RSS

にゃーにゃーにゃー Hari Kucing

Kalau teman-teman perhatikan mungkin sudah tahu ya bahwa hari ini tanggal 22 Februari adalah Hari Kucing. Pas hari ini berderet angka 2 kan? 22-2 ni-ni-ni dan ini dibaca sebagai nya-nya-nya. にゃーにゃーにゃー. Memang sih bisanya orang Jepang saja dengan membaca 2 sebagai nya- (maksa juga yah 😃) . Dan nya-nya itu adalah suara kucing, merupakan onomatope (penggambaran suara) yang kalau dalam bahasa Indonesia adalah Meong, atau Miaw untuk bahasa Inggris.

Cukup banyak orang Jepang yang memelihara kucing sebagai hewan piaraan mereka. Jumlah kucing yang dipelihara pada tahun 2020 adalah 9.644.000 ekor. (964万4千頭ekor dalam bahasa Jepang 頭=とう atau arti harafiahnya kepala)Kalau dibandingkan dengan anjing, memang kucing lebih banyak. Anjing yang dipelihara sebanyak 8.489.000 ekor (848万9千頭).

Tapi kalau melihat sebuah survei seberapa banyak orang memelihara binatang dari seluruh dunia, yang terbanyak adalah Argentina, Meksiko 80% dan Brazil 75% penduduknya memelihara binatang. Ketiganya di Amerika Selatan, dna diketahui juga bahwa negara Asia sedikit yang memelihara binatang. Jepang termasuk 3 negara Asia yang terendah yaitu hanya 37%. Dan lucunya kalau melihat jenis binatang yang dipelihara 17% adalah anjing 犬 14% kucing 猫 9% ikan 魚 dan 2% burung鳥. Perlu diingat waktu menghitung hewan piaraan kalau anjing dan kucing itu dengan 頭 to, maka untuk ikan adalah 一尾 び bi dan untuk burung  一羽 わ wa. Sebutan yang berbeda untuk binatang itu benar-benar menyusahkan kita yang belajar bahasa Jepang ya 😃

Kalau ada Hari Kucing pada tanggal 22 Februari, apakah ada Hari Anjing? Tentu ada, yaitu tanggal 1 November. Kalau ditulis kan 1-11 dan dibaca wan wan wan, yang merupakan bunyi anjing di Jepang (ngga galak seperti di Indonesia ya 😃). Lalu apakah ada Hari Ikan? ADA! Yaitu tanggal 10 Oktober 10-10… Kenapa tanggal ini? Karena 10-10 dibaca toto. Ikan = toto? Ternyata toto adalah bahasa anak-anak 幼児語 ようじご yojigo untuk ikan!Lalu ada hari Burung? 鳥の日? Ada, tanggal 28 setiap bulan (menurut Paman Kentucky hihih). Tapi itu NIWATORI にわとり。Kalau untuk binatang piaraan biasanya インコinko (Parkit) atau オウム omu (Kakatua), dan diperingati setiap tanggal 15 Juni. Ini juga penjelasannya hanya berdasarkan bunyi saja.

Teman-teman pelihara apa? Saya punya kame 亀 kura-kura yang saya pelihara (tepatnya anakku yang MAU pelihara, dan mamanya yang KASIH makan 😃). Dan iseng saya cari, ternyata ada loh hari Kura-kura yaitu tanggal 23 Mei hehehe.

Tulisan ini dibuat untuk pojok Bahasa dan Budaya Jepang di FB Grup “Wanita Indonesia Berkarya di Jepang”

#wibjnihongo#wibjbudayajepang#にゃーにゃーにゃー#222#HariKucing

 
Leave a comment

Posted by on February 23, 2021 in Uncategorized

 

母語 or 母国語

Saya rasa teman-teman sudah pernah mendengar kata 母国語 ぼこくご Bokokugo, ya? Kalau ditanya oleh orang Jepang, 「母国語は何ですか」Bahasa aslinya apa? Pasti akan teman-teman jawab 「インドネシア語」Bahasa Indonesia. Itu benar, tapi sebetulnya ada lagi satu istilah yaitu 母語 ぼご Bogo, atau kalau diterjemahkan menjadi bahasa ibu, mother tongue. Lah, jadi bokokugo dan bogo itu sama?

Untuk negara Jepang memang sama. Mereka mengenal satu bahasa saja, yaitu bahasa Jepang sebagai bahasa ibunya. 母語dan 母国語nya sama. Tapi untuk negara Indonesia, bagi orang Jawa, bahasa ibunya adalah bahasa Jawa. Bahasa Indonesia adalah bahasa resmi negara, 公用語 こうようご Kouyougo yang tentu berbeda dari bahasa Jawa, tapi dipakai untuk segala keperluan formal. Karena itu sudah menjadi pengetahuan umum bahwa orang Indonesia itu sebenarnya bilingual, bahkan mungkin trilingual.

