RSS

差別用語 Kata-kata diskriminatif

Awal teringat kembali dengan istilah ini, waktu saya pergi ke dry cleaning dekat rumah. Maklum di desa, tidak ada cleaning yang bisa selesai the same day, hari itu juga. Kalau serahkan sebelum jam 11, maka akan jadi esok harinya jam 6 sore. Waktu di Tokyo (baca: Nerima), kalau serahkan sebelum jam 12, maka selesai pukul 6 sore hari itu juga. Meskipun minta express sekilat-kilatnya, tetap saja butuh bermalam.

Nah, waktu dia tanya nama, saya bilang:, “apakah ada sistem kartu langganan baik berupa kartu maupun aplikasi?” (Maksudnya supaya tidak berkali-kali ditanya nama dan harus menulis). Lalu dia jawab, “ngga kok di kami tidak ada, jangan khawatir, harga semua sama kok. Tidak akan membedakan. 差別しないよ。”
Lalu aku jawab dengan tertawa, dan menyebutkan nama Mi-Ya-Shi-Ta supaya ditulis di lembar terima. (Canggih sih tulisnya pakai pen scan)

Untung saat itu saya tidak “tersulut” dengan kata-katanya “saya tidak membedakan kamu kok” dengan berpikir, “dia menyebut begitu karena saya orang asing”. Tapi justru saya menjadi berpikir, dan mengakui memang sulit kalau kita sendiri terlalu perasa, baper, dengan posisi kita yang orang asing. Gaijin 外人 itu 差別用語、yang benar 外国人 gaikokujin.

Kita orang Indonesia memang sering memakai kata-kata yang … menurut orang Jepang itu sudah termasuk 差別用語 sabetsu yogo, kata-kata diskriminasi. Dengan mudahnya kita berkata, “Ah dia emang gila! Masak makan mangga sampai 2 kg sendirian….” GILA itu termasuk 差別用語 di Jepang yang memang merujuk pada orang yang sakit jiwa. Duluuuu sekali waktu pertama belajar bahasa Jepang, saya pernah tanya apa sih bahasa Jepangnya “GILA”, lalu diberitahu “KICHIGAI気違い” tapi tidak ada orang Jepang yang pakai loh. Pakai henna hito 変な人、kawatteiru 変わっている、kurutteiru 狂っている、クレージー crazy. Jadi lebih baik pakai bahasa Inggris crazy, daripada Kichigai. Kichigai sudah termasuk 差別用語.

Suatu kali saya mengajar di kelas menengah suatu cerita bahasa Indonesia yang di dalamnya ada kata, “si bungkuk”. Lalu saya tanya kepada murid-murid saya, bahasa Jepangnya “Si Bungkuk dari Notredame (The hunchback of notre dame)” itu apa? Dijawab: ノートルダムの鐘 Lonceng Notredame, sama sekali tidak ada “si bungkuk”! Loh kemana si bungkuk? Dari percakapan panjang diketahui bahwa BUNGKUK itu disebut dengan せむし semushi, tapi juga sudah merupakan 差別用語 sehingga tidak dipakai lagi.

Kichigai, Semushi, adalah kata-kata yang harus dihindari pemakaiannya karena sudah termasuk 差別用語。Cukup menarik kalau meneliti kata-kata apa saja yang termasuk sabetsu yogo dalam bahasa Jepang karena daftarnya cukup panjang.

Bahasa Indonesia sudah mulai mengganti kata “buta” dengan tunanetra (ingat tulisnya disambung ya), 目が見えないひと Me ga mienai hito atau 目が不自由な人 Me ga fujiyuna hito , dulu disebut めくら mekura. “Tuli” dengan tunarungu 耳が不自由な人 Mimi ga fujiyuna hito, dulu disebut つんぼ tsunbo. “Bisu” dengan tunawicara, 口の不自由な人、kuchi no fujiyuna hito, dulu disebut おし oshi. Penderita keterbelakangan mental disebut dengan tunagrahita, 知的障害者 chitekishogaisha. Saya sendiri masih merasa jengah kalau membaca tulisan-tulisan berbahasa Indonesia yang berseliweran di dunia maya, seperti cadel atau gagap yang belum ada padanannya yang lebih sopan, padahal di Jepang dulu dipakai どもり domori, dan sekarang sudah memakai 言語障害者 gengoshogaisha. Masih banyak PR untuk bahasa Indonesia supaya kita tidak melukai hati penyandang disabilitas tertentu.

