RSS

Chinchin Densha チンチン電車

Sebetulnya dalam percakapan bahasa Jepang, kami tidak boleh mengatakan Chinchin, karena kata ini mengacu pada kelamin pria. Karena itu kami selalu biasakan pakai istilah “ring” untuk cincinnya bahasa Indonesia. Tapi kenapa kok namanya jadi Chinchin Densha? Densha = kereta api.

Kereta api ini kebetulan mempunyai lonceng yang berbunyi nyaring, cing…. cing (bunyi microwave juga sama cing, sehingga sering chin mengganti kata kerja memanaskan dengan microwave) sehingga disebut dengan Chinchin Densha padahal nama sebenarnya adalah Romen Densha 路面電車, kereta yang bergerak di atas jalan, atau kita kenal dengan istilah trem (tram). Memang di Indonesia tidak ada trem yang rel keretanya sejajar dengan jalan mobil (konon dulu ada sih). Tapi di beberapa tempat di Jepang masih ada, terutama di Nagasaki.

tram di Nagasaki waktu aku ke sana

Di Tokyo sendiri yang terkenal sebagai chinchin densha ini adalah jalur Arakawa yang menghubungkan Waseda sampai Minowabashi. Nah, meskipun aku hampir seminggu sekali pergi ke Waseda, belum pernah sekali pun mencoba naik kereta ini. Sepertinya mesti dibuat waktu khusus nih.

Hari ini tanggal 22 Agustus adalah hari peringatan Chinchin Densha karena pada hari ini tahun 1903, Tokyo pertama kali mempunyai trem yang menghubungkan Shinbashi sampai Shinagawa (tentu saja sekarang tidak ada).

Kategori “Hari ini hari apa”

 
Leave a comment

Posted by on August 22, 2017 in What day is today?

 

川の流れのように

misora

Hari ini 80  tahun yang lalu, seorang penyanyi legenda Jepang lahir. Tidak ada orang Jepang yang tidak mengenal namanya: Misora Hibari. Sayang hidupnya hanya sampai usia 52 tahun, tapi lagu-lagunya selalu dikenang masyarakat Jepang. Misora Hibari yang bernama asli: Kato Kazue pun mendapat gelar “Pahlawan Nasional” Jepang dari PM Jepang pada tahun kematiannya 1989. Salah satu lagunya yang kusuka (karena liriknya) dan pernah kunyanyikan dalam lomba karaoke untuk mahasiswa asing adalah : Kawa no nagare no youni. Kalau diterjemahkan menjadi Bagaikan Aliran Sungai

Liriknya seperti ini: (diterjemahkan oleh Imelda)

Tanpa disadari, kita berjalan terus

melewati jalan yang kecil dan panjang ini

Jika kita menoleh ke belakang

terlihatlah di kejauhan kampung halaman kita.

jalan yang berlubang-lubang

jalan yang berkelok-kelok

yang tidak terdapat dalam peta

Begitulah juga hidup

Ah, bagaikan aliran sungai

perlahan-lahan melewati berapa masa

Ah, bagaikan aliran sungai

tanpa henti hingga senja menghias angkasa

Hidup itu bagai perjalanan

jalan yang tak ada henti

didampingi kekasih hati

mencari mimpi bersama

dalam jalan berlumpur

yang dibasahi hujan

entah kapan pasti akan cerah kembali

Ahhh, bagaikan aliran sungai yang tenang

kita serahkan badan ini

Ahhh, bagaikan aliran sungai

berlalu terus sepanjang musim

menanti salju mencair

Ahhh, bagaikan aliran sungai yang tenang

kita serahkan badan ini

Ahhh, bagaikan aliran sungai

sampai kapanpun

sambil mendengarkan gemercik penuh damai

************

Konon model sungai yang digambarkan dalam lagu ini adalah East River di New York, karena penulis lirik lagu, Akimoto Yasushi pernah tinggal di New York.

 
Leave a comment

Posted by on May 29, 2017 in Uncategorized

 

蜘蛛の糸 Benang Laba-laba

“Benang laba-laba くもの糸”ini merupakan judul cerpen karangan Akutagawa Ryunosuke (芥川龍之介 1892-1927) seorang tokoh sastra Jepang, yang sekarang namanya diabadikan sebagai penghargaan karya sastra terbaik setiap tahun, Akutagawashou 芥川賞.

Saya ingat membaca karya ini dalam buku pelajaran bahasa Jepang di FSUI. Sebuah karya yang menggambarkan ajaran agama Buddha yang kental, yaitu mengenai karma.

