, banyak yang mengumpulkan point supaya bisa mendapatkan sesuatu hadiah, atau kupon belanja untuk bisa dibelanjakan lagi kan?

Nah, saya rasa juga banyak teman-teman yang sering belanja pada malam hari, mepet-mepet waktu tutup supermarket supaya dapat diskon. Biasanya makanan jadi yang paling banyak didiskon, bahkan lebih dari 50 persen. Kalau saya pas pulang kerja dan masih ada supermarket yang buka, ya biasanya nerau 狙う menargetkan cari bento yang sudah didiskon. Seringnya sushi atau sashimi.

Selain barang-barang didiskon menjelang supermarket tutup, ada juga barang-barang, baik sayuran/buah-buahan maupun bahan kalengan, sirup dsb yang ditaruh di wagon rak khusus dan ditempeli label おつとめ品. Atau juga pihak toko menuliskannya seperti 商品入れ替えのため、値下げしました Untuk mengganti stok, harga diturunkan. Cara diskon makanan atau barang seperti itu dikarenakan barang-barang itu sudah mendekati “kedaluwarsa” 賞味期限 shomikigen・消費期限 shohikigen.

賞味期限 shomikigen adalah 「おいしく食べることができる期限」batas makanan dikonsumsi tanpa mengurangi rasa (enak). Kalau lewat batasnya, masih bisa dimakan TAPI tidak dijamin (enak). Harus melihat sendiri, rasa, bau, bentuk sebelum mengonsumsi jika sudah lewat batas waktunya.

消費期限 shohikigen adalah 「期限を過ぎたら食べない方が良い年月日」batas waktu supaya tidak dimakan jika sudah lewat waktunya. Batas aman pengonsumsian. Biasanya makanan yang cepat busuk, seperti sandwich, cake, bento dsb. Tergantung jenisnya, biasanya maksimum 5 hari.

Tulisan ini pernah dimuat dalam pojok Bahasa dan Budaya Jepang di FB Grup “Wanita Indonesia Berkarya di Jepang”

Otsutomehin ini kalau ditulis dengan kanji biasanya お勤め品 Kanji 勤 berarti bekerja dan 品hin artinya barang. Barang yang sudah (cukup lama) bekerja. Tapi sebenarnya di daerah kansai, barang-barang yang didiskon ini disebut dengan 勉強する benkyo suru (ya sama dengan belajar). Karena itu cocok juga jika ditulis dengan kanjiお勉め品.

Selain istilahおつとめ品otsutomehin ini adalah lagi istilah お見切り品 omikirihin. Kalau omikirin ini biasanya adalah barang yang dijual murah karena banyak sisa, dan tidak bisa diprediksi kapan terjualnya (susah laku). Dari sisi pengguna, bedanya tidak ada, sehingga dipakai sama artinya “dijual murah”.

Selain itu ada satu lagi istilah yang sering kita temukan yaitu 訳あり商品 wakeari shohin. 訳= wake artinya alasan, 商品shohin= barang. Barang yang beralasan. Biasanya karena salah potong, robek pembungkusnya atau hal-hal lain yang sebetulnya tidak mempengaruhi kualitas barang itu sendiri. Khusus untuk kue atau kerupuk yang terpotong (bentuk tidak bagus) disebut dengan 久助 kyusuke. Dan perlu diingat bahwa barang-barang ini TIDAK dekat batas waktu kedaluwarsanya. Di Jepang, barang kedaluwarsa TIDAK BOLEH dijual, dan harus dimusnahkan.

#wibjnihongo #wibjbudayajepang

#otsutomehin  #おつとめ品 #お勤め品 #お勉め品 #wakeari  

 
Leave a comment

Posted by on October 8, 2020 in Uncategorized

 

Isshokenmei Sungguh-sungguh

(Belajar) sungguh-sungguh! 一生懸命 (に)(勉強する)

Bagi teman-teman yang pernah belajar bahasa Jepang di sekolah formal, biasanya bertemu dengan contoh kalimat seperti itu.