Kembali ke topik, saya menulis tentang bahasa ibu karena sebetulnya hari ini tanggal 21 Februari adalah Hari Bahasa Ibu Internasional. PBB menetapkan tanggal ini sebagai Hari Bahasa Ibu Internasional sebagai pengakuan terhadap Hari Gerakan Bahasa yang dirayakan di Bangladesh. Resolusi bahasa ini disarankan oleh Rafiqul Islam, seorang Bangli yang tinggal di Vancouver, Kanada. Ia menulis surat kepada Kofi Annan pada tanggal 9 Januari 1998, yang meminta PBB untuk mengambil langkah untuk menyelamatkan bahasa dunia dari kepunahan dengan mendeklarasikan Hari Bahasa Ibu Internasional (International Mother Language Day). Akhirnya dipilihlah tanggal 21 Februari sebagai Hari Bahasa Ibu Internasional karena pada tanggal tersebut, Bangladesh mengalami pembunuhan mahasiswa dalam demo memperjuangkan bahasa Bangli di Dhaka pada tahun 1952.

Ada sekitar 7 miliar orang di bumi dan ada sekitar 7000 bahasa, Tapi hanya 23 bahasa yang digunakan oleh lebih dari setengah populasi dunia. Bahasa yang paling banyak digunakan oleh individu adalah bahasa China. Bahasa yang paling banyak digunakan oleh negara adalah bahasa Arab dan Spanyol. Negara yang paling banyak bahasanya: Papua New Guinea diikuti oleh Indonesia. Bahasa yang paling luas penyebarannya secara geografis adalah Inggris dan Spanyol.

Yang menarik waktu saya mencari angka-angka pastinya, berdasarkan tulisan tahun 2005 dan 2015, urutan jumlah penutur bahasa Jawa berada di urutan 12 dan 11. Tapi waktu melihat daftar terbaru tahun 2020, tidak lagi tertulis bahasa Jawa tetapi bahasa Indonesia di urutan nomor 10! Saya tidak sempat mencari lembaga survey mana yang melakukan penghitungan, tapi dari situ saja, saya sempat berpikir memang ada kemungkinan bahasa Jawa akan hilang, jika anak-anak tidak diajari oleh orang tuanya.

Sebagai informasi jumlah bahasa daerah di Indonesia ada 718 bahasa (data dari Badan Bahasa). Diketahui pula bahwa dari tahun 2011-2019 saja, ada 11 bahasa daerah yang sudah punah, yaitu 9 bahasa dari Maluku dan 2 dari Papua. Isu bahasa ibu ini menjadi penting ketika bahasa-bahasa lokal di dunia mulai banyak yang punah. UNESCO memperkirakan sekitar 3.000 bahasa lokal akan punah di akhir abad ini. Hanya separuh dari jumlah bahasa yang dituturkan oleh penduduk dunia saat ini yang masih akan eksis pada tahun 2100 nanti.

Apa bahasa ibu teman-teman?

Bahasa ibunya ibuku sih bahasa Belanda, tapi bahasa ibu saya sendiri bahasa Indonesia 😃 Saya masih bisa mengerti bahasa Manado dan bahasa Jawa, karena ibu saya bisa juga kedua bahasa ini. Terus terang, saya iri kepada mereka yang mempunyai bahasa ibu bahasa daerah. Jaga jangan sampai punah ya.

Tulisan ini dibuat untuk pojok Bahasa dan Budaya Jepang di FB Grup “Wanita Indonesia Berkarya di Jepang”

sumber: wikipedia, mext.go.jp, badan bahasa

 
Leave a comment

Posted by on February 22, 2021 in Uncategorized

 

Cokelat Giri-giri

Happy Valentine yaaaaa!

Di seluruh dunia hanya di Jepang saja yang mempunyai kebiasaan memberikan cokelat pada hari Valentine. Di luar negeri (Eropa – Amerika) siapa saja, tidak terbatas pria maupun wanita, bisa memberikan sesuatu kepada teman/kekasihnya.

Kadang saya juga risih kalau menerima ucapan Happy Valentine dari teman (sejenis) bertuliskan “Be My Valentine”, pikirku eits kok “jadilah pacarku?” Padahal mungkin artinya “maukah kamu menjadi sahabat karibku”.

Anyway, saya tidak akan menulis tentang apa itu Valentine lagi, tapi tentang kebiasaan memberikan cokelat di Jepang, yang konon terpengaruh dari luar negeri juga.

Awalnya perusahaan cokelat Cadbury pada tahun 1868 membuat cokelat dengan bungkus berbentuk hati untuk diberikan sebagai hadiah pada hari Valentine. Konon cokelat ini sampai juga di Jepang, tapi tidak begitu diterima. Baru kemudian tahun 1936, perusahaan Morosoft memperkenalkan lagi “kebiasaan” memberikan cokelat, terutama di kalangan wanita usia belasan saat itu. Setelah itu mulailah perusahaan cokelat/sweets lain ikut memulai kebiasaan hari Valentine yang diapresiasikan sebagai “hari bagi wanita memberikan cokelat kepada pria”. Baru tahun 1970-an menyebar di kalangan siswa (SD sampai SMA) untuk saling memberikan cokelat, dan tahun 1980-an menyebar juga di kalangan ibu rumah tangga. Jadi, cokelat valentine di Jepang ini memang merupakan dampak komersialisasi moment-moment tertentu.

Nah, kemudian perusahaan Ishimuramanseido memulai kebiasaan “menjawab” cokelat valentine ini pada tanggal 14 Maret 1977 dengan Marshmallow! Marshmallow, permen, biskuit…. kemudian sekarang menjadi lingerie, atau perhiasan. Karena bahan dasar pembuatan marshmallow dan permen ini adalah gula, dan gula itu putih, jadilah dinamakan White Day.