Alkisah Sang Syaka 釈迦様 (Buddha) mengintip neraka melalui kolam lotus. Sang Buddha melihat sorang penjahat bernama Kandata 犍陀多. Kandata memang jahat, tapi selama hidupnya hanya satu kali dia pernah menolong seekor laba-laba dengan tidak menginjaknya. Karena itu Sang Buddha ingin melepaskan dia dari neraka, dengan mengirimkan benang laba-laba untuk dipanjati. Kandata yang melihat benang itu berpikir, “Kalau aku bisa memanjatinya, aku bisa keluar dari neraka ini”. Jadi dia mulai memanjat. Tapi suatu saat dia menoleh ke bawah, dan melihat banyak penghuni neraka yang mengikuti jejaknya dengan memanjati benang laba-laba itu. Kandata berpikir, “Kalau semua ikut naik, benang ini tidak kuat dan pasti putus, mereka tidak boleh ikut”. Jadi dia berteriak, “Benang ini punyaku. Ayo turuuuuun!”. Kemudian benang itu putus, persis di atas Kandata. Kandata jatuh kembali ke neraka. Sang Buddha yang melihat itu, sedih dan pergi dari kolam lotus itu.

Cerita ini pun dimasukkan ke dalam buku pelajaran bahasa Jepang di SD, terutama di kelas 4 sampai 6 (tergantung penerbitnya). Ini saya senangi karena Komite Pendidikan Jepang menunjuk cukup banyak karya sastra untuk dimasukkan ke dalam buku pelajaran bahasa Jepang. Saya tahu benar bahwa sastra dan bahasa tidak bisa dipisahkan! (Sayangnya cukup banyak orang Indonesia,  yang berkecimpung di bidang bahasa pun, yang tidak menghargai karya sastra)

Saya menulis tentang Akutagawa hari ini, karena hari ini merupakan hari ulang tahunnya yang ke 124, jika dia masih hidup. Sayangnya dia meninggal muda…dalam usia 35 tahun saja.

 

Tags: , , , ,

大大吉 = Untung Sekali Banget deh :D

Biasanya kalau kita membeli kertas ramalan omikuji おみくじ di kuil Jepang ada tulisan Kichi 吉、shokichi 小吉、chuukichi 中吉 dan daikichi 大吉. Kichi artinya `untung` , jadi ada untung (biasa), untung kecil (sedikit), untung sedang dan untung sekali. Ini yang biasa aku temukan, jika ada orang sekitarku beli omikuji . Dan sebetulnya ada juga yang malang atau kyou 凶 dengan tingkatan yang sama dengan `untung` di atas. Semestinya ada lagi tingkatan yang lebih detil, tapi cukup yang sering saja.

Kertas itu selain bertuliskan peruntungan orang yang menariknya, juga bertuliskan detil mengenai arah yang harus dihindari (feng sui), atau akan kehilangan barang apa, mengenai asmara dan pernikahan, pelajaran, pekerjaan, penyakit, dan lain-lain. Tahun lalu anakku tidak boleh melakukan perjalanan ke utara (katanya) 😀 Tentu saja semuanya ditulis dalam bahasa Jepang (aku belum pernah ketemu omikuji bahasa Inggris, nanti kalau ada ya….)

Bagi yang percaya akan ramalan ini, jika hasilnya jelek, bisa melipat dan mengikatnya pada pohon atau tempat yang disediakan sehingga konon pohon ini yang akan “menggantikan” untuk menderita. Jika mendapat ramalan yang bagus, terserah boleh diikat ke pohon juga, supaya berlipat ganda atau dibawa pulang.

omikuji

Omikuji yang diikat di kuil Kiyomizu, Kyoto

Omikuji sendiri kalau dilihat sejarahnya dimulai pada jaman Kamakura (1185 -1333) yang dipakai sebagai ramalan pengunjung yang datang ke kuil. Kalau dilihat dari pembentukan kata mempunyai inti kata KUJI (undian) yang diberi awalan MI (menyatakan kesucian). Jadi sebetulnya cukup mengatakan mikuji saja, tapi karena mikuji dianggap satu kata, kemudian diberi tambahan lagi o di depannya.

Nah, kenapa aku menuliskan Daidaikichi 大大吉 sebagai judul, karena di TV pernah dibahas apakah ada ramalan yang mengeluarkan SANGAT UNTUNG SEKALI. Ternyata memang ada kuil yang menyediakan ramalan hebat seperti itu dengan kemungkinan keluarnya 0.00004% atau satu dari 2,5 juta!

Ah… tapi itu semua kan hanya ramalan!

Kamu percaya ramalan?  Aku hanya percaya ramalan yang baik-baik saja 😀

 
Leave a comment

Posted by on February 27, 2016 in Uncategorized

 

座右の銘 = MOTTO

Beberapa hari yang lalu anak sulungku berkata, “Aku harus menulis 座右の銘 zayuunomei untuk tugas bahasa Jepang 国語” …dan aku bertanya apa itu Zayuunomei? Karena aku belum pernah dengar. Lalu dia jelaskan begini,” tulisan yang ditaruh di sebelah kanan, tulisan yang penting!” hmmm aku belum bisa mengerti. Dan setelah cari di kamus, rupanya bahasa Inggrisnya MOTTO. Kalimat yang menjadi panduan, yang berisi nasehat untuk diri sendiri.

