RSS

Hari Bus di Jepang

Hari ini tanggal 20 September adalah hari BUS di Jepang. Rupanya hari ini pada tahun 1903, BUS pertama kali beroperasi di Kyoto, yaitu dari Horikawa Nakatachiuri – Shichijo – Gion. Namanya waktu itu tentu bukan BUS, tapi Noriai Jidousha 乗り合い自動車. (Noriai artinya naik bareng-bareng 😃, share gitu) Pada awalnya yang dipakai sebagai bus adalah kendaraan mesin uap yang dimodifikasi sehingga bisa mengangkut 6 orang, dan tidak mempunyai terpal (penutup) yang melindungi bagian kepala. Kalau hujan ya basah, deh. Mobil ini sering mogok juga sering mendapat serangan dari pesaingnya. Baru sekitar tahun 1912 bus bisa beroperasi dengan stabil.

https://zatsuneta.com/archives/109202.html

Kapan pertama kali teman-teman naik bus di Jepang? Saya pertama kali naik bus dari stasiun Yokohama ke kampus Yokohama National University tentu dengan clingak clinguk. Tidak tahu cara bayarnya bagaimana, apalagi mesti turun di mana. Sampai minta tolong pada pak Supir, “Yokohama Kokudai ichiban chikai tokoro made oshiete kudasai!” (Beritahu kalau sampai halter terdekat universitas). Untung waktu itu sudah bisa bahasa Jepang, kalau tidak…. ya tidak pergi hahaha.

Setelah itu saya suka naik bus. Ada yang bayar di awal, ada yang ambil tiket dulu baru bayar waktu turun. Ada yang masuk dari depan (kebanyakan di Tokyo dari depan), tapi ada yang dari tengah/belakang. Ada yang harganya sama ke mana saja, ada yang berbeda-beda. Lucu juga waktu naik yang berbeda-beda itu, setiap harganya berubah jadi deg-degan pas turun mesti bayar berapa 😃 Tapi untung kalau naik bus, saya tidak pernah ketiduran sehingga tidak perlu jalan jauh. Kalau naik kereta bahaya, karena sering terlewat stasiun yang dituju karena ketiduran 😃

Yang lucu pernah suatu kali saya sedang akan naik bus di sebuah stasiun, seorang nenek Jepang menyapa saya dan bertanya, “Bus ini ke XXXX tidak, ya?”

Waduh, kok kamu tanya ke gaijin sih, pikirku.

“Maaf saya juga baru pertama kali naik bus ini, tapi kalau lihat denahnya halte itu yang ke 4 deh, nek!” Dan nenek itu naik bersama saya, dan tentu saya beritahu waktu dia harus turun.

Ada pengalaman tidak enak di bus? Ada! Kebetulan saya harus berdiri karena penuh. Dan si supir tiba-tiba mengerem sehingga saya jatuh terjerembab bersama 3 orang yang lain. Padahal sudah pegangan loh. Buru-buru berdiri, dan ada yang menyerahkan ponsel saya yang ternyata terlempar jauh. Malu euy. Si supir dimaki penumpang bapak-bapak sampai bungkuk-bungkuk minta maaf. Kasihan….

Tapi ada lagi pengalaman tidak perlu bayar! Ya, karena bus penuh, saya (dan beberapa orang) masuk dari tengah, dan waktu turun juga dari tengah tidak ada waktu untuk putar masuk juga. Saya sering juga melihat orang yang membayar tapi uang besar sehingga tidak ada kembaliannya, dan si supir berkata, “Lain kali saja bayarnya!” Kagum, deh.

Sejak pindah rumah ke Saitama, saya tidak pernah naik bus lagi. Kangen juga naik bus.

 
Leave a comment

Posted by on September 20, 2022 in Uncategorized

 

Hari Penghormatan untuk Lansia

Loh, memangnya lansia di Jepang tidak dihomati ya? Sampai harus menetapkan peringatan untuk Lansia? Mengapa ada hari libur yang disebut sebagai Hari Lansia itu sih?

Konon pada tahun 1947, di sebuah desa di Prefektur Hyogo, menetapkan adanya hari 年寄りの日Toshiyori no Hi (Hari orang tua), dengan slogannya “Kita pinjam akal pikiran orang yang tua untuk membangun desa kita”. Karena tanggal 15 September itu dianggap merupakan hari paling cerah, maka setiap tanggal 15 September itu diperingati Hari Lansia, dan dari desa tersebut pada tahun 1950 menyebar ke seluruh prefektur, dan pada tahun 1966 resmi hari Lansia ini menjadi hari libur nasional. (

Hebat ya…mulai dari desa tuh..)

Sampai dengan tahun 2002, Hari Lansia敬老の日 ini selalu diperingati setiap tanggal 15 September apapun harinya. Tapi sejak ada kebijaksanaan Happy Monday (membuat hari libur beruntun Sabtu, Minggu, Senin, seperti di Indonesia lah), maka sejak tahun 2003 berubah menjadi Minggu ke 3 bulan September.

Lalu pada hari ini Lansia ngapain? Ya biasa saja sih, tapi biasanya dari pemerintah daerah di tempat tinggalnya, ada hadiah dibagikan pada lansia ini (biasanya berupa kue Jepang Manju merah putih atau Kastela). Ada juga pemda yang memberikan angpao (hadiah berupa uang). Bagi lansia yang punya cucu-cucu biasanya hari ini juga bisa diadakan “pertemuan” keluarga. Makan-makan dan minum-minum gitchuu.

Bila ditanya, yang namanya Lansia itu dari usia berapa? Hmmm susah juga ya. Jawabannya semua orang yang sudah tua = lansia. Semestinya dari usia 60 tahun karena dalam kalender Cina (Shio) manusia itu genap 5 kali mengalami satu putaran kehidupan yang lamanya 12 tahun (Satu putaran itu ada 12 shio) dan dalam bahasa Jepangnya disebut Kanreki 還暦. Pada usia 60 tahun ini juga biasanya pegawai akan berhenti pensiun. Orang yang memperingati ulang tahun ke 60 ini akan diberikan 赤いちゃんちゃんこ akai-chanchanko yaitu sejeniss rompi dan topi berwarna merah. Tapi karena usia harapan hidup orang Jepang semakin tinggi, umur 60 tahun belum dianggap tua. Kalau boleh saya menetapkan (menurut saya loh) Lansianya Jepang itu mulai 70 tahun.