Saya (akan) belajar Bahasa Jepang sungguh-sungguh. 私は日本語を一生懸命(に)勉強する。(わたしはにほんごをいっしょうけんめいにべんきょうする)

Nah、kita sering pakai, tapi tidak tahu bahwa itu adalah idiom 4 kanji! 四字熟語です。

Melanjutkan tulisan saya sebelum ini yang tentang idiom 4 kanji. Masih ada beberapa yang sering kita pakai tapi kita tidak sadar bahwa itu idiom 4 kanji. Misalnya中途半端 ちゅうとはんぱ chuto hampa yang artinya setengah-setengah. Tidak selesai, tidak sempurna. Incomplete. Misalnya saya membuat cerpen/ cerbung, tapi tidak selesai… atau selesainya mengambang. Bisa hal nyata, atau bisa yang abstrak. Misalnya punya perasaan chuto hampa, mengambang, kosong.

Perasaan chuto hampa ini lain dengan 要求不満 ようきゅうふまんyokyu fuman, ada sesuatu yang menyebabkan stress. Ada keinginan yang tidak terpenuhi sehingga menyebabkan stress. Pengen ML tapi ngga boleh 😀 (oooii ML ini singkatan Makan Lontong! 😀 😀 😀 , pan lagi diet hihihi)

Juga lain dengan 三日坊主 みっかぼうず mikka bozu yang artinya paling bagus dalam bahasa Indonesianya adalah panas-panas tahi ayam :D, awalnya saja HOT, tapi cepat sekali melempem. Jadi bedanya, kalau mikka bozu ini biasanya berhenti karena: malas!

Dan ada satu lagi yang mirip dengan mikka bozu ini yaitu竜頭蛇尾 りゅうとだび ryuto dabi yang harafiahnya kepalanya naga, tapi ekornya ular. Ini saya dengar dari pidato kepala sekolah anakku waktu permulaan semester genap tahun lalu. Dia mengatakan supaya anak-anak jangan jadi melempem di semester genap. Jangan seperti idiom itu, pertama saja jadi “naga” tapi menjelang akhir tahun ajaran jadi “ular”. Selayaknya jadi naga terus. Tapi idiom ini agak sulit dihafal ya.

Apalagi ya idiom 4 kanji yang bertebaran di sekitar kita, yang tanpa kita sadari itu adalah idiom 4 kanji atau 四字熟語. Ah! Ada satu restoran ramen yang namanya 天下一品 てんかいっぴん tenka ippin. Arti idiom tenka ippin adalah “Tidak ada satupun yang bisa menandingi di dunia ini (saking enaknya) ”. Enak? Hmmm kalau saya sih kurang suka. Hehehe. Apalagi kalau terlalu banyak makan ramen bisa 消化不良 しょうかふりょう shouka furyou. Harafiahnya pencernaan tidak baik (terganggu). Jadi eneg, atau bisa jadi malah mules dan sakit perut. Gangguan pencernaan deh. Tapi idiom ini bisa juga dipakai bukan untuk urusan perut saja. 情報量が多過ぎて消化不良を起こす informasinya terlalu banyak jadi sulit dicerna.

Selain terganggu pencernaan, kebanyakan makan ramen bisa menjadikan lemak tertimbun, tambah gemuk dan 新陳代謝 しんちんたいしゃsinchin taisha nya terganggu. Shinchin taisha itu artinya metabolisme. Sebuah istilah yang akrab di telinga untuk wanita yang “gede” seperti saya :D. Nah kalau shinchin taishanya bermasalah, terpaksa harus cari 応急処置 おうきゅうしょち okyu shochi (first aid – pertolongan pertama) nya ke dukun eh tukang pijat dan onsen deh :D.

Tulisan ini pernah dimuat dalam pojok Bahasa dan Budaya Jepang di FB Grup “Wanita Indonesia Berkarya di Jepang”

Nah, saya sudah menjelaskan 8 idiom 4 kanji di atas. Masih ada banyak! Tapi sebagai penutup untuk posting kali ini saya tulis idiom berikut ini. Kalau baca artinya pasti tahu deh.