Kembali lagi pada coklat Valentine, pasti teman-teman yang sudah lama di Jepang, pernah mendengar Giri Choko 義理チョコ. Istilah ini berkembang sejak cokelat bukan lagi menjadi Honmei Choko本命チョコ,yaitu cokelat sebagai pernyataan cinta, tapi cokelat yang diberikan hanya karena “giri”. Nah! GIRI itu apa? Sulit dijelaskan dengan satu kata karena artinya juga bisa berubah sesuai dengan kalimatnya. Tapi definisi Giri yang umum adalah: moral untuk berhubungan dalam masyarakat. Etika yang sewajarnya dilakukan dalam kehidupan. Sesuatu yang wajib dilakukan dalam berhubungan dengan manusia atau masyarakat. Wajib itu belum berarti “dari hati” loh! … karena itu dulu banyak orang yang tidak mau memberikan sesuatu kepada orang lain karena takut orang yang mereka berikan mempunyai “giri” yaitu harus membalas budi si pemberi. Sulit juga menerangkan kata giri ini yang mendasari kehidupan orang Jepang.Tapi mungkin dengan ilustrasi Giri Choko itu, bisa mengerti pemakaian kata giri ya.

Untuk Honmei choko si perempuan yang memberikan cokelat kepada laki-laki untuk menyatakan “cinta” nya. Dan nanti tanggal 14 Maret – White Day – giliran si laki-laki memberikan sesuatu sebagai balasan kepada si perempuan, sebagai arti menerima cintanya. TAPIIIII Mungkin kalau kasih kepada satu cowok saja, malu dan takut ketahuan, jadi semua cowok diberikan saja cokelat, dengan harga yang berbeda (lebih murah). Nah GIRI CHOKO deh. Coklat “terpaksa” atau coklat pamrih hehehe.

Katanya kalau harganya di atas 1500 yen itu berarti itu lambang cinta sejati hahaha. Lalu cowo sekantor yang menerima giri choko, jadi TERPAKSA mengembalikan pada White Day. Utang (budi), balas (budi), utang lagi, balas lagi….

Kapan berhentinya ya? Hehehe

Nah, saya itu kadang suka lupa menyiapkan cokelat-cokelat pada hari valentine. Selalu beli GIRI-GIRI yaitu pada tanggal 14 Februari malam! Giri-giri itu artinya MEPET. Jadi cokelatku bukan coklat pamrih atau terpaksa tapi cokelat mepet! Kalau keterlaluan ya belinya tanggal 15 supaya dapat korting deh 😃. Nah ini jadi cokelat “kedaluwarsa” deh 😃

Tulisan ini pernah dimuat dalam pojok Bahasa dan Budaya Jepang di FB Grup “Wanita Indonesia Berkarya di Jepang”

Jadi sekarang teman-teman sudah tahu ya penggunaan kata Giri dan giri-giri. Lalu sebagai penutup, saya mau memperkenalkan lagi “istilah” khusus di hari valentine ini, yaitu : Tomo-choco 友チョコ cokelat yang diberikan sesama teman (biasanya antar wanita), Gyaku-choco 逆チョコ coklat yang diberikan oleh pria sebagai pernyataan cinta kepada wanita, My-choco マイチョコ cokelat beli sendiri untuk dikonsumsi sendiri (seriiiing hahahaha), dan yang terakhir FAMI-choco ファミチョコ cokelat untuk keluarga (ini saya setuju! 😃) Eh iya, ketinggalan satu lagi ITA-choco 板チョコ alias cokelat batangan, yang murah meriah. Kalau ini tidak usah tunggu VALENTINE ya 😉

#wibjnihongo#wibjbudayajepang

 
Leave a comment

Posted by on February 14, 2021 in Uncategorized

 

Hari (nya) Pendirian Negara

Hari ini Kamis dan libur, saikoudesune 最高ですね. Hari peringatan apa lagi?

Bahasa Inggrisnya National Foundation Day, dan bahasa Jepangnya Kenkoku kinen no hi 建国記念の日. Kenkoku 建国 = Berdirinya negara, Kinen 記念= peringatan. Dan untuk cepatnya banyak yang mengatakan : Kenkoku Kinenbi, padahal SALAH.Salahnya? Ya, karena sebetulnya di antara Kinen dan Hi itu ada NO の、Hari (nya) pendirian Jepang. Itu berarti bahwa tanggal ini 11 Februari BUKAN nya tanggal berdirinya Jepang, TAPI tanggal yang ditetapkan menjadi hari berdirinya Jepang.

Katanya kalau menurut penghitungan kalender sekarang, pada tanggal 11 Februari tahun 660 SM, Kaisar pertama Jepang Kaisar Jinmu 神武天皇 naik Tahta (即位の礼). Ini tercatat dalam Nihonshoki 日本書紀 buku sejarah Jepang resmi yang berasal dari zaman Nara (710-794) yang merupakan buku sejarah Jepang yang tertua dan Kojiki 古事記 tahun 712. Sebagai informasi Kaisar Akihito yang sekarang adalah kaisar yang ke 125. Tanggal 11 Februari ditetapkan sebagai Kenkoku Kinen no hi ini pada 1873 dan disebut sebagai Kigensetsu 紀元節 きげんせつ dan sempat dihentikan pada tahun 1948 oleh GHQ (General Headquarter = Amerika karena Jepang kalah perang). Dan baru kemudian diberlakukan kembali sebagai hari libur pada tahun 1966.