Nah sebetulnya ada beberapa peringatan khusus bagi lansia setelah Kanreki (60 tahun), dan masing-masing ada namanya.

Usia 70 th, namanya 古希 KOKI, warna ungu

Usia 77 th, namanya 喜寿 KIJU, warna ungu.

Usia 80 th, namanya 傘寿 SANJU, warna kuning

Usia 88 th, namanya 米寿 BEIJU, warna kuning

Usia 90 th, namanya 卒寿 SOTSUJU, warna putih

Usia 99 th, namanya 白寿HAKUJU, warna putih

Usia 100 th, namanya 紀寿 atau 百寿 KIJU atau HYAKUJU, warna putih

Usia 108 th, namanya 茶寿 chaju, 111th 皇寿 kouju dan 120 th大還暦 daikanreki. Sebutan-sebutan peringatan ini juga menarik, jika dilihat dari penulisan kanjinya (tapi sulit untuk bisa saya terangkan tertulis).

Tapi perlu diperhatikan bahwa selain kanreki yang diperingati persis waktu seseorang berulang tahun ke 60, peringatan lainnya biasanya diperingati menurut 数え歳 kazoedoshi, yaitu dikurangi 1 tahun. Kazoedoshi ini terjadi karena perhitungan jika bayi lahir itu sudah berusia 1 tahun. Saya pernah salah terlewatkan memperingati KIJU untuk bapak mertua, pikirnya pas dia berulangtahun ke 77, tahunya sudah terlewat, justru saat itu dia sudah 78 th menurut kazoedoshi.

Menurut pemerintah Jepang tanggal 14 Juni 2022, jumlah penduduk lansia (di atas 65 tahun) adalah 36.210.000 orang dan ini berarti 28,9% dari jumlah penduduk keseluruhan. Angka Harapan Hidup (AHH) orang Jepang untuk pria 81,47 tahun dan wanita 87,57 tahun (FYI: Indonesia 73,5 tahun).

Angka Harapan Hidup dalam bahasa Jepang disebut dengan 平均寿命 Bahasa Inggris Life Expectancy at Birth (LEB)、sedangkan sekarang ada istilah baru yaitu 健康寿命 Healthy Life Years (HLY), yaitu seberapa lama lansia bisa hidup dalam keadaan sehat. Dan dari data diketahui bahwa dibanding 10 tahun lalu, HLY orang Jepang makin bertambah. Misalnya dari data tahun 2019, LEB pria Jepang 81,41 sedangkan HLY nya 72,68. Untuk wanita LEB nya 87,45 sedangkan HLY nya 75,38 tahun. Ini menunjukkan bahwa kita harusnya bisa hidup sehat sampai usia 72-75 tahun loh.

Fenomena 高齢化社会 masyarakat yang semakin menua ini di satu pihak menggembirakan, tapi di lain pihak membawa masalah bagi negara. Tapi saya selalu senang melihat lansia di Jepang, banyak yang tetap bersemangat untuk hidup sehat dan tetap beraktifitas/ berguna bagi masyarakat. Semoga kita semua bisa seperti lansia Jepang ya…..

 
Leave a comment

Posted by on September 19, 2022 in Uncategorized

 

Tak Lapuk oleh Hujan

Hari ini tanggal 27 Agustus adalah hari ulang tahun dari Miyazawa Kenji (宮沢 賢治 or 宮澤 賢治, 27 Agustus 1896 – 21 September 1933) yang merupakan novelis dan penyair sastra anak-anak Jepang asal Hanamaki, Iwate, pada akhir zaman Taishō dan awal zaman Shōwa. Ia juga dikenal sebagai guru ilmu pertanian, vegetarian, pemain cello, Buddhis taat, dan aktivis sosial utopia. (wikipedia)

銀河鉄道の夜

Bagi yang suka menonton anime, Miyazawa Kenji adalah pengarang 銀河鉄道の夜 Night on the Galactic Railroad. Tetapi saya sendiri belum pernah membaca atau menontonnya. Ada satu karyanya yang ingin saya perkenalkan yaitu sebuah puisi terkenal yang berjudul 雨ニモマケズ Ame ni mo makezu. Harfiahnya “Tidak Kalah dengan Hujan”

tak lapuk oleh hujan

tak goyah oleh angin

tak lekang oleh salju dan teriknya matahari

badan yang kuat

tak ada nafsu, tidak pemarah, dan selalu tersenyum lembut

satu hari makan nasi 4 omplong, dengan miso dan sedikit sayuran

dalam segala hal tidak memenangkan diri sendiri

lihat dan dengar dengan seksama, mengerti dan tidak melupakannya

tinggal dalam gubuk kecil di bayangan hutan pinus

jika ada anak yang sakit di timur, pergi untuk merawatnya

jika ada ibu yang lelah di barat, pergi membantu

jika ada orang sekarat di selatan, pergi dan katakan,”tidak usah takut!”

jika ada orang yang berkelahi atau menggugat di utara, pergi dan katakan “hentikan perbuatan tak berguna itu”

waktu matahari terik, menitikkan air mata

pada dinginnya musim panas, berjalan dengan teguh

dikatakan sebagai makhluk sia-sia oleh semua orang

tanpa pujian, dan tanpa derita

Saya ingin menjadi orang seperti itu

(baca tulisan aslinya bisa pusing deh)

〔雨ニモマケズ〕

宮澤賢治

雨ニモマケズ

風ニモマケズ

雪ニモ夏ノ暑サニモマケヌ

丈夫ナカラダヲモチ

慾ハナク

決シテ瞋ラズ

イツモシヅカニワラッテヰル

一日ニ玄米四合ト

味噌ト少シノ野菜ヲタベ

アラユルコトヲ

ジブンヲカンジョウニ入レズニ

ヨクミキキシワカリ

ソシテワスレズ

野原ノ松ノ林ノ蔭ノ

小サナ萓ブキノ小屋ニヰテ

東ニ病気ノコドモアレバ

行ッテ看病シテヤリ

西ニツカレタ母アレバ

行ッテソノ稲ノ朿ヲ負ヒ

南ニ死ニサウナ人アレバ

行ッテコハガラナクテモイヽトイヒ

北ニケンクヮヤソショウガアレバ

ツマラナイカラヤメロトイヒ

ヒドリノトキハナミダヲナガシ

サムサノナツハオロオロアルキ

ミンナニデクノボートヨバレ

ホメラレモセズ

クニモサレズ

サウイフモノニ

ワタシハナリタイ

(Kalau melihat tulisan Kanji-katakana begini aku jadi teringat mimpi buruk waktu aku menulis thesis. Semua dokumen asli yang aku harus baca seperti ini…hiks… Maklum penelitian tentang jaman perang sih.)