Yang menarik dalam bahasa Jepang, cukup banyak nama-nama ikan yang diganti namanya hanya karena mengandung 差別用語! Misalnya Izariuo (Frogfish) diganti namanya menjadi kaeruanko, karena mengandung kata “izari” yang merupakan 差別用語 merujuk orang yang berjalan dengan kaki diseret “ngesot”. Semushiunagi (sejenis unagi) menjadi Yabaneunagi, Oshizame (sejenis Hiu) menjadi Chihirozame (Oshi = bisu) , Mitsukuchi juga diganti namanya karena mitsukuchi berarti sumbing.

Debu デブ ndut
Busu ぶす jelek
Hage ハゲ botak
Chibi チビ cilik
Semua kata yang diucapkan untuk membedakan seseorang menurut kekurangan fisik, jenis kelamin, asal negara, pekerjaan dll adalah 差別用語.

Saya memang sudah lama tinggal di Jepang, dan bersyukur karena dengan berada di Jepang, saya semakin waspada pada pemakaian kata-kata yang kira-kira bisa menyakitkan orang lain 差別用語 Sabetsu yogo. Sedapat mungkin tidak mengucapkannya. Dan tentu saya berharap teman-teman juga bisa menemukan sendiri kata-kata yang mengandung diskriminasi. Tapi juga jangan langsung baper kalau seandainya mendengar ditujukan pada kita. Semua harus belajar menahan diri.

Topik yang cukup sulit, tapi saya rasa harus menuliskannya, apalagi karena tanggal 21 Maret adalah hari International Day for the Elimination of Racial Discrimination. Bahasa Jepangnya 国際人種差別撤廃デー こくさいじんしゅさべつてっぱいデー ditentukan PBB pada tahun 1966 yang dipicu gerakan apartheid di Afrika tahun 1960-an sehingga memakan banyak korban.

 
Leave a comment

Posted by on March 22, 2019 in Uncategorized

 

Chinchin Densha チンチン電車

Sebetulnya dalam percakapan bahasa Jepang, kami tidak boleh mengatakan Chinchin, karena kata ini mengacu pada kelamin pria. Karena itu kami selalu biasakan pakai istilah “ring” untuk cincinnya bahasa Indonesia. Tapi kenapa kok namanya jadi Chinchin Densha? Densha = kereta api.

Kereta api ini kebetulan mempunyai lonceng yang berbunyi nyaring, cing…. cing (bunyi microwave juga sama cing, sehingga sering chin mengganti kata kerja memanaskan dengan microwave) sehingga disebut dengan Chinchin Densha padahal nama sebenarnya adalah Romen Densha 路面電車, kereta yang bergerak di atas jalan, atau kita kenal dengan istilah trem (tram). Memang di Indonesia tidak ada trem yang rel keretanya sejajar dengan jalan mobil (konon dulu ada sih). Tapi di beberapa tempat di Jepang masih ada, terutama di Nagasaki.

tram di Nagasaki waktu aku ke sana

Di Tokyo sendiri yang terkenal sebagai chinchin densha ini adalah jalur Arakawa yang menghubungkan Waseda sampai Minowabashi. Nah, meskipun aku hampir seminggu sekali pergi ke Waseda, belum pernah sekali pun mencoba naik kereta ini. Sepertinya mesti dibuat waktu khusus nih.

Hari ini tanggal 22 Agustus adalah hari peringatan Chinchin Densha karena pada hari ini tahun 1903, Tokyo pertama kali mempunyai trem yang menghubungkan Shinbashi sampai Shinagawa (tentu saja sekarang tidak ada).

Kategori “Hari ini hari apa”

 
Leave a comment

Posted by on August 22, 2017 in What day is today?

 

川の流れのように

misora

Hari ini 80  tahun yang lalu, seorang penyanyi legenda Jepang lahir. Tidak ada orang Jepang yang tidak mengenal namanya: Misora Hibari. Sayang hidupnya hanya sampai usia 52 tahun, tapi lagu-lagunya selalu dikenang masyarakat Jepang. Misora Hibari yang bernama asli: Kato Kazue pun mendapat gelar “Pahlawan Nasional” Jepang dari PM Jepang pada tahun kematiannya 1989. Salah satu lagunya yang kusuka (karena liriknya) dan pernah kunyanyikan dalam lomba karaoke untuk mahasiswa asing adalah : Kawa no nagare no youni. Kalau diterjemahkan menjadi Bagaikan Aliran Sungai

Liriknya seperti ini: (diterjemahkan oleh Imelda)

Tanpa disadari, kita berjalan terus

melewati jalan yang kecil dan panjang ini

Jika kita menoleh ke belakang

terlihatlah di kejauhan kampung halaman kita.