一方通行 いっぽうつうこう ippo tsuko artinya jalan satu arah

二人三脚 ににんさんきゃく ninin sankyaku harafiahnya dua orang 3 kaki. Tahu kan jenis pertandingan yang mengikat kaki kanan dan kiri dua orang menjadi satu, sehingga harus atur langkah benar-benar supaya jangan jatuh. Ini bisa dipakai untuk harafiahnya (perlombaan) atau abstraknya yang berarti kerja sama.

三位一体 さんみいったい sanmi ittai, bagi yang beragama kristen pasti tahu istilah trinity. Satu tubuh tiga pribadi.

四六時中 しろくじちゅう shiroku jichuu. Saya bertemu idiom ini dalam lagunya Kuwata Keisuke… artinya 24 jam! Ya, satu hari penuh. 24/7.

五臓六腑 ごぞうろっぷ gozou roppu. Artinya semua isi perut 😀 dari ginjal sampai usus, semua deh. Kalau mau tahu lengkapnya, nanti ya 😀 lagi males terjemahin hahaha kanjinya : 肝・心・脾・肺・腎・胆・小腸・胃・大腸・膀胱・三焦

六法全書 ろっぽうぜんしょ roppozensho artinya semua perundang-undangan Jepang. Ada 6 UU, yaitu 憲法・刑法・民法・商法・刑事訴訟法・民事訴訟

七転八起 しちてんはっき shichiten hakki, Kalau idiom ini pasti sudah banyak yang tahu. Harafiahnya : tujuh kali jatuh delapan kali bangun! Terus berusaha!

九死一生 きゅうしいっしょう kyushi isshou artinya meregang nyawa. Selamat dari kematian yang kalau dipikir sebetulnya tidak bisa dihindari, tapi tetap hidup.

SEKIAN!

Nanti dilanjutkan dengan angka yang tidak tertulis di atas 😀  (tahu kan? Hehehe)

Silakan tunggu ya

#wibjnihongo #wibjbudayajepang

#idiom4kanji #四字熟語 #sungguh-sungguh #一生懸命

 
Leave a comment

Posted by on October 6, 2020 in Uncategorized

 

Ashimoto

Saya rasa cukup banyak teman yang mengetahui sebuah lagu dari Kiroro yang berjudul Miraie 未来へ. Dalam liriknya ada kata-kata seperti ini: hora ashi moto wo mitegoran …. ほら、足元を見てごらん~

Atau yang lebih umum lagi di tempat-tempat umum sering ada peringatan : ashimoto chui 足元注意 yang diterjemahkan ke dalam bahasa Inggris menjadi “Watch your step”.

Kali ini saya ingin membahas tentang MOTO 元. Kanji ini memang bisa dibaca dengan GEN seperti pada 元気 genki, tapi kali ini saya hanya bahas moto saja ya.

Memang saya tahu, kadang untuk bahasa, kita harus menghafal saja kata-kata baru dan memakainya sesuai contoh. Tapi terkadang (eh sering deh hehehe) , saya sering menganalisa, kenapa kata-kata itu begitu. Contohnya si ashimoto 足元, ashimoto chui 足元注意kalau diindonesiakan bagaimana ya? Perhatikan langkahmu lebih cocok daripada perhatikan kakimu kan? Tapi langkah bahasa Jepangnya ayumu 歩む. Kaki = ashi 足. Moto 元 itu apa artinya? Di kamus tertulis moto 元 berarti dasar, akar, asal, fondasi, bahan, material, sumber… banyak kali tuh (baca dengan logat batak ya 😀 ). Dasar kaki? Aneh ya? Mungkin paling tepat : kaki dsk , kaki dan sekitarnya hehehe.

Dan sebetulnya kata moto ini bukan hanya bergabung dengan kaki tapi juga dengan anggota badan yang lain.

Temoto 手元 Ini sering saya pakai untuk mengatakan “Maaf (surat yang dimaksud) sekarang tidak ada di saya” gomennasai ima temotoni arimasenごめんなさい今手元にありません。Tidak bisa kita katakan te ni arimasen, karena memang tidak harus selalu dipegang, bisa di depan di atas meja….tapi ya sekitar-sekitar tangan deh.

Mimimoto 耳元 Saya berbisik di telinganya. Mimimoto de sayayaku 耳元で囁く.