Dalam puisi itu dikatakan makan nasi 4 omplong dalam satu hari. 一合 いちごう ichigo adalah penakar beras untuk memasak. Saya sendiri tahunya dari ibu saya 1 omplong (gelas takar) yang sekitar 180 ml itu. Namun saya cari memang omplong bukan bahasa Indonesia. Mungkin dari bahasa Jawa, umplung? Teman-teman menyebut gelas takar itu apa?
Di Jepang ichigo 一合 selain untuk mengukur beras, juga dipakai untuk menyatakan satu gelas sake. Satu botol sake yang besar itu 1,8 liter isinya atas sama dengan 10 合.

Kembali ke puisi, seseorang makan 1 hari 4 gelas takar itu tidak mungkin. Biasanya saya masak 4 gelas takar untuk kami makan sehari (4 orang). Sepertinya makannya cukup banyak, ya. Tidak tahu apakah mungkin ada kesalahan penulisan puisi itu, ya?

Satu lagi tentang puisi di atas, Miyazawa Kenji meninggal muda dalam umur 37 tahun dan puisi itu ditemukan setahun setelah kematiannya. Kelihatannya dia menuliskan keinginannya untuk menjadi seperti yang tertulis. Menjadi orang yang tidak mementingkan diri sendiri dan selalu memikirkan orang lain. Dan ternyata ada seseorang yang menjadi model dalam tulisan itu, yaitu Saito Soujiro 斎藤 宗次郎 yang beragama kristen. Miyazawa melihat kehidupan Saito dan merasa urayamashi… 羨ましい うらやましい ingin menjadi seperti itu.

Kata urayamashi cukup sulit diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia dan harus melihat konteks bacaannya. Kadang lebih dalam dari sekedar memuji, atau merasa iri. Misalnya jika kita bertemu dengan orang yang lebih muda dari kita, “Usianya berapa?” “22 tahun” “urayamashii naaaa” di sini kita bisa menerjemahkannya menjadi, “Masih muda yaaaa” padahal di situ ada banyak ekspresi lain yang ingin disebutkan, misalnya, “masih muda senang ya, aku juga ingin jadi muda lagi” dsb.

Nah kalau saya sekarang sedang urayamashi pada teman-teman yang bisa mudik pada musim panas ini dan bisa makan yang enak-enak di Indonesia 😀

 
Leave a comment

Posted by on August 27, 2022 in Uncategorized

 

Hari Laut 海の日

Tanggal 18 Senin besok tanggal merah! Tanggal 18 Juli adalah hari LAUT di Jepang. Tanggalnya berbeda-beda setiap tahunnya, karena sejak ada sistem Happy Monday (2003), pemerintah kemudian menetapkan Hari Laut jatuh pada hari Senin minggu ke 3.

Saya mengikuti perkembangan hari Laut, sejak pertama kali ditetapkan yaitu tanggal 20 Juli (dulu selalu 20 Juli) tahun 1996 (ditetapkannya tahun 1995, dan berlaku mulai tahun berikutnya). Ada banyak memori tentang Hari Laut, karena waktu itu saya kuliah di Yokohama. Bagi saya Hari Laut memang pantas dirayakan di Yokohama. Dan yang pasti Hari Laut yang tanggal 20 Juli itu berarti semester ganjil di universitas selesai (pada umumnya), dan mulai liburan musim panas. Tapi karena sekarang dipindah menjadi hari Senin, berarti harus tunggu sampai Jumatnya deh.

Kenapa tanggal 20 Juli itu Hari Laut? Sebetulnya latar belakang sejarahnya dari kapal Meiji Maru (明治丸) yang mendarat di Yokohama tanggal 20 Juli 1876. Kapal ini membawa Kaisar Meiji setelah melakukan kunjungan ke utara Jepang. Kapal Meiji Maru sendiri dipesan langsung dari Inggris untuk dipakai khusus membawa Kaisar melawat mercu suar di Jepang.  Setelah itu kapal Meiji Maru menjadi kapal pelatih yang ditambatkan di Universitas Tokyo Marine di kampus Echujima.

Nah yang menjadi pertanyaan sekarang, kenapa kapal-kapal Jepang semua bernama xx Maru. Pasti di bagian belakang namanya ada Maru 丸nya。Padahal sejak kapan kapal itu ada yang bulat ya? 😃 (丸 artinya bulat)

Rupanya Maru itu dulu awalnya dari MARO 麿, sebuah nama kesayangan yang sering dipakai untuk nama laki-laki, jaman Nara. Sekarang sih biasanya nama laki-laki (yang sudah tua) Taro atau Jiro. Kemudian nama Maro ini juga dipakai untuk anjing, kucing atau bahkan untuk pedang kesayangan. Lama-lama pengucapan berubah menjadi Maru dan Kanjinya berubah menjadi lebih mudah 丸。Akhirnya pada Jaman Meiji, peraturan perkapalan mewajibkan penggunaan Maru pada penamaan kapal-kapal.

Kalau mau melihat interior dalamnya kapal Jepang silakan berkunjung ke Yamashita Koen di Yokohama. Di situ tertambat Hikawamaru sebuah kapal pos, dan bisa masuk dengan membayar 300 yen. Selain itu di dekat Landmark Tower ada pula kapal layar Nipponmaru yang melengkapi Museum Bahari yang berada di dekatnya. Untuk memasuki Kapal Nipponmaru bisa membeli karcis masuk seharga 600 yen (kapal dan museum) atau 400 yen (kapal atau museum saja). Bisa lihat keterangannya di  https://www.nippon-maru.or.jp/english/ Saya ingat kapal Nipponmaru ini pernah berlabuh di Jakarta saat saya masih kuliah bahasa Jepang, dan kami diundang menaiki kapal ini untuk bertemu pelajar dari Asean yang sedang berlatih di kapal tersebut.