jalan yang berlubang-lubang

jalan yang berkelok-kelok

yang tidak terdapat dalam peta

Begitulah juga hidup

Ah, bagaikan aliran sungai

perlahan-lahan melewati berapa masa

Ah, bagaikan aliran sungai

tanpa henti hingga senja menghias angkasa

Hidup itu bagai perjalanan

jalan yang tak ada henti

didampingi kekasih hati

mencari mimpi bersama

dalam jalan berlumpur

yang dibasahi hujan

entah kapan pasti akan cerah kembali

Ahhh, bagaikan aliran sungai yang tenang

kita serahkan badan ini

Ahhh, bagaikan aliran sungai

berlalu terus sepanjang musim

menanti salju mencair

Ahhh, bagaikan aliran sungai yang tenang

kita serahkan badan ini

Ahhh, bagaikan aliran sungai

sampai kapanpun

sambil mendengarkan gemercik penuh damai

************

Konon model sungai yang digambarkan dalam lagu ini adalah East River di New York, karena penulis lirik lagu, Akimoto Yasushi pernah tinggal di New York.

 
Leave a comment

Posted by on May 29, 2017 in Uncategorized

 

蜘蛛の糸 Benang Laba-laba

“Benang laba-laba くもの糸”ini merupakan judul cerpen karangan Akutagawa Ryunosuke (芥川龍之介 1892-1927) seorang tokoh sastra Jepang, yang sekarang namanya diabadikan sebagai penghargaan karya sastra terbaik setiap tahun, Akutagawashou 芥川賞.

Saya ingat membaca karya ini dalam buku pelajaran bahasa Jepang di FSUI. Sebuah karya yang menggambarkan ajaran agama Buddha yang kental, yaitu mengenai karma.

Alkisah Sang Syaka 釈迦様 (Buddha) mengintip neraka melalui kolam lotus. Sang Buddha melihat sorang penjahat bernama Kandata 犍陀多. Kandata memang jahat, tapi selama hidupnya hanya satu kali dia pernah menolong seekor laba-laba dengan tidak menginjaknya. Karena itu Sang Buddha ingin melepaskan dia dari neraka, dengan mengirimkan benang laba-laba untuk dipanjati. Kandata yang melihat benang itu berpikir, “Kalau aku bisa memanjatinya, aku bisa keluar dari neraka ini”. Jadi dia mulai memanjat. Tapi suatu saat dia menoleh ke bawah, dan melihat banyak penghuni neraka yang mengikuti jejaknya dengan memanjati benang laba-laba itu. Kandata berpikir, “Kalau semua ikut naik, benang ini tidak kuat dan pasti putus, mereka tidak boleh ikut”. Jadi dia berteriak, “Benang ini punyaku. Ayo turuuuuun!”. Kemudian benang itu putus, persis di atas Kandata. Kandata jatuh kembali ke neraka. Sang Buddha yang melihat itu, sedih dan pergi dari kolam lotus itu.

Cerita ini pun dimasukkan ke dalam buku pelajaran bahasa Jepang di SD, terutama di kelas 4 sampai 6 (tergantung penerbitnya). Ini saya senangi karena Komite Pendidikan Jepang menunjuk cukup banyak karya sastra untuk dimasukkan ke dalam buku pelajaran bahasa Jepang. Saya tahu benar bahwa sastra dan bahasa tidak bisa dipisahkan! (Sayangnya cukup banyak orang Indonesia,  yang berkecimpung di bidang bahasa pun, yang tidak menghargai karya sastra)

Saya menulis tentang Akutagawa hari ini, karena hari ini merupakan hari ulang tahunnya yang ke 124, jika dia masih hidup. Sayangnya dia meninggal muda…dalam usia 35 tahun saja.

 

Tags: , , , ,

大大吉 = Untung Sekali Banget deh :D

Biasanya kalau kita membeli kertas ramalan omikuji おみくじ di kuil Jepang ada tulisan Kichi 吉、shokichi 小吉、chuukichi 中吉 dan daikichi 大吉. Kichi artinya `untung` , jadi ada untung (biasa), untung kecil (sedikit), untung sedang dan untung sekali. Ini yang biasa aku temukan, jika ada orang sekitarku beli omikuji . Dan sebetulnya ada juga yang malang atau kyou 凶 dengan tingkatan yang sama dengan `untung` di atas. Semestinya ada lagi tingkatan yang lebih detil, tapi cukup yang sering saja.

Kertas itu selain bertuliskan peruntungan orang yang menariknya, juga bertuliskan detil mengenai arah yang harus dihindari (feng sui), atau akan kehilangan barang apa, mengenai asmara dan pernikahan, pelajaran, pekerjaan, penyakit, dan lain-lain. Tahun lalu anakku tidak boleh melakukan perjalanan ke utara (katanya) 😀 Tentu saja semuanya ditulis dalam bahasa Jepang (aku belum pernah ketemu omikuji bahasa Inggris, nanti kalau ada ya….)