Kuchimoto 口元 Kalau tidak mau ada keriput di sekitar mulut, jangan tertawa 😀 . 口元のしわが気にするなら、笑わないで!

Atau meskipun bertaut dengan anggota badan, tapi berarti “sekitarnya” seperti makuramoto ni oku 枕元に置く taruh dekat-dekat bantal.

Tulisan ini pernah dimuat dalam pojok Bahasa dan Budaya Jepang di FB Grup “Wanita Indonesia Berkarya di Jepang”

Tapi selain yang berarti “sekitar” seperti contoh di atas, ada yang artinya “mantan”, seperti mantan boyfriend 元カレ(元彼氏)、 mantan girlfriend元カノ(元彼女)atau mantan presiden 元大統領。Jadi tinggal memasangkan もと元 dengan jabatan seseorang. Moto tsuma元妻 mantan istri dan moto otto 元夫mantan suami bagi yang sudah bercerai.  

Ada lagi moto yang artinya “awal” atau “dasar” atau “asal”. Nah ini sering aku pakai terutama kalau pergi makan all-you-can-eat. “Kok makannya sedikit? Moto torenaiyo 元を取れないよ。Ngga balik modal maksudnya 😀

“Ayo beresin! Motodoori ni shitekudasai元通りにしてください。!” Kembalikan seperti awalnya. Naaah… ini sering nih waktu ngomel sama anak-anak 😀

gasu no motosen wo shimetekudasai ガスの元栓をしめてください” Matikanlah gas dari sumbernya.

hi no moto chui shitekudasai 火の元に注意してください” Hati-hati dengan sumber api.

motomoto kashikoihito dakara nomikomi ga hayai もともと賢い人だから、のみこみが早い“ Karena pada dasarnya dia pintar, jadi cepat mengerti.

Nah, ada beberapa kata yang agak sulit dimasukkan ke dalam kategori di atas, seperti :

Mimoto kakuninchu 身元確認中 dalam penyidikan identitas, biasa dipakai untuk mencari kepastian identitas korban dalam kecelakaan/peristiwa kejahatan.

Jimoto 地元 = lokal, daerah tempat tinggal

Tebamoto 手羽元 =sayap yang berpangkal ke badan lawannya tebasaki 手羽先 sayap ujung

Otemoto おてもと =sumpit

Dan satu terakhir : Damemoto だめもと ini sering dipakai jika kita sebetulnya tahu tidak akan bisa, tapi coba aja…. damemoto de tameshitemiyou ダメもとで試してみよう。

#wibjnihongo #wibjbudayajepang #moto #元

 
1 Comment

Posted by on October 3, 2020 in Uncategorized

 

Hari TOMIN 都民

Bacanya jangan TOUMIN ya 冬眠 (hibernasi waktu musim dingin)karena sebenarnya Tomin yang saya maksud ini berasal dari kanji 都民, yang artinya warga Tokyo (to). Hari ini, 1 Oktober, Tokyo merayakan “Tomin no hi 都民の日” Kalau diterjemahkan menjadi “Hari untuk Warga Tokyo”. Pada hari ini, 122 tahun yang lalu, Tokyo berubah dari Kota Khusus menjadi kota dengan model pemerintahan yang sama dengan prefektur lainnya, dan mempunyai gubernur. Jadi bisa saja dikatakan sebagai hari ulang tahun “kota” Tokyo yang ke 122. Kok masih muda? Ya tentu saja, karena Tokyo sebelumnya bernama Edo kan? Jadi kalau melihat dari tahun pendirian Edo Castle (1457) mestinya Tokyo sudah berusia 563 tahun

Jadi tanggal 1 Oktober itu merupakan hari libur untuk TK dan sekolah SD, SMP, SMA pemerintah daerah, pegawai Tokyo. Repot deh waktu anak-anak saya masih balita dan SD, karena mereka libur sedangkan saya (universitas dan kantor swasta) tidak libur. Waktu anak-anak belum bisa dibiarkan di rumah sendiri, biasanya saya bawa mereka ke kampus 😃.