5 Mei 2013, anak-anak ikut “membantu” membentangkan layar
Kalau layar terbuka semua, penampakannya seperti ini. Keren, ya.

Kalau sempat pergi ke Nipponmaru di Yokohama ini, sebelum masuk tanyakan apakah ada Sohan Tenpan総帆展帆(そうはんてんぱん)atau pembukaan layar. Ada waktu-waktu tertentu mereka mengadakan pertunjukan cara membuka seluruh layar kapal, yang makan waktu 1 jam. Untuk anak-anak dulu dipinjamkan seragam kapten kapal, sehingga bisa berfoto dan bergaya dengan baju pelaut itu!

Yang pasti kalau berswafoto di kapal-kapal ini harap berhati-hati jangan sampai me-MARU-kan ya 😃 (baca: memalukan 😀 )

 
Leave a comment

Posted by on July 17, 2022 in Uncategorized

 

Hari Beras 100 karung

Bahasa Jepangnya “Kome Hyappyou 米百俵”. Samar-samar aku mengingat  sebuah cerita sejarah yang melatarbelakangi slogan “100 karung beras” ini. Peristiwa ini terjadi di domain (=藩 han = daerah yang dikepalai seorang Hanshu, semacam “raja kecil”)  Nagaoka, di prefektur Niigata sekitar tahun 1860-an. Saat itu daerah ini kalah perang Boshin, dan mengalami kelaparan. Melihat kondisi ini, “tetangga”nya domain Mineyama, mengirimkan 100 karung beras, dengan tujuan menyelamatkan daerah Nagaoka dari kelaparan. TETAPI, seorang petinggi daerah Nagaoka yang bernama Kobayashi Torasaburo malahan menyuruh menjual beras itu dan hasil penjualan diperuntukkan membangun sekolah.

Katanya: “Seratus karung beras itu jika dimakan akan habis dalam sekejap, tapi jika dijadikan sekolah (pendidikan) kita akan menuai hasilnya kelak, 10.000 atau 100.000 karung.” 「百俵の米も、食えばたちまちなくなるが、教育にあてれば明日の一万、百万俵となる」

Tentu saja keputusan itu dikecam oleh petinggi yang lain, namun keputusan itu tetap dijalankan dan didirikan Kokkan Gakkou 国漢学校yang menjadi cikal bakal SD Sakanoue, yang masih ada sampai sekarang. Dan semangat Kome Hyappyou ini disentil lagi oleh mantan PM Jun-ichiro Koizumi, dengan menekankan pentingnya berpikir jauh ke depan.

Yang membuat saya termenung hari ini adalah kenyataan bahwa di Jepang TIDAK ADA hari pendidikan seperti di Indonesia. Tetapi, tentu bukan berarti Jepang tidak menganggap pendidikan itu penting. Dan aku sadari bahwa dari hari olahraga (Oktober) dan hari kebudayaan (3 November) lah juga tercermin pendidikan Jepang yang sesungguhnya. SEMUA berawal dari kelompok kecil. Kerjasama dan persatuan. Maju bersama demi masa depan!

Satu lagi yang membuat saya ingat pada “100 karung beras” ini adalah sebuah buku yang dikarang Yamamoto Yuzo, seorang pengarang sastra anak-anak dan penulis skrip drama (screen play) yang terkenal. Buku “Kome Hyappyou” juga merupakan buku skrip drama. Saya melihat buku ini di museum Yamamoto Yuzo yang berada di Kichijouji, tidak jauh dari gereja saya dulu.

Museum ini merupakan bekas rumah kediaman Yamamoto Yuzo. Dari foto-foto yang ada, terlihat banyak anak-anak yang mengunjungi rumah itu dan membaca buku-buku cerita anak-anak di perpustakaan rumah itu. Ada pula foto waktu Yamamoto Yuzo berdiri berbicara di depan anak-anak itu di teras rumah. Rumahnya asri dan memang merupakan bangunan eropa.

Ada beberapa karyanya yang terkenal, tapi belum ada yang pernah kubaca. Tapi suami saya menyarankan untuk membaca kompilasinya mengenai sastra dunia yang dia terjemahkan. Hmmm kalau sastra dunia mending saya baca dalam bahasa Inggris dong hehehe.

Hari ini 15 Juni adalah peringatan Kome Hyappyo米百俵 karena sekolah Kokkan Gakkou itu diresmikan pada hari ini tahun 1870.

 
Leave a comment

Posted by on June 15, 2022 in Uncategorized

 

春彼岸

Horreee…. libur lagi 😃… tapi dingiiiiin ya 😃

Apa teman-teman sudah tahu hari ini hari libur apa?

Dalam bahasa Jepangnya 春分の日 Shunbun no hi, dari kanjinya terlihat kanji HARU yang artinya musim semi. Tadi pagi waktu saya buka FB ada tulisan “welcome spring”, dan memang secara nyata kita bisa merasakan musim semi semakin mendekat, meskipun Shunbun itu sebetulnya bukan AWAL musim semi. Awal musim semi disebut RISSHUN 立春 yaitu 1 hari sesudah Setsubun. Tepatnya Shunbun ini berada di jam 9 pada kalender tahunan 24 bagian musim. Sering dikatakan bahwa pada Shunbun no hi ini panjang malam dan siangnya sama, meskipun sebetulnya kalau diteliti lebih lanjut, siangnya sedikit lebih panjang dari malam. Shunbun no hi ini dalam bahasa Inggris disebut dengan Equinox Day.

Sebetulnya Equinox ada dua, yaitu pada musim semi Shunbun no hi 春分の日 dan pada musim gugur Shubun no hi 秋分の日. Tanggalnya tidak pasti tapi berkisar tanggal 20 atau 21 Maret dan 22 atau 23 September, ditetapkan oleh 国立天文台 (Badan Observasi Astronomi Nasional Jepang) pada awal Februari tahun sebelumnya. Nah, hari Shunbun no hi ini menjadi hari libur nasional itu sebetulnya baru-baru saja, yaitu mulai 1948 (Showa 23) yang ditetapkan dalam dengan UU hari libur Jepang (祝日法) dengan tujuan “berterima kasih kepada alam dan mencintai makhluk hidup”.