Pada saat dulu, Kigensetsu ini merupakan salah satu peringatan penting dari 4 peringatan di Jepang (tgl 1 Januari, 11 Februari, 29 April dan 3 November). Peringatan Kenkoku kinen no hi ini biasanya dirayakan di Jinja (Kuil Shinto) dan juga dengan parade di sekitar Omotesando. Yang pasti setiap badan pemerintah akan memasang bendera Hinomaru hari ini (dan pada setiap hari libur nasional).

Ada satu informasi yang saya lihat pada acara televisi beberapa waktu yang lalu, yaitu ada 3 jenis pusaka kaisar yang terus dijaga turun temurun. Tidak ada satu orang pun yang tahu isi sesungguhnya, tapi kotak pusaka itu ada dan dirawat terus. Ketiga jenis pusaka itu adalah pedang tsurugi 天叢雲剣 (あまのむらくものつるぎ), bandul pusaka magatama 八尺瓊勾玉 (やさかにのまがたま) cermin kagami 八咫鏡 (やたのかがみ).

No photo description available.
3 pusaka hasil rekaan (karena belum pernah ada yang melihatnya)

Tulisan ini pernah dimuat dalam pojok Bahasa dan Budaya Jepang di FB Grup “Wanita Indonesia Berkarya di Jepang”

Nah, yang menarik pada tahun 1966 pernah diadakan survey kepada 10.000 lelaki dan wanita di seluruh negeri mengenai apakah hari peringatan ini lebih baik diubah, atau tetap tanggal 11 Februari. Dari 8700 jawaban yang sah, diketahui bahwa 47,4% masih mengakui lebih baik tetap tanggal 11 Februari yang merupakan perhitungan dari sejarah. Dibandingkan dengan memindahkannya pada tanggal 3 Mei yang merupakan hari UUD Jepang (hanya 10,4%) atau 15 Agustus (2,1%) yang merupakan hari “kekalahan” Jepang. (Tentu saja sih … rasanya tidak ada yang mau memperingati tanggal itu dengan meriah ya 😦 ). Tapi yang jawab “Apa saja deh (Don’t care) ada 12,1%. Ditambah 7,5% yang menjawab “Tidak tahu”. Jumlah 19,6% cukup besar untuk menunjukkan bahwa masyarakat Jepang tidak begitu peduli tentang sejarah atau latar belakang hari libur itu. Yang penting libur ya 😀

#wibjnihongo #wibbudayajepang #建国記念の日 #HariPendirianNegaraJepang #11Februari

 
Leave a comment

Posted by on February 11, 2021 in Uncategorized

 

Simbol pos 〒 

Saya rasa teman-teman sudah pernah pakai jasa pengiriman lewat pos ya? Waktu menulis alamat di amplop pasti menulis di kotak-kotak 3 angka dan 4 angka. Atau kalau di amplop tidak tercetak kotak-kotak untuk kode pos itu, kita akan menulis sendiri dengan diawali tanda 〒 baru kode pos ya. Kalau mengetik pada computer biasanya saya tulis ゆうびん saja sudah akan keluar tanda 〒 sehingga bisa pilih itu. Saya rasa belum ada yang tahu bahwa tanggal 8 Februari ini adalah hari peringatan tanda pos ini. 郵便マークの日。

Pos di Jepang dimulai sebagai “perusahaan” sejak tanggal 6 Juli 1871, dan sampai dengan tahun 1877 perusahaan ini belum memiliki simbol. Sekitar tahun 1877 baru dipakai tanda seperti bendera Jepang dan diberi dua garis horisontal. Sepuluh tahun sesudahnya yaitu pada tanggal 8 Februari 1887 barulah dibentuk badan pemerintah yang mengurusi pos dan telekomunikasi dengan nama 逓信省 ていしんしょう Teishinsho. Dan saat itu ditentukan bahwa lambangnya adalah T, yang menurut sumber tertentu dikatakan itu adalah diambil dari huruf pertama Teishinsho, sehingga menjadi T. Nah, setelah ditetapkan, baru ketahuan bahwa sebetulnya tidak bisa memakai tanda itu, karena pos internasional di beberapa negara memakai simbol T untuk menunjukkan kurangnya biaya pengiriman (perangko kurang). Sehingga tanggal 14 Februari, beberapa hari sesudahnya ditambahkanlah satu garis di atasnya menjadi lambang yang sekarang 〒. Tapi sebetulnya kalau dipikir Teishinsho jika ditulis dengan katakana テイシンショウ dan huruf katakana テ mirip dengan 〒, bukan?

Dan perlu diketahui bahwa tanda simbol pos 〒 ini khusus untuk di Jepang saja. Setiap negara mempunyai simbolnya masing-masing.

Tulisan ini pernah dimuat dalam pojok Bahasa dan Budaya Jepang di FB Grup “Wanita Indonesia Berkarya di Jepang”

Berbicara mengenai kigo 記号, Jepang mengajarkan simbol peta kepada murid-murid kelas 3-4 SD. Misalnya 文 adalah tanda sekolah, 卍 untuk kuil Buddha, ♨ untuk onsen, ◎ kantor pemda, X koban (pos polisi) dan lain-lain. Saya sambil menulis ini mengingat-ingat kembali, apakah Indonesia memiliki tanda simbol peta ya? Saya sih karena pernah ikut pramuka, tahu tanda peta pita, tetapi yang tidak ikut pramuka?