Bagi yang percaya akan ramalan ini, jika hasilnya jelek, bisa melipat dan mengikatnya pada pohon atau tempat yang disediakan sehingga konon pohon ini yang akan “menggantikan” untuk menderita. Jika mendapat ramalan yang bagus, terserah boleh diikat ke pohon juga, supaya berlipat ganda atau dibawa pulang.

omikuji

Omikuji yang diikat di kuil Kiyomizu, Kyoto

Omikuji sendiri kalau dilihat sejarahnya dimulai pada jaman Kamakura (1185 -1333) yang dipakai sebagai ramalan pengunjung yang datang ke kuil. Kalau dilihat dari pembentukan kata mempunyai inti kata KUJI (undian) yang diberi awalan MI (menyatakan kesucian). Jadi sebetulnya cukup mengatakan mikuji saja, tapi karena mikuji dianggap satu kata, kemudian diberi tambahan lagi o di depannya.

Nah, kenapa aku menuliskan Daidaikichi 大大吉 sebagai judul, karena di TV pernah dibahas apakah ada ramalan yang mengeluarkan SANGAT UNTUNG SEKALI. Ternyata memang ada kuil yang menyediakan ramalan hebat seperti itu dengan kemungkinan keluarnya 0.00004% atau satu dari 2,5 juta!

Ah… tapi itu semua kan hanya ramalan!

Kamu percaya ramalan?  Aku hanya percaya ramalan yang baik-baik saja 😀

 
Leave a comment

Posted by on February 27, 2016 in Uncategorized

 

座右の銘 = MOTTO

Beberapa hari yang lalu anak sulungku berkata, “Aku harus menulis 座右の銘 zayuunomei untuk tugas bahasa Jepang 国語” …dan aku bertanya apa itu Zayuunomei? Karena aku belum pernah dengar. Lalu dia jelaskan begini,” tulisan yang ditaruh di sebelah kanan, tulisan yang penting!” hmmm aku belum bisa mengerti. Dan setelah cari di kamus, rupanya bahasa Inggrisnya MOTTO. Kalimat yang menjadi panduan, yang berisi nasehat untuk diri sendiri.

Nah, kalau motto atau meigen 名言 aku tahu, dan memang aku sering pakai sebagai bahan pelajaran di kelas menengah. Kalau aku sendiri yang menjadi mottoku :”You can if you think you can”, waktu kulihat Riku punya motto agak sulit. Intinya: Jika kamu tidak menghormati dirimu sendiri, tidak ada artinya kamu berusaha (dalam segala hal)….susyah yah 😀

Kebetulan hari ini tgl 26 Februari persis peringatan kudeta di Jepang yang terjadi tahun 1936. Dan untuk memperingatinya, dalam acara Historia di NHK beberapa hari lalu ditayangkan peristiwa penculikan PM Jepang waktu itu. Nah PM Okada itu berhasil dilarikan, dan peristiwa kudeta itu selesai dalam 3 hari meskipun untuk itu timbul korban 5 orang untuk melindungi PM. PM Okada itu  mempunyai Zayuunomei yang ditulisnya sendiri dalam Kanji berbunyi :「 栄枯論ずるに足らず」 yang artinya:(人からあれこれ言われても言い訳や手柄を語る必要はない自分の真心は天のみが知っている)”Tidak perlu menjelaskan apa-apa atau menyebutkan alasan apa-apa kepada orang lain, biarlah hanya TUHAN (di sini dipakai kata TEN yang berarti “langit”) yang tahu”. Sebuah motto yang bagus untuk dipakai sebagai pedoman hidup ya.

Hari ini belajar lagi satu kata/frase bahasa Jepang :座右の銘

 

 

 
Leave a comment

Posted by on February 26, 2016 in Uncategorized

 

Uang untuk Kucing

merupakan peribahasa Jepang, yang aslinya berbunyi Neko ni koban 猫に小判。Tapi ternyata dalam kuis yang kami tonton beberapa saat lalu, ada pula Uang untuk Anjing atau Inu ni koban 犬に小判 dengan arti yang sama.

Artinya adalah memberikan sesuatu kepada orang yang tidak mengetahui nilai barang tersebut. Ada rasa sayang atau menyesal di dalamnya. Misalnya anakku yang kelas 1 SMP suka mengumpulkan pensil mekanik. Kemudian dia menerima hadiah pensil LAMY yang mahal. Saat itulah dikatakan Neko ni koban. Nilainya tidak sesuai dengan yang seharusnya diterima.

Peribahasa dengan arti yang sama juga adalah buta ni shinju 豚に真珠. Memberikan mutiara kepada babi…. sayang kan? hehehe

**Hasil menonton kuis TV**

 
Leave a comment

Posted by on January 11, 2016 in Petatah petitih, TV