Shunbun no Hi sering disebut dengan HIGAN 彼岸, istilah dari agama Buddha. Terutama yang sering kita dengar adalah peribahasa berbunyi “Atsusa Samusamo Higan made”  暑さ寒さも彼岸まで, terutama dalam pembicaraan mengenai cuaca. Panaspun Dinginpun (hanya) sampai Higan. Memang biasanya setelah Higan, dinginnya musim dingin dan panasnya musim panas akan berkurang. (Semoga hari ini menjadi puncak dingin terakhir ya… brrrrr)

Nah, kalau setsubun kita melempar kedelai (bukan keledai ya… kegedean 😃) , waktu Higan, orang Jepang merayakan dengan apa? Higan 彼岸, seperti yang saya tulis di atas adalah istilah dalam agama Buddha. Kanji Higan sendiri baru ditempelkan sesudahnya, tapi kata Higan sering diartikan sebagai “dunia lain atau surga”. Jadi dalam agama Buddha Higan dianggap sebagai masa/waktu untuk mendoakan arwah mereka yang sudah meninggal. Dikatakan waktu, karena jika Higan itu adalah Shunbun no Hi (hari ini tanggal 21 Maret 2022), sebetulnya masa mendoakan itu dimulai sejak 3 hari sebelumnya (18 Maret, disebut Higan-iri) sampai 3 hari sesudahnya (disebut Higan-ake).

Pada waktu ini, keluarga Jepang akan お墓参り ohakamairi “nyekar” mengunjungi makam keluarga, dan mendoakan leluhurnya. Biasanya makam keluarga itu berada dalam kompleks kuil. Begitu datang, ambil ember kayu dan cidukannya, mengisi air dan mulai membasuhi batu nisan. Tidak perlu lagi membersihkan makam dari rumput seperti di Indonesia, karena biasanya sudah bersih. Setelah memberikan air pada batu nisan, menghias makam dengan bunga (biasanya menaruh di jambangan yang ada di kiri-kanan nisan) dan memasang お香 okou (dupa), keluarga akan mengatupkan kedua tangan untuk berdoa.

Selain pergi ke makam, sebetulnya orang Jepang juga mempunyai altar leluhur di rumah masing-masing. Di situ diletakkan sesaji berupa kue manis berbentuk seruni (banyak dijual set kue atau buah khusus untuk Higan), atau Botamochi 牡丹餅 atau kadang juga disebut ohagi お萩. Botamochi dan Ohagi sama bentuk dan rasanya, hanya penamaannya saja yang berbeda. Botamochi untuk Higan musim semi, dan Ohagi untuk Higan musim gugur. Botamochi ini sejenis mochi yang ditutupi dengan tumbukan kacang merah (bisa kasar atau halus). Jadi kalau biasanya pasta kacang merahnya di dalam mochi, untuk Botamochi itu di luar. Rasanya? Enak dan manis 😃 seperti makan nasi ketan 😃

Sebagai penutup tulisan hari ini, saya ingin memperkenalkan satu peribahasa 諺Kotowaza yang memakai kata BOTAMOCHI, yaitu 棚から牡丹餅 (Tana kara botamochi)yang artinya, mendapatkan keuntungan yang tidak terduga-duga. Kalau di peribahasa Indonesianya: “Bagai mendapat durian runtuh”.

Hayoooo…. teman-teman pilih botamochi atau durian? 😃😃😃

Sepertinya kalau benar-benar kejatuhan durian pasti sakit ya? Saya pilih botamochi saja deh, empuk dan enak… apalagi kalau jatuhnya langsung di mulut hehehe.

 
Leave a comment

Posted by on March 21, 2022 in Uncategorized

 

DAGASHI だがし

Dagashi ditulis dalam kanji adalah  駄菓子. Apa itu sebenarnya Dagashi? Kebanyakan dari kita tahu bahwa ada unsur kata KASHI 菓子 yang berarti kue/snack. Lalu DA 駄 ya apa dong? MUDA 無駄 (boros/tidak berguna)?hehehe Kalau MUDA nya bahasa Indonesia itu BENAR sekali, karena yang makan DAGASHI itu biasanya masih muda, atau anak-anak. DAGASHI memang terkenal di antara anak-anak karena harganya murah. Biasanya sekitar 5 sampai 100 yen.

Padahal kalau membuka kamus, ada banyak pengertian DAGASHI, misalnya “Kue yang terbuat dari udang, gandum, awa (Jawawut), hie (sejenis jawawut), kacang dll yang harganya murah”. Nah yang memenuhi kriteria ini sebetulnya namanya Kyododagashi 郷土駄菓子. Ada yang namanya Sendaidagashi, Aizudagashi, Himejidagashi dll. Kalau ingin tahu seperti apa, bisa googling, tapi cukup banyak jenisnya, dan saya lihat itu seperti karinto (kue yang dibalut gula) atau FU (麩菓子snack ringan seperti makan kapas :D) . Kue ini disebut juga dengan zatsugashi karena dibuat dari bahan murah dan gulanya juga murah, bukan gula putih yang lebih mahal.

Lalu ada definisi kedua yaitu 一文菓子(いちもんがし) alias KUE MURAH, satu sekeping (uang). Ya 5 yen, 10 yen, 50 yen atau beberapa keping dari logam-logam itu. Murah atau tidak, bergizi atau tidak, tidak menjadi masalah. Siapa saja yang memakannya akan merasa senang. Apalagi anak-anak masih membutuhkan kalori tambahan, jadi memang dagashi itu menarik.

Dagashi ini mulai populer pada zaman Edo, sebagai kudapan masyarakat. Kalau bangsawan tentu makannya lebih mahal yang memakai bahan lebih mahal seperti beras dan gula (mochi dll). Kemudian setiap zaman memberikan warna dalam variasi kue-kue dagashi ini, bahkan akhirnya segala macam remahan ramen kering, jeli panjang, dan permen karet juga masuk ke dalam kategori dagashi. Kue-kue murah ini dijual di toko khusus bernama Dagashi-ya. Ciri khas kue ini jika di daerah perkotaan, hanya dibuka sesudah sekolah selesai sampai pada bel sore berbunyi. Coba perhatikan apakah di daerah teman-teman masih ada toko seperti rumahan begitu. Waktu saya tinggal di Nerima, ada toko dagashi seperti itu, dan saya juga pernah diajak anak mengunjunginya. Saya ikut merasakan senangnya anak-anak melihat begitu banyak macam kue yang murah. Di situ juga anak-anak bisa belajar berhitung, loh. Apakah cukup uang sakunya jika membeli beberapa kue.