Tapi keuntungan lain yang bisa didapat dari Tomin no Hi ini adalah bisa masuk gratis ke kebun binatang, museum atau tempat-tempat yang dikelola pemda Tokyo. Untuk yang bukan Tomin, setiap daerah biasanya punya hari pendirian prefekturnya Kenmin no Hi. Libur atau tidaknya, tergantung dari kebijakan pemdanya.

Sebetulnya selain Tomin no Hi, tanggal 1 Oktober itu ada banyak sekali peringatan. Salah satunya peringatan yang membuat saya mulai tertarik pada hari-hari peringatan. Ceritanya bermula waktu saya masih menjadi DJ Radio di InterFM. Saya lewat sebuah studio yang sedang ON AIR, dan dia menyebutkan bahwa hari ini adalah Hari KACAMATA. Jadi kalau ditulis 1001 itu kan seperti kacamata(kasih garis penghubung saja)! Jadilah menjadi Megane no hi! Ampuuun dah orang Jepang!

Selain Hari Kacamata, hari ini merupakan peringatan hari INSHO 印章 atau yang biasa kita kenal dengan INKAN 印鑑 atau HANKO はんこ. Hari Inkan ini ditetapkan tanggal 10 Oktober karena pada hari ini tahun 1873 ditetapkan pembubuhan cap/ Inkan pada surat-surat resmi. Selain itu disebut juga sebagai hari HUKUM karena pada tanggal ini di tahun 1928 proses JURI pada pengadilan dihapuskan.

Lainnya adalah hari TANAH 土地の日 yang alasannya hanya karena TO itu 10 dan (I)chi itu 1 Tochi deh. (Berdasarkan pelafalan kanji saja). Hari KOPI コーヒーの日, ini juga ditetapkannya baru (1983) dengan alasan masa panen kopi berakhir, dan mulai pembuatan pohon kopi yang baru. (FYI Hari teh itu tanggal 1 November). Dan ternyata hari Kopi ini berbarengan dengan Hari Teh Jepang 日本茶、Hari SAKE 酒 dan hari SHOYU 醬油. Nah kalau sake dan shoyu itu masih ada penjelasannya yaitu dilihat dari kanjinya tori 酉 merupakan tahun ke 10 pada eto 干支 (tahun Jepang yang bernama binatang – pengaruh China).

Yang lain lagi adalah hari DESAIN (tanpa alasan 😃 ) , dan hari DASI ネクタイ. Rupanya dasi pertama kali diproduksi di Jepang itu pada tgl ini di tahun 1884 oleh Koyama Umekichi.

Dan juga merupakan hari MINYAK WANGI konon karena di Perancis setiap 1 Oktober diperkenalkan minyak wangi dengan aroma baru! (Penting nih buat pecinta minyak wangi seperti saya 😃 )

Bagi pecinta anjing, hari ini adalah hari untuk Anjing Pemandu Tunanetra. Satu lagi yang ditetapkan PBB adalah Hari Lansia Internasional 国際高齢者の日(ditetapkan pada tahun 1990).

Tulisan ini pernah dimuat dalam pojok Bahasa dan Budaya Jepang di FB Grup “Wanita Indonesia Berkarya di Jepang”

Masih banyak lagi hari peringatan printilan yang lain pada tanggal 1 Oktober ini tapi menurut saya tidak begitu menarik. Tapi yang pasti tidak menarik bagi para ibu RT adalah tanggal 1 Oktober = Koromogae no hi 衣替えの日. Biasanya sekolah menetapkan bahwa mulai tanggal 1 Oktober, siswa sudah boleh pakai baju untuk musim dingin. Dan berarti ibu-ibu menyimpan baju musim panas, dan mengeluarkan baju musim dingin. Buat saya itu berarti SENGSARA! Karena saya alergi debu/ house dust, sudah pasti bersin-bersin meskipun sudah pakai masker.

Jadi teman-teman akan “merayakan” hari ini bagaimana?

Selamat menikmati awal Oktober, sambil kita menjaga kesaktian Pancasila (hari peringatan Indonesia) !

#wibjnihongo

#wibjbudayajepang

 
Leave a comment

Posted by on October 1, 2020 in Uncategorized