Simbol-simbol memang mempermudah penanda sesuatu yang singkat. Simbol WC perempuan dengan memakai rok berwarna merah, sedangkan WC lelaki berwarna biru, mungkin hanya ada di Jepang saja, tetapi sangat membantu ya? Kalau di Indonesia kan macam-macam simbol WCnya. Saya pernah hampir salah masuk WC (saya lupa di mana, Indonesia atau negara lain) karena ternyata memakai warna yang terbalik dengan di Jepang :v

Pengalaman saya lagi yang lain adalah waktu memeriksa test. Jika benar saya akan memakai tanda betul/ponten seperti huruf r itu, dan ditanya oleh mahasiswa, “Sensei, ini apa?”.
Lalu saya jelaskan bahwa guru-guru di Indonesia memakai tanda ponten seperti itu, yang sebetulnya berasal dari Belanda, yaitu tanda krul (goedkeuringskrul) atau tanda persetujuan. Awalnya itu adalah huruf G (goed=bagus atau gezind= sudah dilihat) yang kemudian berubah bentuk karena ditulis cepat-cepat. Karena penjelasannya panjang, sejak itu saya memberi tanda bulat (○) saja atau 💮 hanamaru seperti bunga jika tulisannya bagus sekali. Tanda segitiga △ jika kurang. Mengikuti cara guru Jepang menilai deh. Padahal rasanya lebih puas jika memberikan tanda betulnya Indonesia loh hehehe.

Nah loh, tadinya mau tulis hanya tentang 〒 kok jadi ditutup dengan tanda ponten ya? 😃
Yang pasti di mana-mana simbol cinta adalah…… ❤, tidak bakal salah.

#wibjnihongo#wibjbudayajepang
#郵便 #〒 #記号#マーク#今日は何の日#hariinihariapa See Less

 
1 Comment

Posted by on February 10, 2021 in Uncategorized

 

ENRYO NO KATAMARI 遠慮の塊

enryo no katamari

Kalau mau maksa menerjemahkan enryo no katamari ini, secara harafiah adalah “kumpulan keseganan”. Hmm pasti pinto konai ne (pasti tidak mengerti ya) :D.

Begini, tadi saya pergi bersama keluarga ke sebuah restoran. Kami memesan kentang goreng, dan pada waktu terakhir di atas piring hanya tertinggal satu kentang goreng. Semua lihat-lihatan. “Mama aja!”… “Nggak usah, kamu aja!”

Kondisi seperti ini, 一つ残しhitotsu nokoshi sisakan satu yang terakhir. Nah kalau kondisi ini di keluarga, pasti adalah yang mau makan terakhir. TAPI, jika kondisi ini waktu pergi dengan teman-teman kantor JEPANG, mereka pasti akan tunjuk-tunjukan, dan akhirnya tidak ada yang makan. Semua serba salah. Lebih baik tinggalkan satu daripada dianggap tidak sopan.

Nah kemudian di daerah Kansai (tahu sendiri orang Kansai kan lebih gradak-gruduk daripada orang Kanto hehehe), mereka akan mengatakan “遠慮の塊もらいますEnryo no katamari moraimasu”, secara nuansanya  “Kalian semua segan, jadi saya saja yang makan”

Enryo 遠慮 itu segan/sopan sedangkan katamari 塊itu sebongkah, sekumpulan. Katamari misalnya bisa dipakai waktu mau beli daging yang belum dipotong-potong. Niku no burokku

(block) atau niku no katamari.

Kata 遠慮 Enryo memang sering dipakai di Jepang sekarang misalnya, 「マスクなしの入店はご遠慮くださいmasuku nashi no nyuutenwa goenryokudasai. Maksudnya melarang masuk ke dalam toko tanpa memakai masker, tapi dengan kata-kata yang sopan. Jadi kalau mendengar sesuatu dan di akhir kalimat ada “ご遠慮くださいgoenryokudasai“ maksudnya sih jangan melakukan hal itu. Ingat-ingat ya 😀

Tapi kadang kadang kita juga mendengar, “遠慮しないで、言ってくださいねEnryo shinaide, yuttekudasai ne” Jangan segan-segan (malu-malu), bilang saja ya. Dengan tingkatan bahasa yang lebih sopan, misalnya memakai istilah 遠慮せずに、おっしゃってください。Enryo sezuni, osshattekudasai. Dan lain-lain. Artinya sih sama saja.

Jika kita mau menolak sesuatu dengan sopan, kita bisa memakai kata 遠慮しますenryoshimasu。Atau lebih sopannya 遠慮させていただきます enryosaseteitadakimasu

Tulisan ini pernah dimuat dalam pojok Bahasa dan Budaya Jepang di FB Grup “Wanita Indonesia Berkarya di Jepang”

Tapi kalau memang kita mengiyakan atau menerima tawaran dari orang lain, biasanya kita akan menjawab dengan “遠慮なくいただきますenryo naku itadakimasu”. Misalnya ada teman yang mau memberikan kita kado tas gucci yang mahal itu, jangan asal terima ya. Pura-pura bilang “aduh kok mahal sekali …. watashini wa mottainai tidak pantas untuk saya”… Kalau si dia bilang, “tidak apa-apa terima saja”, baru kita katakan ….. “Hai, enryo naku itadakimasu” :D. Ungkapan ini, kadang saya ganti dengan お言葉に甘えてokotobaniamaete….. artinya kira-kira “Saya lakukan sesuai perkataanmu deh”.