Namun memang dagashiya itu semakin berkurang. Sekarang beberapa dagashi sudah masuk konbini atau di supermarket di pojok khusus yang biasanya ditaruh di rak paling bawah sehingga anak kecil bisa meraihnya. Saya ingat sekali anak saya membeli permen karet dengan gambar Felix the Cat seharga 10 yen di konbini. Jika buka bungkusnya dan mendapat tulisan あたり, kemudian bisa menukarnya dengan permen karet satu lagi.

Foto dari Amazon

Atau jika ibu-ibunya mau memberikan dagashi kepada anak-anak, sekarang bisa membeli satu kotak dagashi campur 駄菓子盛り合わせ (Dagashi moriawase) dengan harga dan isi bervariasi. Saya juga pernah membeli untuk pesta anak-anak. Praktis (便利Benri) sekali.

Mengapa saya tiba-tiba menulis tentang Dagashi, karena saya membaca bahwa hari ini tanggal 12 Maret adalah hari Dagashi だがしの日 (tidak ditulis dengan kanji supaya anak-anak bisa baca). Memang skala kecil, karena ditetapkan oleh sebuah organisasi yang bernama “DAGASHIで世界を笑顔にする会“ secara harfiah artinya “Perkumpulan untuk membuat dunia tersenyum dengan Dagashi” pada tahun 2015. Perkumpulan ini adalah perkumpulan produsen dan mereka yang berhubungan dengan dagashi.

Kenapa dipilih tanggal 12 Maret? Karena hari ini merupakan hari meninggalnya 田道間守(たじまもり) Dajima Mori yang menjadi Dewa Kue di kuil Nakashima Jinja di Hyogo.

Kalau kamu suka Dagashi yang mana?

Kalau saya suka yang namanya Morokko Yoguruモロッコヨーグル, seperti krim manis-manis segar gitu. Kadang pengen cari sih 😀

Morokko Yoguru
 
Leave a comment

Posted by on March 12, 2022 in Uncategorized

 

Risshun 立春

Ada yang lihat upacara pembukaan olimpiade musim dingin di Beijing kemarin malam tgl 4 Februari 2022? Waktu ada kembang api, tertulislah 立春 SPRING. Memang kemarin itu  adalah Risshun 立春yang merupakan awal musim semi, meskipun tidak berarti udara akan memanas….. masih lama. Kebayang tidak announcer kemairn mengatakan bahwa suhu di tempat pertandingan sampai minus 20 derajat. Meskipun memang di Jepang hari hangat akan mulai sering. Tapi yang bisa disadari, jika sebelumnya pukul 4 atau 5 sore sudah gelap, sekarang waktu gelap akan mundur.

Semua memang menantikan datangnya musim semi. Setelah merayakan setsubun tgl 3 Februarinya, waktu yang ditunggu adalah 春分の日 shunbun no hi atau 春彼岸 haru higan pada tanggal 21 Maret. Nah kalau sudah higan biasanya sudah mulai hangat deh.

Sumber: https://www.jalan.net/news/article/518773/

Perhitungan semacam ini disebut  Nijuusekki 二十節気 (24 posisi matahari). Dalam kalender lunisolar Asia Timur, satu tahun dibagi menjadi 24 posisi matahari berdasarkan pembagian ekliptika (lintasan yang dilalui matahari seperti terlihat dari bumi) menjadi 24 bagian dengan jarak bujur 15°satu sama lainnya.  Dalam pembagian satu tahun menjadi 4 musim, setiap musim dibagi menjadi 6 posisi matahari yang masing-masing lamanya 15 hari.  Setiap posisi matahari diberi nama yang melambangkan fenomena alam dan musim. Sistem ini berasal dari Cina dan juga digunakan di Korea, Jepang, dan Vietnam (memakai kanji).

BujurTerjemahanIstilah JepangTanggal +/ 1 hariKeterangan
315°Awal Musim Semi立春
risshun
Feb 4
330°Air hujan雨水
usui
Feb 19Lebih banyak hujan daripada salju
345°Bangunnya serangga啓蟄
keichitsu
Mar 6Secara harafiah berarti bangunnya serangga yang tidur.
Equinox musim semi春分
shunbun
Mar 21Pusat musim semi. Panjangnya malam dan siang sama.
15°Bersih dan terang清明
seimei
Apr 5
30°Hujan gandum穀雨
kokuu
Apr 20Hujan membantu gandum tumbuh
45°Awal musim panas立夏
rikka
May 6
60°Gandum penuh小満
shōman
May 21Gandum menjadi gemuk
75°Jenggot gandum芒種
bōshu
Jun 6
90°Titik balik matahari pada musim panas夏至
geshi
Jun 21 solstice
105°Sedikit panas小暑
shōsho
Jul 7
120°Banyak panas大暑
taisho
Jul 23
135°Awal musim gugur立秋
risshū
Aug 8
150°Sisa panas処暑
shosho
Aug 23
165°Embun putih白露
hakuro
Sep 8Kandungan air membuat embun putih
180°Equinox musim gugur秋分
shūbun
Sep 23Panjangnya siang dan malam sama
195°Embun dingin寒露
kanro
Oct 8
210°Turunnya embun es霜降
sōkō
Oct 23
225°Awal musim dingin立冬
rittō
Nov 7
240°Sedikit salju小雪
shōsetsu
Nov 22
255°Banyak salju大雪
taisetsu
Dec 7
270°Titik balik matahari pada musim dingin冬至
tōji
Dec 22Solstice (sejatinya musim dingin dimulai tgl ini)
285°Sedikit dingin小寒
shōkan
Jan 6
300°Banyak dingin大寒
daikan
Jan 20

Sumber wikipedia

Jadi kalau menurut solar term ini Musim di Jepang seharusnya:

Musim semi : dari Risshun  立春 4 Feb sampai 5 Mei

Musim Panas : dari Rikka 立夏 6 Mei sampai 7 Agustus)

Musim Gugur : dari Risshu  立秋  8 Agustus sampai 6 November

Musim Dingin : dari Ritto  立冬  7 November sampai 3 Februari

Tapi jika mengikuti astrologi barat maka:

Musim Semi : dari 21 Maret sampai 21 Juni
Musim Panas : dari 22 Juni sampai 22 September
Musim Gugur : dari 23 September sampai 21 Desember
Musim Dingin : dari 22 Desember sampai 20 Maret

Warga Jepang sangat menyesuaikan kehidupannya dengan musim. Jadi memasuki musim semi, mereka akan mencari bahan makanan yang 旬 shun, sesuai musim. Pada musim semi, mereka akan makan ikan Shirouo (ikan transparan seperti teri), atau torafugu yang banyak ditangkap pada musim semi.