Nah, kalau motto atau meigen 名言 aku tahu, dan memang aku sering pakai sebagai bahan pelajaran di kelas menengah. Kalau aku sendiri yang menjadi mottoku :”You can if you think you can”, waktu kulihat Riku punya motto agak sulit. Intinya: Jika kamu tidak menghormati dirimu sendiri, tidak ada artinya kamu berusaha (dalam segala hal)….susyah yah 😀

Kebetulan hari ini tgl 26 Februari persis peringatan kudeta di Jepang yang terjadi tahun 1936. Dan untuk memperingatinya, dalam acara Historia di NHK beberapa hari lalu ditayangkan peristiwa penculikan PM Jepang waktu itu. Nah PM Okada itu berhasil dilarikan, dan peristiwa kudeta itu selesai dalam 3 hari meskipun untuk itu timbul korban 5 orang untuk melindungi PM. PM Okada itu  mempunyai Zayuunomei yang ditulisnya sendiri dalam Kanji berbunyi :「 栄枯論ずるに足らず」 yang artinya:(人からあれこれ言われても言い訳や手柄を語る必要はない自分の真心は天のみが知っている)”Tidak perlu menjelaskan apa-apa atau menyebutkan alasan apa-apa kepada orang lain, biarlah hanya TUHAN (di sini dipakai kata TEN yang berarti “langit”) yang tahu”. Sebuah motto yang bagus untuk dipakai sebagai pedoman hidup ya.

Hari ini belajar lagi satu kata/frase bahasa Jepang :座右の銘

 

 

 
Leave a comment

Posted by on February 26, 2016 in Uncategorized

 

Uang untuk Kucing

merupakan peribahasa Jepang, yang aslinya berbunyi Neko ni koban 猫に小判。Tapi ternyata dalam kuis yang kami tonton beberapa saat lalu, ada pula Uang untuk Anjing atau Inu ni koban 犬に小判 dengan arti yang sama.

Artinya adalah memberikan sesuatu kepada orang yang tidak mengetahui nilai barang tersebut. Ada rasa sayang atau menyesal di dalamnya. Misalnya anakku yang kelas 1 SMP suka mengumpulkan pensil mekanik. Kemudian dia menerima hadiah pensil LAMY yang mahal. Saat itulah dikatakan Neko ni koban. Nilainya tidak sesuai dengan yang seharusnya diterima.

Peribahasa dengan arti yang sama juga adalah buta ni shinju 豚に真珠. Memberikan mutiara kepada babi…. sayang kan? hehehe

**Hasil menonton kuis TV**

 
Leave a comment

Posted by on January 11, 2016 in Petatah petitih, TV

 

Bubur 7 Rumput 七草粥

Hari ini di Jepang dinamakan Jinjitsu 人日, yang setelah aku cari berasal dari Cina. Konon tanggal 1 Januari itu harinya ayam/burung, tanggal 2 harinya anjing, tanggal 3 harinya inoshishi atau babi hutan (babi), tanggal 4 harinya domba, tanggal 5 harinya sapi, tanggal 6 harinya kuda. Jadi pada tanggal yang dimaksud tidak boleh membunuh binatang-binatang ini.

Kemudian pada tanggal 7 adalah harinya manusia. Tentu saja tidak boleh membunuh manusia kan…tidak tergantung tanggal. Tapi yang dimaksud pada tanggal 7 tidak boleh menjatuhkan hukuman pada penjahat (waaah enak bener ya penjahatnya hehehe)

Tapi ada juga kebiasaan dari Jaman Heian (794-1185) untuk makan 7 jenis tanaman yang dimasukkan kedalam bubur yang disebut  Nanakusagayu. Bubur 7 sayur yang sehat  ini dianggap bisa memperbaiki pencernaan setelah makan macam-macam yang enak (dan kolesterol tinggi) seperti osechi di masa pergantian tahun.

7rumput_zpss7ptkzie

Hari ini juga kuku dipotong pertama kali di awal tahun, setelah merendamnya di air rendaman sayur untuk bubur. Bubur itu konon juga dapat mencegah penyakit yang akan datang pada tahun yang baru ini.

DeMiyashita pernah coba Nanakusagayu asli, rasanya agak pahit, sehingga kami lebih mengganti Nanakusagayu dengan Bubur Manado (Tinutuan) + ikan asin dan sambal.

manado_zpsh6emhihk

Bubur tinutuan (bubu manado) kami tgl 7 Januari 2016

 
Leave a comment

Posted by on January 7, 2016 in Uncategorized