Jangan sampai kita dicap orang Jepang 遠慮のない人 enryo no nai hito, orang yang tidak tahu malu 😀 Kan, lebih baik mendengar, “Eh si Imelda 遠慮深い人だ enryobukai hito (orang yang penyegan) daripada 遠慮のない人だ enryo no nai hito (orang yang tak tahu malu)”

Saya harap penjelasan saya hari ini bisa dimengerti dan bisa dipraktekkan dalam kehidupan sehari-hari ya. Pemakaiannya agak sulit memang, tapi kalau memperhatikan percakapan orang Jepang, pasti bisa menangkap nuansanya.

#wibjnihongo #wibjbudayajepang

#enryonokatamari #enryo #segan #遠慮

 
1 Comment

Posted by on January 24, 2021 in Uncategorized

 

7 Januari

Hari ini di Jepang dinamakan Jinjitsu 人日, yang setelah aku cari berasal dari Cina. Konon tanggal 1 Januari itu harinya ayam/burung, tanggal 2 harinya anjing, tanggal 3 harinya inoshishi atau babi hutan (babi), tanggal 4 harinya domba, tanggal 5 harinya sapi, tanggal 6 harinya kuda. Jadi pada tanggal yang dimaksud tidak boleh membunuh binatang-binatang ini.

Kemudian pada tanggal 7 adalah harinya manusia. Tentu saja tidak boleh membunuh manusia kan tidak tergantung tanggal. Tapi yang dimaksud pada tanggal 7 tidak boleh menjatuhkan hukuman pada penjahat (waaah enak bener ya penjahatnya hehehe)

Tapi ada juga kebiasaan dari Jaman Heian (794-1185) untuk makan 7 jenis tanaman yang dimasukkan kedalam bubur yang disebut Nanakusagayu七草粥. Bubur 7 sayur yang sehat  ini dianggap bisa memperbaiki pencernaan setelah makan macam-macam yang enak (dan kolesterol tinggi) seperti osechi おせちdi masa pergantian tahun.

Hari ini juga kuku dipotong pertama kali di awal tahun, setelah merendamnya di air rendaman sayur untuk bubur. Bubur itu konon juga dapat mencegah penyakit yang akan datang pada tahun yang baru ini. DeMiyashita pernah coba Nanakusagayu asli, rasanya agak pahit, sehingga kami lebih mengganti Nanakusagayu dengan Bubur Manado (Tinutuan) + ikan asin dan sambal.

Tulisan ini pernah dimuat dalam pojok Bahasa dan Budaya Jepang di FB Grup “Wanita Indonesia Berkarya di Jepang”

Lalu apa hubungannya bubur 7 rumput ini dengan 1000Yen? Yang pasti kalau belanja “rumput-rumput” ini tidak sampai 1000 yen ya.

Hari ini juga merupakan hari peringatan 1000 yen, karena pertama kali dikeluarkan uang kertas 1000 yen tanggal 7 Januari 1950 (sebelumnya tahun 1945 ada 1000 yen tapi hanya bertahan 1 tahun, akibat inflasi sesudah PD2). Seribu yen itu bergambarkan Shotoku Taishi, pangeran Jepang pada zaman Asuka, pembuat peraturan pertama Junanajokenpo 十七条憲法di Jepang. Setelah Shotoko Taishi, gambar yang tercantum dalam uang kertas 1000 yen adalah Ito Hirobumi, Natsume Soseki, Noguchi Hideo dan nanti tahun 2024 akan dicetak gambar Kitazato Shibasaburo. Kenalkah dengan tokoh-tokoh ini? 😀

Dan perlu diketahui uang Jepang meskipun sudah berganti gambar dan dihentikan percetakannya, tetap masih bisa dipakai. Tidak seperti Indonesia.

Nah, Kalau dikasih uang 1000 yen, dan harus dipakai sekarang juga, kamu mau beli apa? 😀

#wibjnihongo #wibjbudayajepang

#七草粥 #bubur7rumput #seribuyen

 
Leave a comment

Posted by on January 7, 2021 in Uncategorized

 

Moriawase 盛り合わせ

Hisashiburi! Bagaimana kabarnya teman-teman? Duh sudah kangen untuk menulis di sini, tapi mohon maaf karena ada pekerjaan yang tidak bisa ditunda, jadi baru bisa sekarang. Dan untuuuung sekali, kupikir bulan Desember belum pernah tulis apa-apa, ternyata waktu cari arsip tulisan, saya sudah pernah menulis pada tanggal 1Desember 2020, tentang Hari Film. 27 hari terasa lamaaaaa sekali buat saya 😀

Tulisan ini pernah dimuat dalam pojok Bahasa dan Budaya Jepang di FB Grup “Wanita Indonesia Berkarya di Jepang”

Hari ini saya mau menulis tentang si Mori, tapi bukan yang kanjinya 森 もり yang artinya HUTAN, tapi 盛り yang asalnya dari moru 盛る、 yang artinya menyajikan, membubuhkan atau menumpuk. Kanji  盛りyang terlihat sama ini, juga bisa dibaca dengan sakari さかり. Dari sakari berubah lagi bunyinya menjadi sakanna 盛んな. Secara Onyomi, kanji dibaca menjadi SEI せい。Jadi kanji ini punya banyak bacaan dan banyak arti tergantung paduan kata atau kalimatnya.