Tapi…. musim semi berarti banyak serbuk (kafun) pinus beterbangan, dan ini menyebabkan alergi. Jadi kontradiksi sekali, ingin cepat musim semi supaya hangat, tapi ingin jangan musim semi karena kafun 😀

 
Leave a comment

Posted by on February 5, 2022 in Uncategorized

 

Setsubun 節分

Oni wa soto, ehomaki wa kuchi 😀

Hari ini tanggal 3 Februari adalah hari Setsubun 節分. Biasanya jika kita katakan Setsubun orang akan berkata “Oh Oni wa soto” itu ya? Yang lempar kacang kedelai itu ya? Yang bulan Februari ya? Padahal sebetulnya Setsubun itu ada 4 kali dalam setahun. Karena setsubun sebetulnya berarti Kisetsu wo wakeru 季節を分ける, membagi musim. Dan musim dalam setahun itu kan ada empat 春夏秋冬, jadi selayaknya Setsubun juga ada 4. Tapi memang yang terkenal adalah Setsubun menjelang musim semi, sehari sebelum 立春 risshun.

Awalnya memang kebiasaan dari China yang dipakai oleh Kaisar Monmu (736) sebagai upacara mengusir ONI (saya terjemahkan setan saja ya? yang dalam hal ini penyakit karena pergantian musim) di kalangan istana, dan mulai menyebar di masyarakat biasa pada jaman Muromachi (1338-1573). Dahulu ada kebiasaan untuk mengusir ONI ini dengan menaruh HIIRAGIIWASHI柊鰯, yaitu hiasan dari kepala ikan Iwashi yang ditusuk dengan daun Hiiragi (daun yang bersudut tajam). Bau kepala ikan dan sudut tajam daun dipercaya bisa mengusir ONI. Tapi itu dulu!

Sekarang tinggal dua kebiasaan yang dilakukan, yaitu

1. Melempar kacang kedelai ke arah luar. Diharapkan dengan lemparan kedelai ini sang setan (ONI) akan lari dan membawa pergi kesialan dan penyakit bersamanya. Sambil melempar kedelai ke arah luar rumah biasanya kita akan berkata, “Oni wa soto, fuku wa uchi (Setan pergilah, keberuntungan/kebahagiaan datanglah)”. Anak-anak biasanya akan memakai topeng Oni, dan melemparkan kedelainya. Anak-anak juga akan mengambil kacang kedelai (selain yang dilempar) sesuai umurnya untuk dimakan. Jadi kalau umur 9 tahun, mengambil 9 butir kacang untuk dimakan. Dengan makan kacang kedelai ini, diharapkan badan menjadi kuat dan tetap sehat serta tidak terkena masuk angin, penyakit yang umum di musim dingin.

Yang lucunya, saya membaca bahwa di daerah Hokkaido, Jepang utara dan Kyushu selatan, yang dilempar adalah kacang tanah. Alasannya, kacang tanah yang masih berkulit itu sesudah dilempar dapat lebih mudah dikumpulkan dan dimakan (emak tidak mau rugi 😃). Iya sih, kalau mau mengumpulkan kacang kedelai yang sudah dilempar sulit juga dan kotor kan. Biasanya ibu-ibu akhirnya mengumpulkan pakai sapu saja, kemudian langsung dibuang ke tong sampah.

Kadang-kadang di sekolah akan muncul orang berkostum ONI, biru Ao-Oni dan merah Aka-Oni, datang dan menggoda anak-anak. Kemudian anak-anak akan melemparkan kacang ke arah ONI itu. Di penitipan anak atau TK biasanya banyak anak yang takut dan menangis. (wajar ya 😃)

2. Makan sushi gulung malu-malu. Loh kok malu-malu? Sebetulnya sih bukan malu tapi maru. Tapi bagi orang Jepang kan pengucapan “malu” dan “maru” itu sama, jadi ya saya katakan saja malu-malu 😃Maru itu adalah bulat. Terus terang saya pernah bingung melihat nama toko di Shibuya yang hanya bertuliskan OIOI kok dibaca Marui. Ternyata O nya itu Maru = bulat dan I nya ya dibaca i. Memang membaca tulisan di Jepang kadang perlu putar otak untuk bisa mengerti artinya, meskipun kita sudah bisa bahasa Jepang.

Tapi dengan adanya kata maru yang berarti bulat itu juga, bisa membuat orang Jepang yang belajar bahasa Indonesia cepat hafal kata “malu”. Biasanya saya mengajarkan “Maru hadaka de Malu hazukashii” (Telanjang BULAT jadi Malu). Biasanya sih tokcer tuh untuk menghafal kata malu.

OK, kembali ke topik, jadi pada peringatan SETSUBUN ini ada kebiasaan untuk makan sushi bulat-bulat, sushi yang berbentuk gulung, yang memang juga “bulat padat” berisi 7 macam “lauk”. Namanya “Marukaburi” まるかぶり atau “Ehomaki” 恵方まき. Dan ternyata waktu saya mencari informasi, eho berarti lucky direction, arah mujur. Mewakili 7 dewa, yang disebut Shichifukujin七福神, 7 macam “lauk” diisi dalam nasi sushi untuk kemudian dilinting.

Tujuh jenis lauk itu adalah kanpyo (sejenis mentimun yang dikeringkan), ketimun, jamur, rumput laut, unagi (belut) dan abon denpun, telur dadar, atau yang lainnya. Bahkan pasti ada yang pernah lihat di TV ada yang membuat ehomaki berbalut emas senilai 50.000 yen saja! (Mau dong mentahnya hehehe)

Nah, kalau membeli ehomaki di toko, biasanya akan diberikan kertas berisi cara makan sushi gulung ini. Di situ biasanya tertulis arah mujur tahun tersebut (setiap tahun beda), dan untuk tahun 2022 adalah 北北西微北 (hoku hoku seibihoku)  mudahnya arah utara sedikit ke barat,deh. Jadi sambil menghadap ke arah ini kita makan bulat-bulat sampai habis satu batang sushi gulung ini (jangan satu suapan ya… nanti keselek 😃) . Dan sembari makan membatinkan keinginan untuk tahun ini. Misalnya supaya lulus ujian, dapat pacar, sehat dll.

Kebiasaan makan Ehomaki ini termasuk kebiasaan yang baru timbul, sekitar jaman Tokugawa – Meiji dan bisnis memang berperan dalam penyebaran kebiasaan ini, dengan mengatakan : “Kalau makan ehomaki satu tanpa berhenti maka penyakit menjauh dan keberuntungan mendekat, tapi kalau berhenti di tengah-tengah berarti melepaskan keberuntungan”.

Tapi zaman modern sekarang bahkan sudah banyak yang mulai mengganti kebiasaan makan ehomaki dengan bolu gulung, pokoknya bulat digulung-gulung deh. Mungkin kita bisa kenalkan lemper, arem-arem atau gogos sebagai pengganti ehomaki ya? 😃

Bagaimana? Sudah siap dengan kacang kedelai dan ehomaki?Jangan lupa siapkan sapu juga ya 😃.

 
Leave a comment

Posted by on February 3, 2022 in Uncategorized

 

Winter Solstice

Bahasa Jepangnya Touji 冬至 .Tanggal 22 Desember 2021 menurut penanggalan Jepang adalah TOUJI冬至, bahasa Inggrisnya Winter Solstice. Tadi saya lihat teman saya mengatakan di Singapore (Etnis China) merayakan Dōngzhì Festival dan menikmati mochi seperti wedang ronde (jadi pengen deh).

Memang Winter Solstice ini sepertinya dirayakan meriah di Asia Timur ya? Pemikirannya bahwa pada hari ini memang matahari (siang) akan terpendek, tapi berarti mulai hari ini juga matahari semakin panjang, kan? Jadi dianggap sebagai hari kelahiran alam (matahari), sehingga dari zaman dahulu sudah dirayakan besar-besaran.

Nah, kalau Jepang?Jepang hanya mengetahui bahwa “pada hari ini siangnya terpendek dalam setahun” karena posisi matahari di bumi belahan utara berada pada derajat merendah ke arah selatan. (Kalau di gambar berada di sekitar jam 2). Dan mulai Touji ini, berarti kita sudah memasuki FUYU HONBAN冬本番, the real winter! (Siap-siap makin dingin ya 😃 ).

Di Jepang tidak ada perayaan khusus, tapi ada kebiasaan orang Jepang untuk makan labu/waluh pada hari Touji ini, dan berendam air panas dengan Yuzu 柚子 (sejenis jeruk).Tetapi sebetulnya alasan makan labu kuning/waluh itu karena nama labu dalam bahasa Jepang adalah KABOCHA yang di tulis dengan kanjinya 南瓜 atau bisa dibaca dengan なんきんNANKIN, jadi berakhiran huruf N ん. Dipercaya bahwa pada Touji ini baik atau mengundang keberuntungan jika makanan sesuatu yang berakhiran huruf N ん. Alasannya, ん adalah huruf terakhir dalam deretan huruf Jepang. Ini juga ditarik kesamaannya dengan matahari yang mendekati akhir (terpendek), seakan mengucapkan “otsukaresama” kepada matahari. Sehingga menutup tahun dengan matahari terpendek ini, dikaitkan dengan huruf ん. Filosofi orang Jepang yang dalam ya. Berterima kasih pada matahari yang selama ini sudah menerangi kita.

Jadi, sebetulnya boleh dong makan にんじんninjin (wortel), れんこん renkon, だいこんdaikon, ぎんなんginnan, きんかんkinkan, かんてんkanten (agar-agar) danうんどんundon (udon). Bisa dilihat kebanyakan pakai 2 ん kan, jadi lebih bagus lagi deh (y) . Tambah bagus lagi kalau untuk kita, orang Indonesia jika makan RAWON らわぉんdan RENDAN れんだん! Hahaha yeay… orang Indonesia memang selalu beruntung! (saya akan semakin beruntung kalau ada yang kirim rendang nih)

Lanjut dengan cerita si labu yang bernama なんきん Nankin. Banyak orang mengetahui bahwa labu adalah masakan musim dingin, tapi sebenarnya labu itu sebetulnya sayuran musim panas loh. Dibawa dari selatan 南, sehingga namanya pun menjadi 南瓜, uri (timun) selatan. Tapi meskipun sayuran musim panas, labu bisa tahan lama disimpan. Selain filosofi tahan lama, kabocha mengandung vitamin A dan B- karotin, sehingga menyehatkan tubuh. Tubuh yang sehat diperlukan dalam menghadapi suhu yang terus menurun kan? Apalagi pada hari Touji juga dipercaya bahwa matahari sudah mencapai titik terendah itu berarti juga kondisinya lemah. Sambil menunggu matahari baru, perlu untuk menjaga kesehatan. Untuk menghangatkan badan, kita juga diharapkan berendam di air panas yang ditaruh buah Yuzu ゆず湯. Konon Yuzu 柚子 mengandung Vitamin C dan asam citrat yang dapat memperlancar peredaran darah dan mencegah masuk angin. Masukkan 1-2 buah Yuzu dalam bak mandi begitu saja, atau kalau mau lebih tercium harumnya Yuzu, bisa memotong Yuzu menjadi dua dan masukkan ke bak. Tapi memang kulit nya akan mengotori air dalam bak dan menyusahkan waktu membersihkan. Saran saya untuk memudahkan membersihkan bak nantinya, masukkan potongan Yuzu ke dalam saringan sampah dapur atau bekas net buah dan ikat. Setelah selesai tinggal buang saja … poi ポイ―!

Selamat makan wedang ronde, rawon dan rendang ya 😃 …dan semoga teman-teman tetap sehat dalam “bebersih besar-besaran a.k.a. oosoji 大掃除” , menyambut Natal bagi yang beragama kristen, dan menutup tahun 2021.

Tulisan ini pernah dimuat di FB Grup “Wanita Indonesia Berkarya di Jepang” dengan sedikit perubahan.

 
Leave a comment

Posted by on December 21, 2021 in Uncategorized