Untuk sakari dulu, yang saya rasa kita sebagai emak-emak sering dengar adalah tabezakari 食べ盛り. Apalagi seperti saya yang punya dua anak laki-laki remaja, “料理は大変ですね。今食べ盛りもんね。Ryori wa taihendesune. Ima tabezakarimonne” “Kamu susah mesti masak ya. Anak-anakmu sekarang dalam masa pertumbuhan sih ya (banyak makan)”. Untung yang dibilang masa pertumbuhan 育ち盛りsodachizakari itu anak-anaknya, BUKAN saya hahahaha. Dan, sebetulnya anak-anak saya tidak begitu suka makan nasi yang 山盛りyamamori (ditumpuk banyak seperti gunung, nasi menggunung). Soalnya mereka sedang diet seperti mamanya :D.

Nah, kalau pergi ke restoran, anak-anak yang sedang pertumbuhan itu pasti minta gohan oomori ごはん大盛り Nasinya size JUMBO 😀 eh BESAR deh, karena kalau JUMBO itu TOKUMORI特盛

Misalnya teman-teman ada pesta yang meriah, setelah selesai semua bilang, “盛大なパーティーありがとうね。Seidai na party arigatoune” Terima kasih untuk pesta yang meriah. 盛大Seidai di sini artinya meriah. Tapi bisa juga dikatakan, 盛り上がりましたね。Moriagarimashita ne“ Sama saja artinya, “meriah ya”.

Oh ya, kemarin saya menerima hadiah dari seorang teman 手作りtezukuri pie!Begitu lihat saya langsung berkata “愛情を盛り込んでいる dipenuhi cinta” karena saya tahu 大変taihen untuk membuat hiasan seperti itu, dan pasti makan waktu lama. Jadi saya bisa merasakan cintanya tertuang dalam kue buatannya.

Ada juga suatu kali, jika kita tidak tahu mau memesan apa, semisal di toko sushi, biasanya kita akan minta盛り合わせmoriawase, set yang campuran, yang isinya sudah disesuaikan oleh pembuatnya. Kata moriawase ini sering kita temui di toko-toko atau restoran-restoran. Assortment/combination deh.

Dan terakhir saya yakin teman-teman ada yang sedang bingung mempersiapkan hidangan tahun baru, osechi ryori. Paling aman memang beli jadi sih, tapi tahun ini saking sibuknya, saya lupa memesan osechi ryori. Bapak mertua juga sudah berkata, “Tidak usah beli! Toh tidak ada yang makan!Beli beberapa yang kita mau saja”. Iya juga sih, tapi males euy untuk盛り付けるmoritsuke printilan begitu. Moritsukeru itu artinya menyusun, menghias makanan di atas piring supaya terlihat bagus. Plating istilahnya mbak Dian. Dan orang Jepang paling canggih kan. Yang rasanya biasa-biasa saja terlihat enak ya? Meskipun saya pernah diberitahu oleh ibu indekos saya, “Yang penting mel, susun semuanya seperti menggunung. Pasti bagus hasilnya”.

Berbekal itu, saya akan gambaru, besok akan membeli kurikinton, kamaboko, kuromame untuk tahun baru dan moritsukeru sendiri. Doakan saya sukses yaaaa 😀

Oh ya, ada tambahan, kalau kita pergi ke restoran Jepang atau beberapa rumah orang Jepang, kadang suka menemukan 盛り塩morishio, garam yang menggunung yang ditaruh di lantai depan pintu rumah. Itu berfungsi sebagai penolak bala.

Posting hari ini sepertinya akan menjadi penutup tulisan saya tahun 2020.

Yoi otoshiwo omukaekudasai よいお年をお迎えください。

Semoga tahun 2021 menjadi tahun yang lebih baik dari sekarang ya.

2021年良い年になりますように。

#wibjnihongo #wibjbudayajepang

#moru  #moriawase  #moritsukeru #盛る  #盛り合わせ  #盛り付ける #食べ盛り

 
Leave a comment

Posted by on December 27, 2020 in Uncategorized

 

Hari FILM

Tanggal 1 Desember adalah Hari FILM, 映画の日 えいがのひ。 Sejarahnya bisa ditelusuri sampai pada tahun 1896 (Meiji 29), yaitu diputarnya film pertama kali di Jepang, tepatnya di Kobe. Sebenarnya dilaksanakan dari tanggal 25 sampai 29 November, tapi kemudian untuk dipilih tanggal 1 Desember saja (Orang Jepang itu emang kadang aneh ya? Cari angka cantik melulu hehehe). Dan film pada saat itu juga bukan film yang diputar dan ditonton banyak orang seperti sekarang, tapi masih berupa Kinetoscope yang diciptakan oleh Thomas Edison. Diputar pakai engkol, dan orang melihat gambar yang bergerak dengan cara diintip. Dan karena Cuma satu orang satu yang bisa lihat, bisa dibayangkan “kacaunya”.  Kalau pernah ke Museum Ghibli, ada juga tuh (kalau tidak salah ingat ya :D). Konon sampai sekarang setiap tanggal 1 ada diskon untuk menonton film, alasannya karena tanggal 1 Desember itu. (Lain dengan Ladies Day yang setiap Rabu ya :D)

Tiga bulan setelah pelaksanaan di Kobe, di Osaka diputarlah film yang seperti sekarang, yaitu dipantulkan ke layar dan dilihat banyak orang. Alat Cinematographe ini dibuat oleh Lumiere Brothers dan juga ditayangkan di Kyoto. Karena itu Kobe-Osaka-Kyoto dianggap sebagai awal mula Perfilman di Jepang. Tapi film yang diputar adalah film luar Jepang.

Film Jepang pertama dibuat oleh Asano Shiro pada tahun 1897. Judulnya “Kereta Kuda Nihonbashi”. Setelah itu dia membuat film-film pendek yang kemudian diputar di Kabukiza di Ginza. Saat itu filmnya masih film bisu, jadi ada pembaca cerita yang bercerita langsung waktu film diputar. Dan katanya filmnya hampir semua cerita horor :D. Kebayang ngga sih?  Kemudian lambat laun dibuatlah film yang lebih panjang, dan bioskop pertama dibangun tahun 1903 di Asakusa. Seperti sudah diketahui, kecenderungan film Jepang memang berpusat pada anime dan film sejarah seperti Tujuh Samurainya Kurasawa Akira.

Peringatan pertama Hari Film itu diselenggarakan tahun 1956 secara besar-besaran. Sejak itu diadakan berbagai festival dan kontes untuk artis/aktor dan insan film.

Berikut adalah istilah untuk perfilman

Eiga joei (kai) 映画上映(会)  pemutaran film

Eigasai 映画祭                 Festival Film     

Eiga kansho 映画鑑賞      Menonton film

Eigakan 映画館                Bioskop

Eiga Kantoku 映画監督 Sutradara film

Haiyu 俳優  aktor film

Joyu 女優 artis film

Seiyu 声優 artis pengisi suara (sekarang di KBBI sudah dimuat seiyu sebagai entri baru) Dulu saya pernah ingin belajar jadi pengisi suara ini.

Tulisan ini pernah dimuat dalam pojok Bahasa dan Budaya Jepang di FB Grup “Wanita Indonesia Berkarya di Jepang”

Penerimaan pemasukan dari penjualan tiket disebut Kogyo shunyu 興行収入(こうぎょうしゅうにゅう)dan selama sejarah yang menempati nomor satu untuk pemasukan adalah film sen to chihiro no kami kakushi 千と千尋の神隠し (Sprited Away). (Waktu mencari arti Kogyo shunyu dalam bahasa Inggris keluar box office. Jadi penasaran kenapa sih disebut box office. Ternyata hanya karena loket penjualan tiket itu seperti kotak (box) 😀 )

Film Sprited Away juga yang menempati peringkat pertama untuk penonton terbanyak.

#wibjnihongo #wibjbudayajepang

#eiga  #film  #映画の日

 
Leave a comment

Posted by on December 2, 2020 in Uncategorized

 

集中 vs 夢中 Antara Shūchū dan Muchū

“Mbak, Anak saya kecanduan gadget! Duh kalau dia sudah main gadget, bisa lupa sekelilingnya. Dia 夢中になっている muchū ni natteiru“(kecanduan/kerajingan)

“Heran deh, dia bisa konsentrasi main gadget, tapi kalau disuruh belajar… 集中できない shūchūdekinai”(tidak bisa konsentrasi)

Dalam kalimat pertama muchū tidak bisa digantikan dengan shūchū, begitu pula kalimat kedua. Padahal sekilas sama ya?

Muchū adalah kondisi tidak adanya kesadaran terhadap dunia luar selain yang dilakukan saat itu. Sedangkan shūchū kesadaran itu dicurahkan untuk satu hal yang sedang dikerjakan saat itu (waktunya lebih pendek dari muchū). Kelihatannya sama, tapi sebetulnya tidak. Muchū itu dapat dilaksanakan dengan tidak sadar, karena suka, atau memang hendak dilakukan. Sedangkan shūchū dilaksanakan secara sadar, untuk sesuatu yang tidak disukai atau tidak ingin dilakukan. Jadi untuk melakukan sesuatu yang tidak disuka memang diperlukan shūchū itu. Dengan syarat “berusaha 努力doryoku , bersungguh-sungguh 一所懸命 isshokenmei atau 頑張るgambaru dan perlu untuk menahan diri 我慢 gaman”. Jadi shūchū itu 条件付きjokentsuki、bersyarat, sedangkan muchū itu tidak bersyarat. Untuk melakukan yang kita sukai kan tidak perlu syarat-syarat di atas ya?

Tulisan ini pernah dimuat dalam pojok Bahasa dan Budaya Jepang di FB Grup “Wanita Indonesia Berkarya di Jepang”

Anak sulung saya sekarang sedang shūchū untuk belajar ujian masuk universitas. Tapi Dia muchu baca buku-buku filsafat yang sebetulnya belum tentu keluar dalam soal-soal ujian masuk. Dia suka saja membaca buku-buku itu.

Jadi bisa coba pakai shūchū dan/atau muchū?

Saya perlu shūchū 20 menit untuk menulis tulisan ini. Tapi saya tidak sedang muchū pada apa-apa atau siapa-siapa 😀

#wibjnihongo #wibjbudayajepang

#集中 #夢中 #konsentrasi #kerajingan #kecanduan

 
Leave a comment

Posted by on November 17, 2020 in Uncategorized